Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Harga Pertamax Melonjak Mulai 10 Juni 2026, Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Jumat, 12 Juni 2026 15:41 WIB

Menghitung Hari Menuju Pelaminan, Intip Rangkaian Momen Spesial Jennifer Coppen dan Justin Hubner

Jumat, 12 Juni 2026 15:34 WIB

Sempat Viral Dikira Bocah TK, Mahasiswi Mungil Ini Bungkam Pembully dan Siap Lanjut S2!

Jumat, 12 Juni 2026 15:19 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Pertamax Melonjak Mulai 10 Juni 2026, Ternyata Ini Penyebab Utamanya
  • Menghitung Hari Menuju Pelaminan, Intip Rangkaian Momen Spesial Jennifer Coppen dan Justin Hubner
  • Sempat Viral Dikira Bocah TK, Mahasiswi Mungil Ini Bungkam Pembully dan Siap Lanjut S2!
  • Resmi! Dadang Supriatna Kembali Pimpin PKB Kabupaten Bandung Hingga 2031
  • Ratusan Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagar #MenujuIndonesiaBangkrut Menggema di Jakarta
  • Bek Persib Ini Sebut Portugal Paling Siap Angkat Trofi Piala Dunia 2026
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Klasemen Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko di Puncak, Korea Selatan Membuntuti Ketat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 12 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Aksi Buang Sampah di Gedung DPRD Jabar Tuai Kritik Dedi Mulyadi: Nambah Kerjaan!

By Aga GustianaJumat, 5 September 2025 10:17 WIB2 Mins Read
Gabungan Rakyat Anti Penggusuran menggelar aksi simbolik buang sampah di depan DPRD Jawa Barat, Kamis (4/9/2025). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (4/9/2025), berlangsung dengan cara yang tak lazim. Jika biasanya demonstrasi identik dengan aksi bakar ban, kali ini massa justru melemparkan sampah ke gerbang utama sebagai bentuk simbolik kekecewaan terhadap wakil rakyat.

Koordinator aksi, Angga, menjelaskan bahwa ide menggunakan sampah sebagai simbol muncul dari keresahan warga kampung kota Bandung yang merasa suaranya tak pernah didengar.

“Ini merupakan aksi responsif, tadi malam kita koordinasi dengan beberapa titik warga di kampung kota Bandung yang berlawan. Ada Dagoelos, Taman Sari Bersatu, Cipedas Melawan, Sukahaji Melawan, serta kawan-kawan di Rakyat Anti Penggusuran,” ujar Angga.

Tema aksi pun sengaja dibuat satir: Buang Sampah pada Tempatnya. Menurut Angga, makna simbolik itu jelas—DPRD dianggap tak ubahnya sampah lantaran tak bergeming melihat penderitaan rakyat.

Baca Juga:  Sempat Dicari Berhari-Hari, Kerabat Dedi Mulyadi Ditemukan Selamat di Tengah Pengungsian

“Demonstrasi di depan DPRD pun akhirnya kebanyakan masih sebatas simbolis. Maka warga menilai tempat ini selayaknya adalah tempat sampah. Apa bedanya mereka (dewan) dengan sampah, ketika tidak bergeming melihat rakyat menderita?” tegasnya.

Kritik Gubernur: Kontraproduktif

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara soal aksi yang ramai jadi sorotan karena menggunakan sampah. Ia menegaskan bahwa menyampaikan kritik adalah hak warga, namun cara melemparkan sampah dianggap tidak tepat.

“Saya sampaikan pada emak-emak yang kemarin ngelemparin gedung DPRD dengan sampah. Aduh, menyampaikan pendapatnya setuju nggak apa-apa, mendukung karena itu kebebasan dalam setiap orang dalam berdemokrasi menyampaikan kritik terbuka kepada penyelenggara negara,” kata Dedi dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Jumat (5/9/2025).

Baca Juga:  Sapa Warga Cicendo, Rafael Situmorang Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Bantuan Sosial

Namun Dedi menyayangkan, sebab gedung DPRD itu baru sehari sebelumnya dibersihkan oleh komunitas pengemudi ojek online.

“Itu gedungnya sudah dibersihkan oleh teman-teman ojol. Jadi kalau teman-teman ojol sudah membersihkan gedung DPRD, sudah mengecatnya, sudah merapihkannya, tiba-tiba emak dan akang-akang, teteh-teteh melempari dengan sampah, perasaan nggak tepat deh. Tidak mencerminkan spirit orang Jawa Barat,” ujarnya.

Dedi mengingatkan agar ke depan, kritik tetap bisa disampaikan secara terbuka, tapi tanpa merusak hasil kerja orang lain. “Nanti jangan sudah bersih kemudian baru berdemo, melempari sampah, nambah kerjaan lagi,” katanya.

Baca Juga:  Hasil Survei: Kepuasan Masyarakat Jabar Capai 97 Persen untuk Kinerja Dedi Mulyadi

Sampah Jadi Bahasa Politik

Aksi ini memperlihatkan bentuk perlawanan yang berbeda dari biasanya. Sampah digunakan bukan sekadar sebagai benda buangan, tetapi sebagai bahasa politik untuk menyampaikan pesan: wakil rakyat yang dianggap tak berguna, diperlakukan setara dengan sampah.

Langkah simbolik itu sekaligus memperlihatkan kreativitas baru dalam tradisi demonstrasi di Indonesia—jarang ada massa aksi yang memilih “sampah” sebagai senjata protes ketimbang nyala api atau ban terbakar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aksi lempar sampah aksi unik demo Dedi Mulyadi demo DPRD Jabar DPRD Jawa Barat protes warga Bandung Rakyat Anti Penggusuran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Pertamax Melonjak Mulai 10 Juni 2026, Ternyata Ini Penyebab Utamanya

Resmi! Dadang Supriatna Kembali Pimpin PKB Kabupaten Bandung Hingga 2031

Ratusan Mahasiswa Turun ke Jalan, Tagar #MenujuIndonesiaBangkrut Menggema di Jakarta

Gagal Tawuran di Bandung! 4 Remaja Diciduk Polisi Bawa Samurai dan Celurit

Sudah Belajar Berbulan-Bulan, Siswi SD di Sukabumi Ini Gagal OSN Akibat Pemadaman Listrik

Jawab Keluhan Masyarakat, Komisi V DPRD Jabar Pertimbangkan Pansus untuk Bongkar Sengkarut SPMB

Terpopuler
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Video Full Cut Salwa di Telegram Viral, Link Dicari Warganet! Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.