Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lelah Bukan Alasan! Marc Klok Minta Persib Habis-habisan di Jatidiri

Minggu, 8 November 2026 12:01 WIB

Apes! Veda Ega Pratama Kedelapan di Kualifikasi, tapi Terlempar ke Start ke-14

Minggu, 8 November 2026 11:56 WIB

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Minggu, 8 November 2026 11:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lelah Bukan Alasan! Marc Klok Minta Persib Habis-habisan di Jatidiri
  • Apes! Veda Ega Pratama Kedelapan di Kualifikasi, tapi Terlempar ke Start ke-14
  • Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung
  • Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan
  • 10 Laga dalam 30 Hari! Igor Tolic Ungkap Kondisi Persib Jelang Lawan Java United
  • Harga Emas Antam Hari Ini Diam di Rp2,5 Juta, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?
  • Tumbuh Jauh dari Azan, Bobotoh Cilik Ini Justru Khatam 30 Juz di Usia 9 Tahun
  • Bansos Salah Sasaran? Begini Cara Lapor Lewat Fitur Sanggah Aplikasi Kemensos!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 8 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ancaman Monopoli Transportasi! Organda Jabar Desak Pemerintah Tinjau Ulang Izin Operator Asing

By SusanaSelasa, 20 Mei 2025 18:35 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Taxi. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rencana masuknya investor asing yang mengajukan izin pengoperasian armada taksi di kawasan Bandung Raya menuai respons keras dari DPD Organda Jawa Barat.

Permohonan izin itu diketahui mencakup 2.000 unit kendaraan, yang dinilai bisa berdampak besar pada keberlangsungan pelaku usaha lokal.

Sekretaris DPD Organda Jabar, Ifan Nurmufidin, mengingatkan pemerintah agar tidak sembarangan mengeluarkan izin, terutama tanpa memikirkan keberlanjutan usaha transportasi yang telah lebih dulu beroperasi di daerah.

“Dari sembilan perusahaan taksi yang dulu aktif di Bandung Raya, kini hanya segelintir yang masih bertahan. Yang lainnya sudah tumbang karena berbagai tekanan,” kata Ifan, Selasa (20/5/2025).

Ifan menilai, salah satu penyebab surutnya bisnis taksi lokal adalah pertumbuhan angkutan berbasis aplikasi yang belum sepenuhnya diawasi secara ketat dan belum diatur secara adil melalui regulasi. Ia menyebut masuknya operator asing berpotensi memperkeruh situasi.

Baca Juga:  Catat, Jadwal dan Lokasi Operasi Murah di Kota dan Kabupaten Bandung

“Masalah taksi online saja belum selesai, sekarang malah muncul rencana masuknya operator asing. Ini bisa memperparah ketimpangan,” ujarnya.

Menurutnya, Organda Jabar menolak tegas jika investor asing tersebut berperan sebagai operator langsung.

Apalagi, perusahaan itu juga diketahui sebagai produsen kendaraan listrik yang akan digunakan untuk layanan taksi, yang bisa membuka peluang dominasi pasar.

“Kalau mereka jadi operator sekaligus penyedia kendaraan, artinya mereka kuasai dua sisi sekaligus. Itu bisa mematikan usaha lokal,” tegasnya.

Ifan menilai lebih bijak jika perusahaan asing hanya berperan sebagai mitra dalam transformasi kendaraan ramah lingkungan. Namun demikian, ia menyadari bahwa perpindahan ke armada listrik masih menjadi tantangan besar, khususnya dari segi biaya.

Baca Juga:  Bandung Terancam Gempa Besar, Ini Daerah Paling Rawan Akibat Sesar Lembang

“Tanpa dukungan insentif atau subsidi, pengusaha lokal sulit bersaing. Harga kendaraan listrik masih sangat tinggi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan potensi strategi “bakar uang” yang kerap dilakukan investor asing dalam merebut pasar.

“Bisa saja mereka masuk dengan tarif murah, menjatuhkan pasar, lalu menguasai setelah pelaku lokal kolaps. Ini strategi yang perlu diwaspadai,” kata Ifan.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan peran vital pengusaha lokal dalam mendukung transportasi publik dan berharap pemerintah tidak mengabaikan kontribusi mereka demi masuknya modal asing.

Organda Kota Bandung Tegaskan Penolakan

Sementara itu, Ketua DPC Organda Kota Bandung, Neneng Djuraidah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengikuti rapat dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jabar pada 15 Mei 2025, terkait hasil kajian perusahaan asing yang mengajukan izin baru, yakni PT Xanh SM Green and Smart Mobility.

Baca Juga:  Bey Machmudin Gencarkan Solusi Pengelolaan Sampah di Bandung Raya

“Dalam forum tersebut, mayoritas peserta rapat sepakat menolak pengajuan izin baru dari perusahaan asing tersebut,” ujarnya.

Meski demikian, pihak Dishub kota/kabupaten menyarankan agar skema kerja sama bisa tetap dibuka melalui pola kemitraan dengan pelaku usaha lokal.

“Jika ingin masuk, lebih baik jadi mitra, bukan operator langsung. Itu lebih adil dan menjaga ekosistem transportasi yang sudah ada,” tandas Neneng.

Dengan penolakan yang datang dari berbagai pihak, Organda berharap pemerintah bisa mengambil keputusan yang berpihak pada keberlanjutan bisnis lokal dan memperkuat kemandirian transportasi publik di Bandung Raya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Raya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan

Ilustrasi video syur

Heboh 7 Versi Video Mesum Karyawati Pabrik di Jombang, Mantan Kekasih Diringkus Polisi!

Geger Balita 2 Tahun di Garut Diculik Mobil Avanza Putih, Polisi Buru Pelaku

Misteri Poster Munaslub Golkar 29 November: Siapa ‘Gank Solo’ & Komprador di Balik Layar?

Viral Video Camat Injak Punggung Pria Demi Seberangi Kubangan, Pemkab Buka Suara!

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.