Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi isi BBM

Stok BBM di Kota Bandung Terkendali, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Selasa, 31 Maret 2026 21:00 WIB

Link Asli Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Sudah Beredar? Waspada Jebakan Ini

Selasa, 31 Maret 2026 20:46 WIB

Dulu Dihujat Kini Dipuja! Curhat Haru Beckham Putra Usai Berjuang Mati-matian untuk Timnas Indonesia

Selasa, 31 Maret 2026 20:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Stok BBM di Kota Bandung Terkendali, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying
  • Link Asli Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Sudah Beredar? Waspada Jebakan Ini
  • Dulu Dihujat Kini Dipuja! Curhat Haru Beckham Putra Usai Berjuang Mati-matian untuk Timnas Indonesia
  • Fokus Juara! Marc Klok Bongkar Kesiapan Persib Jelang Laga Penting
  • Dedi Mulyadi Klaim 90 Persen Masalah Bandung Zoo Tuntas, Tinggal Cari Pengelola Baru
  • Wajib Coba! 4 Aktivitas Seru di Bandung Ini Bikin Akhir Pekan Gak Ngebosenin
  • Siapa Terfi Meisya? Sosok Bocah Ajaib Lampung yang Bikin Atlet 78 Negara Takjub di World Junior Wushu 2026
  • Turun ke Jalan! Ratusan Ojol Protes Kebijakan Gerbang Unpad
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 31 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Amarah Warga Bandung Barat Memuncak, Blokade Jalan Perumahan Mewah Diduga Penyebab Banjir

By Aga GustianaSabtu, 19 April 2025 17:29 WIB2 Mins Read
Bandung Barat
Warga blokade perumahan mewah di Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Puluhan warga dari sejumlah RW di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, meluapkan kemarahan mereka dengan memblokade jalan utama menuju perumahan elit The Emeralda Resort, Sabtu (19/4/2025). Aksi ini menjadi puncak dari kekesalan warga atas dampak lingkungan yang ditimbulkan proyek perumahan mewah tersebut.

Menurut warga, The Emeralda Resort yang dibangun di kawasan puncak Gunung Kacapi telah mengakibatkan banjir berulang ke permukiman warga di bawahnya. Setiap hujan deras turun, air mengalir deras membawa lumpur, masuk ke rumah-rumah warga tanpa ampun.

“Yang terdampak ada 12 RW. Setiap hujan, air dari atas (perumahan) langsung limpas ke bawah dan masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Hidayat (60), salah satu tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Inilah Akar Sengketa Lahan yang Mengancam Eksistensi SMAN 1 Bandung

Baca Juga:  Satu Orang Ditemukan, 9 Korban Longsor di Bandung Barat Masih Dalam Pencarian

Pembangunan The Emeralda Resort disebut telah mengubah bentang alam secara drastis. Lereng Gunung Kacapi yang dulunya hijau, kini disulap menjadi deretan rumah mewah berlapis beton. Sayangnya, proses pembangunan ini mengorbankan daerah resapan air alami, sehingga air hujan tak lagi terserap dengan baik.

Warga juga menyoroti buruknya sistem irigasi proyek. Saluran air yang dibangun pengembang dinilai tidak memadai untuk menampung debit air tinggi, sehingga air dengan mudah meluap ke permukiman.

Baca Juga:  Bey Machmudin Rencanakan Relokasi Warga Terdampak Banjir di Indramayu

“Sudah beberapa kali kami unjuk rasa ke pihak The Emeralda, tapi tidak pernah digubris. Kami merasa diabaikan,” tegas Hidayat.

Salah satu warga yang terdampak langsung, Hendar (41), mengaku rumahnya di Kampung Gantungan RT 01 RW 14 selalu terendam lumpur usai hujan lebat. Lebih mengerikan, posisi rumahnya yang berada di ujung tebing membuat ia khawatir akan terjadi longsor.

Baca Juga: Lahan SMAN 1 Bandung Terancam Disita, PTUN Kabulkan Gugatan Perkumpulan Lyceum Kristen

“Kalau banjir terus-terusan, saya khawatir satu saat longsor terjadi dan rumah saya ambruk ke danau bekas galian pasir. Mungkin kecil sekali kemungkinan saya dan keluarga bisa selamat,” kata Hendar, penuh kekhawatiran.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir dan Longsor di Sukabumi, 1 Orang Tewas dan 7 Hilang

Warga menyebut bahwa mereka sudah menahan diri selama dua tahun terakhir sejak proyek perumahan ini dimulai. Namun karena tidak adanya tanggapan dari pihak pengembang, warga kini memilih turun ke jalan dan melakukan aksi nyata.

“Dua tahun kami diam. Tapi sekarang mungkin kesabaran kami sudah habis,” tegas Hendar.

Aksi blokade ini menjadi sinyal kuat bagi pihak pengembang dan pemerintah daerah bahwa persoalan ini tak bisa terus dibiarkan. Warga menuntut solusi nyata, bukan janji manis, agar bencana yang terus berulang ini segera dihentikan sebelum menelan korban jiwa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat banjir Padalarang Perumahan warga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi isi BBM

Stok BBM di Kota Bandung Terkendali, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Bandung Zoo

Dedi Mulyadi Klaim 90 Persen Masalah Bandung Zoo Tuntas, Tinggal Cari Pengelola Baru

Siapa Terfi Meisya? Sosok Bocah Ajaib Lampung yang Bikin Atlet 78 Negara Takjub di World Junior Wushu 2026

Ribuan pengemudi ojol melakukan aksi damai di depan Istana Merdeka, 20 Mei 2025.

Turun ke Jalan! Ratusan Ojol Protes Kebijakan Gerbang Unpad

Ilustrasi isi BBM

Kabar Gembira! Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026

Kebakaran Hebat di Cidadap Bandung! Satu Rumah Ludes Dilalap Api

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.