Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Performa Gemilang Beckham Putra di FIFA Series 2026: Penantian Panjang yang Berbuah Manis

Sabtu, 28 Maret 2026 07:36 WIB
Kode Redeem FF

Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up

Sabtu, 28 Maret 2026 06:00 WIB

Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?

Sabtu, 28 Maret 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Performa Gemilang Beckham Putra di FIFA Series 2026: Penantian Panjang yang Berbuah Manis
  • Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up
  • Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?
  • Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah
  • Persib Wajib Waspada! Guillermo Fernandez Siap Jadi Mimpi Buruk di Padang
  • Terbongkar Rahasia Gelap di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Konten Luar Negeri?
  • AWAS JEBAKAN! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Umpan Hacker Curi Data Pribadi, Jangan Klik!
  • Dulu Viral, Sekarang Abadi! Kisah Dibalik Patung ‘Rantai Manusia’ di Kazakhstan yang Bikin Haru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anggaran Fogging Terbatas, Warga Sumedang Diminta Giatkan Gerakan Jumsih untuk Cegah DBD

By Putra JuangSenin, 11 Maret 2024 14:22 WIB2 Mins Read
Fogging. (Foto: Dinkes DKI Jakarta)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang mengingatkan, masyarakat untuk selalu mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Sub Sektor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular (P2MPTM), Aan Sugandi mengatakan, dengan kondisi cuaca di wilayah Sumedang yang setiap harinya diguyur hujan, berpotensi menjadi sarang-sarang nyamuk khususnya nyamuk aedes aegypti.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat ikut berperan aktif untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara mandiri, dengan langkah-langkah antisipatif termasuk upaya fogging.

“Akan tetapi kalau sekedar fogging merupakan upaya yang mubazir karena hari ini fogging besok nyamuk-nyamuk lainnya sudah bisa bertebaran lagi. Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa yang sudah sanggup terbang, sedangkan telur atau jentiknya tidak akan hilang,” kata Aan, Senin (11/3/2024).

Baca Juga:  Kecelakaan Beruntun di Jatinangor: Tabrak 4 Kendaraan, Seorang Jukir Tewas

Aan mengakui, hampir setiap wilayah yang melaporkan kasus DBD melalui aparatur ataupun secara langsung dari masyarakat selalu meminta fogging. Namun lantaran keterbatasan anggaran pihaknya tidak bisa mengeluarkan biaya untuk fogging yang dibiayai pemerintah.

“Mulanya dianggarkan dinkes, akan tetapi tahun ini tidak ada sehingga terakhir dari Jatinunggal dan Sumedang Utara yang mengajukan fogging kami arahkan ke fogging swadaya, masyarakat menyediakan alat, dan obat disediakan oleh dinkes. Adapun untuk operasional, tenaga ahli solar dan operasional sehingga semuanya saling memahami,” tuturnya.

Baca Juga:  Pemkab Sumedang Bakal Berlakukan Sertifikasi Halal untuk Pedagang Jajanan di Sekolah

Aan berharap, masyarakat kembali menggiatkan gerakan Jumat Bersih (Jumsih). Terlebih dengan kegiatan jumsih dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan DBD dapat dicegah.

“Saat datangnya musim hujan saat ini memang menjadi potensi adanya kasus DBD, namun demikian bila lingkungan tetap dijaga kebersihannya maka DPD dapat dicegah. Yang terpenting adalah jangan biarkan media yang berpotensi untuk berkembangnya nyamuk seperti genangan air,” tandasnya.

Baca Juga:  DBD di Sumedang Meningkat Drastis, Ada 2 Ribu Kasus dan 7 Orang Meninggal

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DBD Demam Berdarah Dengue Dinkes Fogging Kabupaten Sumedang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Dramatis! Polisi dan Korban Kompak Jebak Maling Motor di Ujungberung

Mencekam! Langit Israel Dipenuhi Gagak Saat Konflik Timur Tengah Memanas

Kecelakaan Maut di Nagreg, Satu Orang Tewas Usai Tertabrak Mobil Boks

Dua Pelajar Terseret Ombak di Pangandaran, Satu Selamat Satu Masih Hilang

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Turun Tajam! Kini Rp 2,81 Juta per Gram, Ini Daftarnya

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.