bukamata.id – Ahmad Sahroni, politikus asal Tanjung Priok, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah dicopot dari kursi pimpinan DPR RI oleh Fraksi Partai NasDem. Nama Sahroni kembali mencuat setelah tanggapan kerasnya terhadap kritik soal tunjangan rumah tangga anggota DPR sebesar Rp 50 juta per bulan, serta pernyataannya yang menilai desakan pembubaran DPR sebagai sikap “mental tolol”.
Meski dikenal sebagai figur politik, Sahroni juga terkenal sebagai salah satu Crazy Rich Tanjung Priok. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 21 Februari 2025 untuk periode 2024, total kekayaan Ahmad Sahroni mencapai Rp 328,91 miliar, mencakup aset properti, kendaraan, kas, dan surat berharga.
Aset Properti dan Tanah
Sahroni tercatat memiliki 19 tanah dan bangunan dengan nilai total Rp 139,59 miliar. Beberapa di antaranya berada di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, hingga Badung. Nilai properti terbesar tercatat pada tanah dan bangunan seluas 371 m² di Jakarta Selatan senilai Rp 23,18 miliar, serta tanah dan bangunan 356 m² senilai Rp 22,25 miliar.
Kendaraan dan Alat Transportasi
Total nilai kendaraan yang dimiliki Sahroni mencapai Rp 38,13 miliar. Koleksinya mencakup mobil mewah seperti Ferrari, Porsche, Tesla, dan Bentley, serta kendaraan klasik seperti Mustang tahun 1967 dan Mercedes-Benz SL 190B tahun 1957. Sahroni juga memiliki beberapa motor premium, termasuk Harley Davidson dan Vespa edisi terbaru maupun klasik.
Harta Lainnya
Selain properti dan kendaraan, Sahroni memiliki kas dan setara kas senilai Rp 78,36 miliar, harta bergerak lain senilai Rp 107,73 miliar, serta surat berharga senilai Rp 60 juta.
Utang dan Kekayaan Bersih
Sahroni tercatat memiliki utang sebesar Rp 34,96 miliar, sehingga total kekayaan bersihnya mencapai Rp 328,91 miliar.
Dengan jumlah kekayaan tersebut, Ahmad Sahroni menegaskan posisinya tidak hanya sebagai politikus berpengaruh, tetapi juga salah satu figur terkaya di lingkup DPR RI. Kekayaan ini menambah sorotan publik terhadap gaya hidup dan pernyataannya yang kerap kontroversial.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










