Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Selasa, 15 September 2026 03:00 WIB
Game Free Fire

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis

Selasa, 15 September 2026 02:00 WIB

Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau

Selasa, 15 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis
  • Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
  • Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga
  • Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib
  • Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu
  • Andre Taulany Nikah Lagi?! Ini Sosok Calon Istri Ketua Geng Prediksi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aksi Buang Sampah di Gedung DPRD Jabar Tuai Kritik Dedi Mulyadi: Nambah Kerjaan!

By Aga GustianaJumat, 5 September 2025 10:17 WIB2 Mins Read
Gabungan Rakyat Anti Penggusuran menggelar aksi simbolik buang sampah di depan DPRD Jawa Barat, Kamis (4/9/2025). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (4/9/2025), berlangsung dengan cara yang tak lazim. Jika biasanya demonstrasi identik dengan aksi bakar ban, kali ini massa justru melemparkan sampah ke gerbang utama sebagai bentuk simbolik kekecewaan terhadap wakil rakyat.

Koordinator aksi, Angga, menjelaskan bahwa ide menggunakan sampah sebagai simbol muncul dari keresahan warga kampung kota Bandung yang merasa suaranya tak pernah didengar.

“Ini merupakan aksi responsif, tadi malam kita koordinasi dengan beberapa titik warga di kampung kota Bandung yang berlawan. Ada Dagoelos, Taman Sari Bersatu, Cipedas Melawan, Sukahaji Melawan, serta kawan-kawan di Rakyat Anti Penggusuran,” ujar Angga.

Tema aksi pun sengaja dibuat satir: Buang Sampah pada Tempatnya. Menurut Angga, makna simbolik itu jelas—DPRD dianggap tak ubahnya sampah lantaran tak bergeming melihat penderitaan rakyat.

Baca Juga:  Kenaikan Pertamax Bikin Waswas, DPRD Jabar Sebut Daya Beli Masyarakat Terancam Tergerus

“Demonstrasi di depan DPRD pun akhirnya kebanyakan masih sebatas simbolis. Maka warga menilai tempat ini selayaknya adalah tempat sampah. Apa bedanya mereka (dewan) dengan sampah, ketika tidak bergeming melihat rakyat menderita?” tegasnya.

Kritik Gubernur: Kontraproduktif

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara soal aksi yang ramai jadi sorotan karena menggunakan sampah. Ia menegaskan bahwa menyampaikan kritik adalah hak warga, namun cara melemparkan sampah dianggap tidak tepat.

“Saya sampaikan pada emak-emak yang kemarin ngelemparin gedung DPRD dengan sampah. Aduh, menyampaikan pendapatnya setuju nggak apa-apa, mendukung karena itu kebebasan dalam setiap orang dalam berdemokrasi menyampaikan kritik terbuka kepada penyelenggara negara,” kata Dedi dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Jumat (5/9/2025).

Baca Juga:  KDM: Pembangunan Infrastruktur Jabar Terus Digenjot Jelang Akhir 2025

Namun Dedi menyayangkan, sebab gedung DPRD itu baru sehari sebelumnya dibersihkan oleh komunitas pengemudi ojek online.

“Itu gedungnya sudah dibersihkan oleh teman-teman ojol. Jadi kalau teman-teman ojol sudah membersihkan gedung DPRD, sudah mengecatnya, sudah merapihkannya, tiba-tiba emak dan akang-akang, teteh-teteh melempari dengan sampah, perasaan nggak tepat deh. Tidak mencerminkan spirit orang Jawa Barat,” ujarnya.

Dedi mengingatkan agar ke depan, kritik tetap bisa disampaikan secara terbuka, tapi tanpa merusak hasil kerja orang lain. “Nanti jangan sudah bersih kemudian baru berdemo, melempari sampah, nambah kerjaan lagi,” katanya.

Baca Juga:  35 Tahun Tak Jumpa, Dedi Mulyadi Bertemu Lagi dengan Cinta Pertamanya Kokom Komariah

Sampah Jadi Bahasa Politik

Aksi ini memperlihatkan bentuk perlawanan yang berbeda dari biasanya. Sampah digunakan bukan sekadar sebagai benda buangan, tetapi sebagai bahasa politik untuk menyampaikan pesan: wakil rakyat yang dianggap tak berguna, diperlakukan setara dengan sampah.

Langkah simbolik itu sekaligus memperlihatkan kreativitas baru dalam tradisi demonstrasi di Indonesia—jarang ada massa aksi yang memilih “sampah” sebagai senjata protes ketimbang nyala api atau ban terbakar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DPRD Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.