Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Part 2 Muncul di Telegram? Fakta di Balik Video Viral Guru vs Murid Terungkap

Minggu, 17 Mei 2026 12:37 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun! Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Minggu, 17 Mei 2026 12:09 WIB

Sistem Politik Indonesia Disorot! Bahlil Minta Penyederhanaan Jumlah Partai

Minggu, 17 Mei 2026 11:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Part 2 Muncul di Telegram? Fakta di Balik Video Viral Guru vs Murid Terungkap
  • Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun! Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah
  • Sistem Politik Indonesia Disorot! Bahlil Minta Penyederhanaan Jumlah Partai
  • Malam Penentuan di Parepare! Persib Incar Kemenangan Wajib Lawan PSM
  • Milangkala Tatar Sunda Berakhir di Bandung, Dedi Mulyadi: Hotel dan Restoran Penuh!
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Jalur Kilat ke Surga? Kisah Mantan Sales yang Kini Jadi Pahlawan Jembatan Pelosok
  • Duel Gila di La Liga! Barcelona Terancam Lagi Usai Kalah dari Alaves
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 17 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sistem Politik Indonesia Disorot! Bahlil Minta Penyederhanaan Jumlah Partai

By SusanaMinggu, 17 Mei 2026 11:36 WIB2 Mins Read
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyoroti sistem kepartaian di Indonesia yang dinilai terlalu banyak partai dan berdampak pada lemahnya sistem presidensial.

Hal tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri kegiatan Rapimnas–Rakernas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) di kawasan Dago, Bandung, Sabtu (16/5).

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Partai Golkar akan terus mengawal setiap proses pembentukan maupun perubahan undang-undang politik agar berpihak pada kepentingan negara, bukan kelompok tertentu.

Golkar Tekankan Pengawalan UU Politik

Bahlil menegaskan pentingnya regulasi politik yang kuat dan tidak merugikan sistem demokrasi nasional.

Baca Juga:  Bahlil Ingin Freeport Terus Beroperasi, Dorong Kontrak Diperpanjang

“DPP Partai Golkar akan terus-menerus mengawal perubahan atau pembuatan Undang-Undang politik yang sudah barang tentu harus terbaik untuk negara dan juga terbaik untuk Partai Golkar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam sistem demokrasi apa pun, seluruh pihak harus siap menerima hasil yang ditetapkan melalui mekanisme yang berlaku.

“Sistem demokrasi apapun yang akan kita terapkan, yang terpenting adalah kita harus siap untuk menjemput apapun hasilnya,” lanjutnya.

Sistem Banyak Partai Dinilai Lemahkan Presidensial

Lebih lanjut, Bahlil menilai bahwa keberadaan terlalu banyak partai politik justru dapat melemahkan sistem presidensial yang saat ini diterapkan di Indonesia.

Baca Juga:  Subsidi BBM Masih Dinikmati Orang Kaya, Menkeu Purbaya Sentil Bahlil

Menurutnya, diperlukan penyederhanaan sistem kepartaian agar pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan stabil.

“Menurut saya, untuk memperkuat sistem presidensial, sistem kita harus partai politik yang jangan terlalu banyak seperti sekarang ini. Itu malah memperlemah sistem presidensial,” tegasnya.

Usulkan Konsep Multi Partai Sederhana

Sebagai solusi, Bahlil mengusulkan konsep multi partai sederhana, yaitu sistem yang tetap memiliki lebih dari dua partai, namun dengan jumlah yang lebih terbatas dan efektif di parlemen.

Konsep ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas koalisi pemerintahan serta mempercepat proses pengambilan keputusan politik.

“Saya lebih memilih untuk sistem yang sederhana itu. Apa namanya? Multi partai sederhana,” kata Bahlil.

Baca Juga:  Perjalanan Bahlil Lahadalia: Dari Sopir Angkot hingga Menteri ESDM dan Ketua Golkar

Meski demikian, ia belum menjelaskan secara rinci terkait mekanisme implementasi konsep tersebut dalam sistem politik nasional.

Dorongan Evaluasi Sistem Politik Nasional

Pernyataan Bahlil ini menambah wacana publik terkait evaluasi sistem kepartaian di Indonesia. Diskusi mengenai efektivitas jumlah partai dalam sistem demokrasi diperkirakan akan terus berkembang seiring dinamika politik nasional.

Golkar sendiri menegaskan akan tetap berperan aktif dalam setiap pembahasan regulasi politik demi memastikan sistem yang berjalan tetap sejalan dengan kepentingan negara dan stabilitas pemerintahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bahlil Lahadalia Golkar Rapimnas SOKSI Bandung Partai Politik Indonesia politik Indonesia 2026 reformasi sistem kepartaian sistem multi partai sederhana sistem presidensial Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun! Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Milangkala Tatar Sunda Berakhir di Bandung, Dedi Mulyadi: Hotel dan Restoran Penuh!

Jalur Kilat ke Surga? Kisah Mantan Sales yang Kini Jadi Pahlawan Jembatan Pelosok

Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026? Cek Jadwal dan 4 Lokasi Pantau Hilal di Jabar

Bandung Dikepung Festival Akhir Pekan Ini, Walkot Farhan Ingatkan Warga Jaga Kondusivitas Kota

Sentuhan Spiritual di Balik Solusi Masalah Kota, Farhan Ingin Hidupkan Kajian Rutin di Alun-alun Bandung

Terpopuler
  • Link Video Guru Bahasa Inggris Ramai Dicari, Link 6 Menit Ternyata Jebakan Phishing
  • Persib Bandung Gigit Jari? Striker Abroad Timnas Indonesia Dipastikan Bertahan di Eropa Musim Depan
  • Bocoran 11 Pemain Mewah Incaran Persib Bandung: Ada Patrick Robson hingga Bomber Timnas Irak
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.