Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Rabu, 28 Oktober 2026 17:38 WIB

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 16:47 WIB

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 16:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap
  • Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming
  • Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM
  • Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil
  • Prediksi Line Up Persib vs Melbourne Victory Malam Ini, Thom Haye dan Klok Kawal Lini Tengah
  • Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bahlil Ingin Freeport Terus Beroperasi, Dorong Kontrak Diperpanjang

By Aga GustianaJumat, 26 September 2025 16:11 WIB2 Mins Read
Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: BPMI Setpres)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah akan memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia (PTFI) setelah masa berlaku saat ini berakhir pada 2041.

Kendati demikian, perpanjangan itu memiliki syarat, yakni kemungkinan pemerintah menambah kepemilikan saham di perusahaan tambang tembaga dan emas tersebut di atas 10%. Saat ini, Indonesia telah menguasai 51% saham Freeport Indonesia.

Bahlil menjelaskan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan manajemen Freeport McMoRan dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas untuk membahas perpanjangan IUPK sekaligus opsi penambahan saham.

“Saya empat hari lalu melakukan rapat dengan Freeport McMoRan, dengan Presiden Freeport Indonesia, Pak Tony, untuk melanjutkan apa yang menjadi arahan Bapak Presiden terkait dengan mempelajari, mendiskusikan, dan memperjelas terhadap proses perpanjangan Freeport yang selesainya 2041, kita harus perpanjang lebih dari itu,” ujar Bahlil kepada wartawan, Jumat (26/9/2025).

Baca Juga:  Demi Redam Perang Tarif, Indonesia 'Terpaksa' Belanja Migas AS Rp253 Triliun?

Menurut Bahlil, alasan perpanjangan ini terkait dengan perbedaan antara tambang bawah tanah (underground mining) dan tambang terbuka (open pit). Kegiatan produksi Freeport di tahun 2020-2021 merupakan hasil eksplorasi yang dimulai sejak 2004, sehingga diperlukan waktu lama untuk mencapai puncak produksi.

Baca Juga:  Cuma Bayar Rp1.000! Kisah Dokter Paling 'Miskin' yang Selamatkan Ribuan Nyawa di Pedalaman Papua

“Jadi eksplorasi di underground itu diperlukan waktu 10-19 tahun. Kalau tidak segera kita perpanjang, maka puncak produksi daripada Freeport ini itu 2035, begitu 2035 dia akan menurun. Begitu dia akan menurun dampaknya kepada produktivitas dari para perusahaan, dan juga pendapatan negara, lapangan pekerjaan, dan juga ekonomi di daerah dan nasional kita,” jelas Bahlil.

Sebagai bagian dari strategi perpanjangan, pemerintah menawarkan opsi untuk menambah kepemilikan saham di atas 10%. Sebagian dari saham tambahan ini nantinya akan diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Papua, yang direncanakan terjadi setelah 2041.

Baca Juga:  Dari Sopir Angkot ke Kursi Menteri, Simak Transformasi Bahlil Lahadalia

Bahlil menambahkan, penambahan saham tersebut tidak akan menggunakan perhitungan valuasi besar. “Jika pun ada, nilainya sangat kecil dan pemerintah meminta agar diberikan angka yang semurah-murahnya,” tuturnya.

Langkah ini dianggap penting untuk menjaga produktivitas Freeport, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, serta mempertahankan kontribusi perusahaan terhadap pendapatan negara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bahlil Lahadalia Papua
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.