Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi bayi

Suara Tangis yang Menyelamatkan: Kisah Bayi Perempuan yang Ditemukan di Balik Semak Bogor

Rabu, 3 Juni 2026 17:01 WIB
Game Free Fire

Update Terbaru: Daftar Kode Redeem FF 3 Juni 2026, Banjir Hadiah Gratis!

Rabu, 3 Juni 2026 16:25 WIB
Timnas Indonesia

Misi Balas Dendam 38 Tahun: Timnas Indonesia Siap Putus Kutukan Kontra Oman di SUGBK

Rabu, 3 Juni 2026 16:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Suara Tangis yang Menyelamatkan: Kisah Bayi Perempuan yang Ditemukan di Balik Semak Bogor
  • Update Terbaru: Daftar Kode Redeem FF 3 Juni 2026, Banjir Hadiah Gratis!
  • Misi Balas Dendam 38 Tahun: Timnas Indonesia Siap Putus Kutukan Kontra Oman di SUGBK
  • Geger! Cara Tak Terduga Sekolah di China Bikin Siswa Laki-laki Rajin Masuk Kelas
  • Umuh Muchtar Optimistis Persib Selesaikan Persoalan FIFA dan Tetap Bisa Rekrut Pemain Baru
  • Bonus Rp2 Miliar Menanti, Persib Bandung Siapkan Skuad ‘Super’ untuk Musim Depan
  • Gaji ke-13 Cair Juni 2026: Cek Jadwal Lengkap dan Rincian Nominal untuk ASN hingga Pensiunan
  • Cuma Bayar Rp1.000! Kisah Dokter Paling ‘Miskin’ yang Selamatkan Ribuan Nyawa di Pedalaman Papua
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 3 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bahlil Ingin Freeport Terus Beroperasi, Dorong Kontrak Diperpanjang

By Aga GustianaJumat, 26 September 2025 16:11 WIB2 Mins Read
Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: BPMI Setpres)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah akan memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia (PTFI) setelah masa berlaku saat ini berakhir pada 2041.

Kendati demikian, perpanjangan itu memiliki syarat, yakni kemungkinan pemerintah menambah kepemilikan saham di perusahaan tambang tembaga dan emas tersebut di atas 10%. Saat ini, Indonesia telah menguasai 51% saham Freeport Indonesia.

Bahlil menjelaskan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan manajemen Freeport McMoRan dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas untuk membahas perpanjangan IUPK sekaligus opsi penambahan saham.

“Saya empat hari lalu melakukan rapat dengan Freeport McMoRan, dengan Presiden Freeport Indonesia, Pak Tony, untuk melanjutkan apa yang menjadi arahan Bapak Presiden terkait dengan mempelajari, mendiskusikan, dan memperjelas terhadap proses perpanjangan Freeport yang selesainya 2041, kita harus perpanjang lebih dari itu,” ujar Bahlil kepada wartawan, Jumat (26/9/2025).

Baca Juga:  Rekor Unbeaten Persib Terus Terjaga, Kocijan Optimis Lanjutkan Tren Positif

Menurut Bahlil, alasan perpanjangan ini terkait dengan perbedaan antara tambang bawah tanah (underground mining) dan tambang terbuka (open pit). Kegiatan produksi Freeport di tahun 2020-2021 merupakan hasil eksplorasi yang dimulai sejak 2004, sehingga diperlukan waktu lama untuk mencapai puncak produksi.

Baca Juga:  Subsidi BBM Masih Dinikmati Orang Kaya, Menkeu Purbaya Sentil Bahlil

“Jadi eksplorasi di underground itu diperlukan waktu 10-19 tahun. Kalau tidak segera kita perpanjang, maka puncak produksi daripada Freeport ini itu 2035, begitu 2035 dia akan menurun. Begitu dia akan menurun dampaknya kepada produktivitas dari para perusahaan, dan juga pendapatan negara, lapangan pekerjaan, dan juga ekonomi di daerah dan nasional kita,” jelas Bahlil.

Sebagai bagian dari strategi perpanjangan, pemerintah menawarkan opsi untuk menambah kepemilikan saham di atas 10%. Sebagian dari saham tambahan ini nantinya akan diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Papua, yang direncanakan terjadi setelah 2041.

Baca Juga:  Video VCS 21 Detik Mirip Maureen Worth Bareng Pria Dewasa Tersebar, Link Diburu Netizen

Bahlil menambahkan, penambahan saham tersebut tidak akan menggunakan perhitungan valuasi besar. “Jika pun ada, nilainya sangat kecil dan pemerintah meminta agar diberikan angka yang semurah-murahnya,” tuturnya.

Langkah ini dianggap penting untuk menjaga produktivitas Freeport, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, serta mempertahankan kontribusi perusahaan terhadap pendapatan negara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bahlil Lahadalia Freeport IUPK Papua Saham Pemerintah Tambang Emas Tambang Tembaga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi bayi

Suara Tangis yang Menyelamatkan: Kisah Bayi Perempuan yang Ditemukan di Balik Semak Bogor

Cuma Bayar Rp1.000! Kisah Dokter Paling ‘Miskin’ yang Selamatkan Ribuan Nyawa di Pedalaman Papua

Dedi Mulyadi Serahkan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung, Hasil dari Penjualan Sapi Pribadi

Alasan Sebenarnya Prabowo Ganti Pimpinan BGN Terungkap

Viral Dugaan Tindakan Asusila di PNJ Depok, Satu Mahasiswa Disanksi Drop Out

Hidup Glamor Berakhir di Bui: Mantan Istri Personel Smash Terseret Sindikat Scammer

Terpopuler
  • Video Viral Kakak Adik di Dapur Ramai Dicari, Ada Link Asli Full Durasi?
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Link Full Video Rok Hijau Tosca Viral 3 Menit Jadi Buruan, Waspada Phishing!
  • Video Rok Hijau Tosca Viral 3 Menit Bikin Heboh TikTok, Link Full Banyak Jebakan!
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.