Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 November 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia

Kamis, 5 November 2026 08:00 WIB

Satu Poin Lagi! Begini Syarat Persib Bandung Kunci Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2

Kamis, 5 November 2026 07:20 WIB

Wacana Baru BPJS Kesehatan: Iuran Gratis PBI JK Bakal Diperluas Hingga Desil 8, Cek Syaratnya!

Kamis, 5 November 2026 07:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 November 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia
  • Satu Poin Lagi! Begini Syarat Persib Bandung Kunci Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2
  • Wacana Baru BPJS Kesehatan: Iuran Gratis PBI JK Bakal Diperluas Hingga Desil 8, Cek Syaratnya!
  • Cair Mulai November! Simak Daftar Lengkap Kriteria Penerima BSU 2026 Beserta Cara Cek Statusnya
  • Igor Tolic Ungkap Kunci Persib Bandung Kalahkan Melbourne Victory
  • Aturan Baru BGN Mencekik, Dapur SPPG di Priangan Timur Terancam Defisit Hingga Berujung PHK Relawan
  • Supersub Persib! Luka Menalo Butuh 11 Menit untuk Ubah Nasib Laga di Melbourne
  • Herri Pras Diserbu Laporan! Belasan Ormas Datangi Polda Jabar Usai Konten soal UAS dan UAH
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Asal-Usul Nama Cileunyi, dari Mata Air Jernih Jadi Ikon Kemacetan Timur Bandung

By SusanaRabu, 14 Mei 2025 04:00 WIB2 Mins Read
Jalan Cileunyi. (Foto: Dok. Orcapada)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Cileunyi, nama yang hampir pasti disebut setiap kali warga Bandung dan pemudik dari arah timur membicarakan kemacetan.

Kawasan yang terletak di ujung timur Kabupaten Bandung ini memang dikenal sebagai titik paling padat di jalur perlintasan menuju Bandung Raya. Setiap hari, lalu lintas dari arah Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, hingga Jawa Tengah tumpah ruah di Cileunyi.

Tak heran, kemacetan panjang kerap menjadi pemandangan rutin, bahkan bisa menjalar hingga lebih dari lima kilometer dari Gerbang Tol Purbaleunyi sampai ke perempatan Cibiru.

Namun, di balik reputasinya sebagai kawasan langganan macet, Cileunyi ternyata menyimpan cerita asal-usul nama yang tenang, alami, dan kerap disalahartikan.

Baca Juga:  Bangkok Tak Berkutik! Persib Ciptakan Kemenangan Bersejarah di ACL Two

Dilansir dari berbagai sumber, nama “Cileunyi” berasal dari bahasa Sunda, yakni “cai” yang berarti air dan “lunyu” yang berarti jernih.

Konon, di masa lalu, tepat di depan lokasi Terminal Cileunyi saat ini, terdapat sebuah sumber mata air yang sangat jernih dan menjadi andalan masyarakat setempat.

Sumber mata air itu terletak di bawah pohon beringin besar, yang menurut warga sekitar, dulu menjadi tempat berkumpul dan istirahat karena suasananya yang sejuk dan segar.

Karena kejernihan airnya, warga menyebut tempat itu “Cai-Lunyu”, yang kemudian berubah pelafalan menjadi “Cileunyi”. Dari sinilah nama kawasan ini berasal, jauh dari bayangan tentang kendaraan padat dan deru klakson yang kini mendominasi.

Baca Juga:  Mengenang 10 Tahun Kemenangan Persib, Juara LSI 2014 Lewat Drama Adu Penalti

Secara administratif, Kecamatan Cileunyi baru terbentuk pada tahun 1987. Pembentukannya merupakan dampak dari pemekaran wilayah Kota Bandung. Wilayah yang sebelumnya termasuk Kecamatan Ujungberung kemudian dibagi, dan sebagian darinya menjadi Kecamatan Cileunyi serta Cilengkrang.

Sejak saat itu, Cileunyi terus berkembang menjadi simpul transportasi penting di Jawa Barat. Kawasan ini kini menjadi titik temu empat jalur utama: Tol Purbaleunyi, Tol Cisumdawu, jalan nasional Bandung–Cirebon, dan Bandung–Yogyakarta.

Baca Juga:  Asal-Usul Nama Dago: Kisah 'Silih Dagoan' yang Jadi Ikon Bandung Utara

Posisi strategis ini memang mempercepat akses, tapi juga membawa konsekuensi berupa kemacetan yang tak terhindarkan.

Kini, di tengah hiruk-pikuk kendaraan dan padatnya lalu lintas, sejarah tentang mata air jernih, cikal bakal nama Cileunyi mulai terlupakan.

Namun, setiap kali Anda terjebak macet di kawasan ini, mungkin cerita tentang “Cai-Lunyu” bisa menjadi pengingat bahwa Cileunyi pernah identik dengan ketenangan, kesejukan, dan kejernihan alam. Sebuah ironi yang menyentuh, ketika nama yang lahir dari air bening kini dibayangi oleh lautan kendaraan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

asal usul Cileunyi nama sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per 5 November 2026 di Seluruh Wilayah Indonesia

Wacana Baru BPJS Kesehatan: Iuran Gratis PBI JK Bakal Diperluas Hingga Desil 8, Cek Syaratnya!

Pekerja menerima BSU 2025 dari pemerintah

Cair Mulai November! Simak Daftar Lengkap Kriteria Penerima BSU 2026 Beserta Cara Cek Statusnya

Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?

Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi

Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.