Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT

Rabu, 21 Oktober 2026 06:00 WIB

Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam

Rabu, 21 Oktober 2026 05:00 WIB

Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan

Rabu, 21 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT
  • Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam
  • Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan
  • Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya
  • Bikin Ketagihan! Ini 10 Kuliner Hits di Cianjur yang Wajib Dicicipi Saat Liburan Akhir Tahun
  • 15 Spot Wisata Terbaik di Cianjur Buat ‘Short Escape’ Akhir Pekan
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
  • Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Alami Pergeseran Tanah, 10 Rumah dan 1 Sekolah Rusak di Desa Cibedug KBB

By Putri Mutia RahmanRabu, 28 Februari 2024 16:15 WIB2 Mins Read
Ilustrasi pergerakan tanah. (Shutterstock)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bencana pergerakan tanah yang kedalaman mencapai 50 sentimeter melanda Kampung Cigombong, RT 04/13, Desa Cibedug Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Akibatnya Sebanyak 10 rumah dan satu sekolah di rusak berat.

Kepala Desa Cibedug, Engkus Kustendi mengatakan, pergerakan tanah tersebut mulai muncul pada 19 Februari 2024 dan hingga saat ini pergerakan tanah terus terjadi dan mengancam 44 rumah lainnya

“Sampai sekarang semakin parah. Jadi tanah itu ada yang ambles sampai lebih dari 50 sentimeter,” ujar, Rabu (28/2/2024).

Engkus melanjutkan, adapun warga yang rumahnya terdampak saat ini terpaksa diungsikan, sedangkan 44 unit rumah dan sekolah yang rawan terkena susulan sudah tidak dipakai lagi untuk sementara ini.

“Untuk warga yang rumahnya rusak sudah mengungsi ke rumah saudaranya. Kemudian untuk sekolah, sekarang sudah tidak bisa dipakai karena akan membahayakan murid nanti,” ucap Engkus.

Selain bangunan, pergerakan tanah juga menyebabkan jalan kampung rusak. Warga kemudian membuat jalur alternatif agar bisa dilintasi kendaraan. 

Baca Juga:  Menanti Perbaikan, Warga Padalarang Andalkan Jembatan Bambu untuk Aktivitas Sehari-hari

“Jalan kampungnya juga ambles, jadi kendaraan tidak bisa lewat. Sekarang warga membuat jalur alternatif,” ucapnya. 

Mengonfirmasi hal tersebut, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Asep Sehabudin, mengungkap hasil sementara dugaan awal bencana itu,  ia menyebut hal itu disebabkan kondisi tanah labil sehingga tidak kuat saat hujan deras mengguyur selama tiga hari berturut-turut.

Baca Juga:  Ribuan Pelari Basah-basahan di Sierra Water Festival, Fun Run Unik Pertama di Bandung Raya

“Dugaan awal karena hujan deras berhari-hari dan tanah labil,” katanya

Asep mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat dan Badan Geologi untuk melakukan kajian di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jabar Pastikan Korban Longsor di Bandung Barat Direlokasi

“Cuma kita harus pastikan lagi penyebabnya berdasarkan kajian pihak terkait seperti Badan Geologi,” ucapnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.