Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Minggu, 11 Oktober 2026 20:57 WIB

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Minggu, 11 Oktober 2026 20:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
  • Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sistem Politik Indonesia Disorot! Bahlil Minta Penyederhanaan Jumlah Partai

By SusanaMinggu, 17 Mei 2026 11:36 WIB2 Mins Read
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyoroti sistem kepartaian di Indonesia yang dinilai terlalu banyak partai dan berdampak pada lemahnya sistem presidensial.

Hal tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri kegiatan Rapimnas–Rakernas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) di kawasan Dago, Bandung, Sabtu (16/5).

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Partai Golkar akan terus mengawal setiap proses pembentukan maupun perubahan undang-undang politik agar berpihak pada kepentingan negara, bukan kelompok tertentu.

Golkar Tekankan Pengawalan UU Politik

Bahlil menegaskan pentingnya regulasi politik yang kuat dan tidak merugikan sistem demokrasi nasional.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Jabar Yakin Kelangkaan Gas LPG 3 Kg Segera Ditangani

“DPP Partai Golkar akan terus-menerus mengawal perubahan atau pembuatan Undang-Undang politik yang sudah barang tentu harus terbaik untuk negara dan juga terbaik untuk Partai Golkar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam sistem demokrasi apa pun, seluruh pihak harus siap menerima hasil yang ditetapkan melalui mekanisme yang berlaku.

“Sistem demokrasi apapun yang akan kita terapkan, yang terpenting adalah kita harus siap untuk menjemput apapun hasilnya,” lanjutnya.

Sistem Banyak Partai Dinilai Lemahkan Presidensial

Lebih lanjut, Bahlil menilai bahwa keberadaan terlalu banyak partai politik justru dapat melemahkan sistem presidensial yang saat ini diterapkan di Indonesia.

Baca Juga:  Lolos Reshuffle, Bahlil Lahadalia Disentil Salsa Erwina: Kebijakannya Membagongkan

Menurutnya, diperlukan penyederhanaan sistem kepartaian agar pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan stabil.

“Menurut saya, untuk memperkuat sistem presidensial, sistem kita harus partai politik yang jangan terlalu banyak seperti sekarang ini. Itu malah memperlemah sistem presidensial,” tegasnya.

Usulkan Konsep Multi Partai Sederhana

Sebagai solusi, Bahlil mengusulkan konsep multi partai sederhana, yaitu sistem yang tetap memiliki lebih dari dua partai, namun dengan jumlah yang lebih terbatas dan efektif di parlemen.

Konsep ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas koalisi pemerintahan serta mempercepat proses pengambilan keputusan politik.

“Saya lebih memilih untuk sistem yang sederhana itu. Apa namanya? Multi partai sederhana,” kata Bahlil.

Baca Juga:  Terpilih Aklamasi, Bahlil Lahadalia Resmi Jadi Ketua Umum Partai Golkar

Meski demikian, ia belum menjelaskan secara rinci terkait mekanisme implementasi konsep tersebut dalam sistem politik nasional.

Dorongan Evaluasi Sistem Politik Nasional

Pernyataan Bahlil ini menambah wacana publik terkait evaluasi sistem kepartaian di Indonesia. Diskusi mengenai efektivitas jumlah partai dalam sistem demokrasi diperkirakan akan terus berkembang seiring dinamika politik nasional.

Golkar sendiri menegaskan akan tetap berperan aktif dalam setiap pembahasan regulasi politik demi memastikan sistem yang berjalan tetap sejalan dengan kepentingan negara dan stabilitas pemerintahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bahlil Lahadalia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.