bukamata.id – Kabar tak terduga datang dari dunia sepak bola Indonesia. Gelandang Persib Bandung, Adam Alis, mendadak masuk radar pencarian aparat Malaysia setelah terlibat insiden yang memicu polemik besar. Ia dituding melakukan tindakan yang dianggap melecehkan polisi Malaysia saat sedang disiarkan langsung melalui TikTok.
Peristiwa itu terjadi usai laga AFC Champions League 2 antara Persib Bandung dan Selangor FC—pertandingan yang berakhir manis untuk Persib dengan kemenangan 2-1. Seusai laga, beberapa pemain, termasuk Adam Alis, Saddil Ramdani, Kakang Rudianto, dan Robi Darwis, memanfaatkan waktu luang untuk menjelajahi pusat kota Kuala Lumpur.
Saat berada di dalam mobil, Adam memulai live streaming TikTok yang kemudian menjadi awal dari masalah. Di tengah asyiknya membuat konten perjalanan malam, mobil yang mereka tumpangi disebut melaju melawan arah. Kondisi itu membuat mereka dihentikan oleh petugas Unit Patroli Sepeda Motor (URB) Kepolisian Malaysia.
Ketika polisi menghentikan kendaraan untuk pemeriksaan, Adam tetap melanjutkan siaran langsungnya. Situasi menjadi memanas setelah muncul dugaan bahwa ia mengucapkan kata-kata yang dianggap merendahkan petugas yang menjalankan tugas. Cuplikan dari live TikTok itu pun cepat beredar, memicu kemarahan sebagian warganet Malaysia.
Polisi Malaysia Merasa Dihina
Kepala Kepolisian Selangor, Datuk Shazeli Kahar, mengonfirmasi bahwa petugas di lapangan merasa diperlakukan tidak pantas oleh Adam. Dalam keterangan resminya, ia menyebutkan bahwa anggota URB yang menghentikan mobil tersebut melaporkan adanya ucapan yang dinilai merendahkan martabat kepolisian.
Laporan itu kemudian berkembang menjadi penyelidikan resmi. Kasus ini mendapat perhatian serius karena menyangkut kehormatan aparat negara, terlebih insiden ini terjadi saat pemain Indonesia sedang berada pada agenda internasional.
Koordinasi dengan Polri
Masalah ini tidak berhenti di Malaysia. Kepolisian Selangor mengaku sudah menjalin komunikasi dengan pihak Polri untuk membantu menelusuri keberadaan Adam Alis dan meminta keterangannya.
“Polisi Malaysia sedang menjalin komunikasi yang intens… Kami juga bekerja sama dengan pihak Polri untuk menangani kasus ini, ” ujar Datuk Shazeli dalam pernyataannya kepada media Kosmo.
Selain itu, pihak kepolisian Malaysia bekerja sama dengan perwakilan mereka di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta untuk mengumpulkan informasi tambahan mengenai kejadian di malam tersebut. Meski pemanggilan terhadap Adam telah direncanakan, belum ada kepastian kapan ia akan diminta hadir.
Diselidiki dengan Pasal Penghinaan
Kasus ini diproses menggunakan Seksyen 504 Kanun Keseksaan, aturan hukum Malaysia yang menjerat tindakan penghinaan terhadap aparat. Jika terbukti bersalah, pelaku bisa dikenai hukuman penjara hingga dua tahun, denda, atau kombinasi keduanya.
Aturan tersebut biasa digunakan untuk menangani insiden yang berpotensi mengganggu ketertiban dan dianggap merusak kehormatan pejabat negara.
Respons Publik di Dua Negara
Berbeda negara, berbeda pula reaksi publiknya.
Di Indonesia, banyak pendukung Persib yang menilai kasus ini dibesar-besarkan. Menurut mereka, insiden itu seharusnya bisa diselesaikan tanpa harus membawa unsur hukum, apalagi sampai melibatkan kerja sama lintas negara.
Sebaliknya, masyarakat Malaysia memandang tindakan Adam sebagai bentuk ketidaksopanan terhadap aparat mereka. Apalagi momen tersebut terjadi tidak lama setelah Persib meraih kemenangan—situasi yang seharusnya menjadi citra positif bagi kedua tim dan kedua negara.
Polemik ini kemudian ramai dibicarakan di media sosial, bahkan menjadi trending di beberapa platform. Banyak warganet saling berbalas komentar, memicu perdebatan yang semakin panjang.
Menanti Kejelasan Nasib Adam Alis
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Adam Alis ataupun Persib Bandung terkait langkah selanjutnya. Pihak klub maupun federasi kemungkinan akan segera memberikan klarifikasi mengingat kasus ini sudah melibatkan dua negara sekaligus.
Yang jelas, situasi ini menjadi pembelajaran penting bagi para atlet di era digital: aktivitas daring, termasuk live streaming, dapat berujung pada konsekuensi serius apabila tidak dilakukan secara hati-hati.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










