Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kabar Baik! 33 Juta Warga Bakal Terima Bantuan Beras 30 Kg, Cek Apakah Anda Termasuk

Rabu, 5 Agustus 2026 21:14 WIB

Pecah Tangis Ruben Onsu! Akhirnya Buka Suara Soal Perceraian hingga Ucapan ‘Anak Pungut’ Onyo

Rabu, 5 Agustus 2026 21:00 WIB

Bukan Pemain Pelapis! Umuh Ungkap Kualitas Skuad Persib yang Bikin Lawan Ketar Ketir

Rabu, 5 Agustus 2026 20:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kabar Baik! 33 Juta Warga Bakal Terima Bantuan Beras 30 Kg, Cek Apakah Anda Termasuk
  • Pecah Tangis Ruben Onsu! Akhirnya Buka Suara Soal Perceraian hingga Ucapan ‘Anak Pungut’ Onyo
  • Bukan Pemain Pelapis! Umuh Ungkap Kualitas Skuad Persib yang Bikin Lawan Ketar Ketir
  • Nekat Beraksi Demi Susu Anak, Pasutri Jambret HP di Panyileukan Bandung
  • Garuda di Ujung Tanduk! Cek Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura
  • Persib Tak Siapkan Konvoi Jika Juara Piala Presiden 2026, Fokus Bidik Liga dan ACL 2
  • Dedi Mulyadi Siapkan Gerakan hingga Desa untuk Berantas Peredaran Tramadol di Jawa Barat
  • Pendaftaran Magang Kemenkeu 2026 Batch 2 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Asal-Usul Nama Cileunyi, dari Mata Air Jernih Jadi Ikon Kemacetan Timur Bandung

By SusanaRabu, 14 Mei 2025 04:00 WIB2 Mins Read
Jalan Cileunyi. (Foto: Dok. Orcapada)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Cileunyi, nama yang hampir pasti disebut setiap kali warga Bandung dan pemudik dari arah timur membicarakan kemacetan.

Kawasan yang terletak di ujung timur Kabupaten Bandung ini memang dikenal sebagai titik paling padat di jalur perlintasan menuju Bandung Raya. Setiap hari, lalu lintas dari arah Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, hingga Jawa Tengah tumpah ruah di Cileunyi.

Tak heran, kemacetan panjang kerap menjadi pemandangan rutin, bahkan bisa menjalar hingga lebih dari lima kilometer dari Gerbang Tol Purbaleunyi sampai ke perempatan Cibiru.

Namun, di balik reputasinya sebagai kawasan langganan macet, Cileunyi ternyata menyimpan cerita asal-usul nama yang tenang, alami, dan kerap disalahartikan.

Dilansir dari berbagai sumber, nama “Cileunyi” berasal dari bahasa Sunda, yakni “cai” yang berarti air dan “lunyu” yang berarti jernih.

Konon, di masa lalu, tepat di depan lokasi Terminal Cileunyi saat ini, terdapat sebuah sumber mata air yang sangat jernih dan menjadi andalan masyarakat setempat.

Sumber mata air itu terletak di bawah pohon beringin besar, yang menurut warga sekitar, dulu menjadi tempat berkumpul dan istirahat karena suasananya yang sejuk dan segar.

Karena kejernihan airnya, warga menyebut tempat itu “Cai-Lunyu”, yang kemudian berubah pelafalan menjadi “Cileunyi”. Dari sinilah nama kawasan ini berasal, jauh dari bayangan tentang kendaraan padat dan deru klakson yang kini mendominasi.

Secara administratif, Kecamatan Cileunyi baru terbentuk pada tahun 1987. Pembentukannya merupakan dampak dari pemekaran wilayah Kota Bandung. Wilayah yang sebelumnya termasuk Kecamatan Ujungberung kemudian dibagi, dan sebagian darinya menjadi Kecamatan Cileunyi serta Cilengkrang.

Sejak saat itu, Cileunyi terus berkembang menjadi simpul transportasi penting di Jawa Barat. Kawasan ini kini menjadi titik temu empat jalur utama: Tol Purbaleunyi, Tol Cisumdawu, jalan nasional Bandung–Cirebon, dan Bandung–Yogyakarta.

Posisi strategis ini memang mempercepat akses, tapi juga membawa konsekuensi berupa kemacetan yang tak terhindarkan.

Kini, di tengah hiruk-pikuk kendaraan dan padatnya lalu lintas, sejarah tentang mata air jernih, cikal bakal nama Cileunyi mulai terlupakan.

Namun, setiap kali Anda terjebak macet di kawasan ini, mungkin cerita tentang “Cai-Lunyu” bisa menjadi pengingat bahwa Cileunyi pernah identik dengan ketenangan, kesejukan, dan kejernihan alam. Sebuah ironi yang menyentuh, ketika nama yang lahir dari air bening kini dibayangi oleh lautan kendaraan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

asal usul Cileunyi nama sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pecah Tangis Ruben Onsu! Akhirnya Buka Suara Soal Perceraian hingga Ucapan ‘Anak Pungut’ Onyo

Pendaftaran Magang Kemenkeu 2026 Batch 2 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya

SIG Luncurkan Kembali Semen Kujang, Gandeng Persib Bandung Lewat Kerja Sama Tiga Tahun

Cek penerima PIP 2025

Panduan Lengkap Cara Daftar PIP Kemendikdasmen 2026: Syarat, Alur, dan Cek Status

Cara War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dan Jadwal Pendaftarannya

Buruan Klaim! 15 Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Dapat Item Langka dari Garena

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.