Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Selasa, 3 November 2026 20:44 WIB

Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!

Selasa, 3 November 2026 20:40 WIB
Ilustrasi video syur

Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!

Selasa, 3 November 2026 20:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • BSU 2026 Cair Rp900 Ribu! Cek Syarat Terbaru dan Jadwal Transfer Kemnaker
  • Misi Balas Dendam! Melbourne Victory Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Persib Bandung
  • Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Dirombak Total oleh AFC, Ini Tanggal Barunya!
  • Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!
  • Kena Santet Jelang Persalinan? Pengakuan Mengejutkan Brisia Jodie Bikin Satu Indonesia Merinding!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Air Mata Sang Ketua DPRD Magetan: Perjalanan Karier Suratno yang Berakhir di Balik Rompi Pink Kejaksaan

By Aga GustianaKamis, 23 April 2026 21:11 WIB2 Mins Read
Ketua DPRD Magetan, Surakno menangis usai ditetapkan tersangka korupsi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemandangan kontras tersaji di halaman Kejaksaan Negeri Magetan pada Kamis sore (23/4/2026). Suratno, pria yang memegang tongkat komando sebagai Ketua DPRD Magetan periode 2024-2029, terlihat tak kuasa menahan tangis. Mengenakan rompi merah jambu khas tahanan, politisi senior ini harus merelakan puncak karier politiknya terhenti seketika akibat pusaran korupsi.

Bukan sekadar kasus biasa, penetapan tersangka ini mengguncang publik lantaran melibatkan dana aspirasi atau pokok pikiran (pokir) yang seharusnya menjadi tumpuan harapan masyarakat Magetan.

Profil Suratno: Vokal di Podium, Tersungkur di Kasus Pokir

Dikenal sebagai politisi yang cukup disegani, Suratno merupakan representasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di usianya yang menginjak 52 tahun, ia sebenarnya sedang berada di masa keemasan karier politik.

  • Jejak Politik: Sebelum menduduki kursi Ketua DPRD, Suratno adalah sosok sentral sebagai Ketua Fraksi PKB (2019-2024).
  • Visi yang Kandas: Dalam berbagai forum, ia kerap menggaungkan penguatan UMKM, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga revitalisasi pariwisata Magetan.
  • Baru Seumur Jagung: Ironisnya, jabatan Ketua DPRD ini baru ia emban sekitar enam bulan sejak dilantik pada Oktober 2024 lalu.
Baca Juga:  Berkat Tangan Dingin Dadang Supriatna, PKB Resmi Jadi 'Penguasa Baru' di Kabupaten Bandung

Pusaran Kasus: Modus ‘Kendali Penuh’ dari Hulu ke Hilir

Kajari Magetan, Sabrul Iman, mengungkap bahwa Suratno tidak bekerja sendiri. Ada permainan sistematis yang dilakukan bersama koleganya dari Fraksi Nasdem, Juli Martana, dan mantan anggota dewan Jamaludin Malik.

Baca Juga:  PKB Resmi Daftarkan Acep Adang-Gita KDI sebagai Cagub-Cawagub Jabar

Penyidik menemukan pola yang cukup rapi: para oknum ini diduga menguasai seluruh alur dana hibah, mulai dari fase perencanaan hingga uang cair ke rekening. Dari total anggaran jumbo senilai Rp335,8 miliar, ditemukan jejak proyek-proyek fiktif yang disalurkan melalui belasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca Juga:  Pembekalan usai Terpilih di Pileg 2024, 177 Legislator Ikuti Sekolah PUMR PKB Jabar

Tangis di Balik Jeruji Rutan Kelas II B

Meski dikenal vokal saat menyuarakan isu infrastruktur dan ketahanan pangan, ketegaran Suratno runtuh saat petugas menggelandangnya menuju mobil tahanan. Langkahnya lunglai menuju Rutan Kelas II B Magetan, tempat ia akan menghabiskan 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi birokrasi di Jawa Timur, bahwa jabatan mentereng dan narasi pro-rakyat bisa hancur seketika saat integritas digadaikan demi proyek lancung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

PKB
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Skandal Penyadapan Ilegal, Mabes Polri Tetapkan KSP Jenderal Listyo Sigit Tersangka!

Siapa Sebenarnya Herri Pras? Guru Besar Silat Kena Mental Diserbu Rombongan MMA Usai Hina UAS dan UAH!

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Sinyal Bahaya Emiten Raffi-Nagita: Saham RANS Ambles Lebih dari 50 Persen!

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.