Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga

Jumat, 18 September 2026 06:00 WIB

Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul

Jumat, 18 September 2026 05:00 WIB

Wajib Coba Saat ke Bandung! Cendol Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1972

Jumat, 18 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 10 Destinasi Wisata Pilihan di Bandung Barat untuk Liburan Keluarga
  • Statistik Bicara! Teja Paku Alam Pimpin Rating Pemain Persib vs FC Seoul
  • Wajib Coba Saat ke Bandung! Cendol Legendaris Ini Sudah Ada Sejak 1972
  • Shin Tae-yong Buka Suara Jelang Persija vs Java United FC di Bali
  • Redmi Note 17 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai 10.000 mAh
  • Resmi Meluncur, Ini Deretan Fitur Canggih One UI 9 di Jajaran Galaxy S26 Series Beserta Cara Instalasinya
  • Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini
  • Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Air Mata Sang Ketua DPRD Magetan: Perjalanan Karier Suratno yang Berakhir di Balik Rompi Pink Kejaksaan

By Aga GustianaKamis, 23 April 2026 21:11 WIB2 Mins Read
Ketua DPRD Magetan, Surakno menangis usai ditetapkan tersangka korupsi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemandangan kontras tersaji di halaman Kejaksaan Negeri Magetan pada Kamis sore (23/4/2026). Suratno, pria yang memegang tongkat komando sebagai Ketua DPRD Magetan periode 2024-2029, terlihat tak kuasa menahan tangis. Mengenakan rompi merah jambu khas tahanan, politisi senior ini harus merelakan puncak karier politiknya terhenti seketika akibat pusaran korupsi.

Bukan sekadar kasus biasa, penetapan tersangka ini mengguncang publik lantaran melibatkan dana aspirasi atau pokok pikiran (pokir) yang seharusnya menjadi tumpuan harapan masyarakat Magetan.

Profil Suratno: Vokal di Podium, Tersungkur di Kasus Pokir

Dikenal sebagai politisi yang cukup disegani, Suratno merupakan representasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di usianya yang menginjak 52 tahun, ia sebenarnya sedang berada di masa keemasan karier politik.

  • Jejak Politik: Sebelum menduduki kursi Ketua DPRD, Suratno adalah sosok sentral sebagai Ketua Fraksi PKB (2019-2024).
  • Visi yang Kandas: Dalam berbagai forum, ia kerap menggaungkan penguatan UMKM, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga revitalisasi pariwisata Magetan.
  • Baru Seumur Jagung: Ironisnya, jabatan Ketua DPRD ini baru ia emban sekitar enam bulan sejak dilantik pada Oktober 2024 lalu.
Baca Juga:  10.000 Kader PKB Kabupaten Bandung Siap Kawal Kemenangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb di Pilkada 2024

Pusaran Kasus: Modus ‘Kendali Penuh’ dari Hulu ke Hilir

Kajari Magetan, Sabrul Iman, mengungkap bahwa Suratno tidak bekerja sendiri. Ada permainan sistematis yang dilakukan bersama koleganya dari Fraksi Nasdem, Juli Martana, dan mantan anggota dewan Jamaludin Malik.

Baca Juga:  Alami Kenaikan Suara di Jabar, PKB Amankan 190 Kursi Legislatif dari Berbagai Tingkatan

Penyidik menemukan pola yang cukup rapi: para oknum ini diduga menguasai seluruh alur dana hibah, mulai dari fase perencanaan hingga uang cair ke rekening. Dari total anggaran jumbo senilai Rp335,8 miliar, ditemukan jejak proyek-proyek fiktif yang disalurkan melalui belasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca Juga:  Emak-emak Histeris saat Dadang Supriatna Perkenalkan Ali Syakieb sebagai Cawabup Bandung

Tangis di Balik Jeruji Rutan Kelas II B

Meski dikenal vokal saat menyuarakan isu infrastruktur dan ketahanan pangan, ketegaran Suratno runtuh saat petugas menggelandangnya menuju mobil tahanan. Langkahnya lunglai menuju Rutan Kelas II B Magetan, tempat ia akan menghabiskan 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi birokrasi di Jawa Timur, bahwa jabatan mentereng dan narasi pro-rakyat bisa hancur seketika saat integritas digadaikan demi proyek lancung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

PKB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi gempa

Terjadi 118 Kali, Rangkaian Gempa Kabupaten Bandung Ternyata Berada di Area Ini

Polisi Amankan Pengrajin Kayu di Parongpong, Diduga Racik Bom hingga Uji Coba Puluhan Kali

pembunuhan

Cuma Gegara Rp600 Ribu? Rekonstruksi Ungkap Detik-Detik Kasus Handi di Sumedang

Terbongkar! Kakak Beradik Produksi Uang Palsu hingga Rp1 Miliar di Kabupaten Bandung

Jejak KM Arupadatu I Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Jurnalis di Selat Sunda Resmi Dihentikan

Lapas Sumedang

Over Kapasitas, Lapas Sukabumi Pindahkan 25 Napi ke Dua Daerah Ini

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.