Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Minggu, 21 Juni 2026 18:46 WIB
Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

Minggu, 21 Juni 2026 18:17 WIB

Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI

Minggu, 21 Juni 2026 17:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2
  • UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile
  • Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI
  • Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
  • TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen
  • Bikin Tuchel Menyesal?! Begini Cara Elegan Harry Maguire Balas Dendam Usai Dicoret dari Piala Dunia
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Viral, Ini Isi Sebenarnya yang Bikin Penasaran
  • Bursa Transfer Liga 1 2026/2027 Memanas: Persija Incar Kevin Mendoza, Persib Gerak Cepat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 21 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ancaman Monopoli Transportasi! Organda Jabar Desak Pemerintah Tinjau Ulang Izin Operator Asing

By SusanaSelasa, 20 Mei 2025 18:35 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Taxi. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana masuknya investor asing yang mengajukan izin pengoperasian armada taksi di kawasan Bandung Raya menuai respons keras dari DPD Organda Jawa Barat.

Permohonan izin itu diketahui mencakup 2.000 unit kendaraan, yang dinilai bisa berdampak besar pada keberlangsungan pelaku usaha lokal.

Sekretaris DPD Organda Jabar, Ifan Nurmufidin, mengingatkan pemerintah agar tidak sembarangan mengeluarkan izin, terutama tanpa memikirkan keberlanjutan usaha transportasi yang telah lebih dulu beroperasi di daerah.

“Dari sembilan perusahaan taksi yang dulu aktif di Bandung Raya, kini hanya segelintir yang masih bertahan. Yang lainnya sudah tumbang karena berbagai tekanan,” kata Ifan, Selasa (20/5/2025).

Ifan menilai, salah satu penyebab surutnya bisnis taksi lokal adalah pertumbuhan angkutan berbasis aplikasi yang belum sepenuhnya diawasi secara ketat dan belum diatur secara adil melalui regulasi. Ia menyebut masuknya operator asing berpotensi memperkeruh situasi.

Baca Juga:  Dishub Jabar Akan Benahi Jalanan Bandung Raya untuk Uji Coba BRT

“Masalah taksi online saja belum selesai, sekarang malah muncul rencana masuknya operator asing. Ini bisa memperparah ketimpangan,” ujarnya.

Menurutnya, Organda Jabar menolak tegas jika investor asing tersebut berperan sebagai operator langsung.

Apalagi, perusahaan itu juga diketahui sebagai produsen kendaraan listrik yang akan digunakan untuk layanan taksi, yang bisa membuka peluang dominasi pasar.

“Kalau mereka jadi operator sekaligus penyedia kendaraan, artinya mereka kuasai dua sisi sekaligus. Itu bisa mematikan usaha lokal,” tegasnya.

Ifan menilai lebih bijak jika perusahaan asing hanya berperan sebagai mitra dalam transformasi kendaraan ramah lingkungan. Namun demikian, ia menyadari bahwa perpindahan ke armada listrik masih menjadi tantangan besar, khususnya dari segi biaya.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem, Cegah Serangan Penyakit dengan Aksi CERDIK

“Tanpa dukungan insentif atau subsidi, pengusaha lokal sulit bersaing. Harga kendaraan listrik masih sangat tinggi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan potensi strategi “bakar uang” yang kerap dilakukan investor asing dalam merebut pasar.

“Bisa saja mereka masuk dengan tarif murah, menjatuhkan pasar, lalu menguasai setelah pelaku lokal kolaps. Ini strategi yang perlu diwaspadai,” kata Ifan.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan peran vital pengusaha lokal dalam mendukung transportasi publik dan berharap pemerintah tidak mengabaikan kontribusi mereka demi masuknya modal asing.

Organda Kota Bandung Tegaskan Penolakan

Sementara itu, Ketua DPC Organda Kota Bandung, Neneng Djuraidah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengikuti rapat dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jabar pada 15 Mei 2025, terkait hasil kajian perusahaan asing yang mengajukan izin baru, yakni PT Xanh SM Green and Smart Mobility.

Baca Juga:  Sekda Jabar Periksa Kondisi Sampah di Pasar Induk Caringin

“Dalam forum tersebut, mayoritas peserta rapat sepakat menolak pengajuan izin baru dari perusahaan asing tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, pihak Dishub kota/kabupaten menyarankan agar skema kerja sama bisa tetap dibuka melalui pola kemitraan dengan pelaku usaha lokal.

“Jika ingin masuk, lebih baik jadi mitra, bukan operator langsung. Itu lebih adil dan menjaga ekosistem transportasi yang sudah ada,” tandas Neneng.

Dengan penolakan yang datang dari berbagai pihak, Organda berharap pemerintah bisa mengambil keputusan yang berpihak pada keberlanjutan bisnis lokal dan memperkuat kemandirian transportasi publik di Bandung Raya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Raya Organda Jabar perusahaan asing taksi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen

Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung

Bukan Dipaksa?! Ini Alasan Dua Bocah Mau Ikut Ibunya Ngamen Sampai Larut Malam

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.