bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyoroti kecilnya porsi anggaran sektor ekonomi di APBD Provinsi Jawa Barat. Ia menilai, ke depan diperlukan penguatan program pemberdayaan masyarakat agar dampaknya lebih langsung dirasakan warga di daerah pemilihan (dapil).
Hal tersebut disampaikan Rafael saat berdialog dengan masyarakat dalam kegiatan reses di Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Rabu (18/2/2026).
Rafael mengatakan, selain menyerap aspirasi, kunjungan ke dapil juga diarahkan untuk merancang program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ke depan, ketika kita terjun ke dapil, fokusnya juga pemberdayaan masyarakat. Kita ingin melihat potensi ekonomi lokal dan bagaimana pemerintah provinsi bisa mendukung,” ujarnya.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat menjadi penting untuk meningkatkan kesejahteraan, khususnya melalui penguatan UMKM, pelatihan keterampilan, hingga akses permodalan.
Ia mengungkapkan, anggaran sektor ekonomi di APBD Jawa Barat masih tergolong minim. “Kalau dari sisi anggaran ekonomi provinsi, jujur saja masih kecil. Hanya sekitar Rp161 miliar atau 0,54 persen dari total APBD,” kata Rafael.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan dalam mendorong program ekonomi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Rafael menjelaskan, besaran anggaran yang terbatas juga dipengaruhi kebijakan eksekutif yang lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Ia menyebut alokasi infrastruktur mencapai sekitar Rp4,75 triliun.
Menurutnya, pemerintah berharap pembangunan infrastruktur dapat memicu perputaran ekonomi, seperti membuka peluang kerja bagi kontraktor, tenaga kerja proyek, hingga sektor pendukung lainnya.
“Harapannya, penguatan infrastruktur bisa mendorong pertumbuhan ekonomi karena ada perputaran uang dan tenaga kerja,” ujarnya.
Namun, Rafael mengingatkan bahwa pembangunan fisik saja belum tentu efektif dalam menyerap tenaga kerja secara luas.
“Biasanya, anggaran besar di infrastruktur tidak selalu banyak menyerap lapangan kerja. Karena itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat tetap perlu diperkuat,” pungkasnya.
Ia berharap ke depan terjadi keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh warga Jawa Barat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











