Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan

Kamis, 20 Agustus 2026 06:48 WIB

Daftar Kode Redeem FF Terbaru 20 Agustus 2026, Segera Klaim Hadiahnya!

Kamis, 20 Agustus 2026 06:00 WIB
Begini cara dapat saldo DANA gratis, awas hati-hati kena tipu.

Klaim Saldo DANA Gratis 20 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Cairkan hingga Ratusan Ribu Rupiah Hari Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan
  • Daftar Kode Redeem FF Terbaru 20 Agustus 2026, Segera Klaim Hadiahnya!
  • Klaim Saldo DANA Gratis 20 Agustus 2026: Link DANA Kaget dan Cara Cairkan hingga Ratusan Ribu Rupiah Hari Ini
  • Kumpulan Kode Redeem FF 20 Agustus 2026 Terbaru: Klaim Skin & Diamond Gratis Hari Ini
  • Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa? Cek Kalender Hijriah 1448 H dan Daftar Tanggal Merahnya
  • Tikung PSG di Detik Akhir, Aston Villa Resmi Amankan Tanda Tangan Zion Suzuki
  • Skandal Pancatera: Jual Narasi Kritis, Tapi ‘Pesta’ di Istana? Netizen Merasa Dikhianati!
  • Modal Tampil di Bali, Fitrah Maulana Siap Bersaing di Skuad Utama Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 20 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sistem Politik Indonesia Disorot! Bahlil Minta Penyederhanaan Jumlah Partai

By SusanaMinggu, 17 Mei 2026 11:36 WIB2 Mins Read
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyoroti sistem kepartaian di Indonesia yang dinilai terlalu banyak partai dan berdampak pada lemahnya sistem presidensial.

Hal tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri kegiatan Rapimnas–Rakernas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) di kawasan Dago, Bandung, Sabtu (16/5).

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Partai Golkar akan terus mengawal setiap proses pembentukan maupun perubahan undang-undang politik agar berpihak pada kepentingan negara, bukan kelompok tertentu.

Golkar Tekankan Pengawalan UU Politik

Bahlil menegaskan pentingnya regulasi politik yang kuat dan tidak merugikan sistem demokrasi nasional.

“DPP Partai Golkar akan terus-menerus mengawal perubahan atau pembuatan Undang-Undang politik yang sudah barang tentu harus terbaik untuk negara dan juga terbaik untuk Partai Golkar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam sistem demokrasi apa pun, seluruh pihak harus siap menerima hasil yang ditetapkan melalui mekanisme yang berlaku.

“Sistem demokrasi apapun yang akan kita terapkan, yang terpenting adalah kita harus siap untuk menjemput apapun hasilnya,” lanjutnya.

Sistem Banyak Partai Dinilai Lemahkan Presidensial

Lebih lanjut, Bahlil menilai bahwa keberadaan terlalu banyak partai politik justru dapat melemahkan sistem presidensial yang saat ini diterapkan di Indonesia.

Menurutnya, diperlukan penyederhanaan sistem kepartaian agar pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan stabil.

“Menurut saya, untuk memperkuat sistem presidensial, sistem kita harus partai politik yang jangan terlalu banyak seperti sekarang ini. Itu malah memperlemah sistem presidensial,” tegasnya.

Usulkan Konsep Multi Partai Sederhana

Sebagai solusi, Bahlil mengusulkan konsep multi partai sederhana, yaitu sistem yang tetap memiliki lebih dari dua partai, namun dengan jumlah yang lebih terbatas dan efektif di parlemen.

Konsep ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas koalisi pemerintahan serta mempercepat proses pengambilan keputusan politik.

“Saya lebih memilih untuk sistem yang sederhana itu. Apa namanya? Multi partai sederhana,” kata Bahlil.

Meski demikian, ia belum menjelaskan secara rinci terkait mekanisme implementasi konsep tersebut dalam sistem politik nasional.

Dorongan Evaluasi Sistem Politik Nasional

Pernyataan Bahlil ini menambah wacana publik terkait evaluasi sistem kepartaian di Indonesia. Diskusi mengenai efektivitas jumlah partai dalam sistem demokrasi diperkirakan akan terus berkembang seiring dinamika politik nasional.

Golkar sendiri menegaskan akan tetap berperan aktif dalam setiap pembahasan regulasi politik demi memastikan sistem yang berjalan tetap sejalan dengan kepentingan negara dan stabilitas pemerintahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bahlil Lahadalia Golkar Rapimnas SOKSI Bandung Partai Politik Indonesia politik Indonesia 2026 reformasi sistem kepartaian sistem multi partai sederhana sistem presidensial Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

HUT ke-81 Jabar, Ketimpangan Pembangunan dan Efisiensi Birokrasi Jadi Sorotan

Skandal Pancatera: Jual Narasi Kritis, Tapi ‘Pesta’ di Istana? Netizen Merasa Dikhianati!

Polemik Siswa SMP Nambal Lapangan: Antara Dugaan Eksploitasi & Budaya Gotong Royong!

gempa

Ribuan Gempa Susulan Masih Guncang Flores, Korban Jiwa Tembus 70 Orang

Dedi Mulyadi Beberkan PR Jabar di Usia 81 Tahun, dari Lapangan Kerja hingga Lingkungan

ilustrasi gempa

Bandung Kembali Digoyang Gempa Pagi Ini, BMKG Ungkap Pemicunya

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.