Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Sabtu, 19 September 2026 19:51 WIB

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Sabtu, 19 September 2026 19:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
  • Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Asal-Usul Nama Cileunyi, dari Mata Air Jernih Jadi Ikon Kemacetan Timur Bandung

By SusanaRabu, 14 Mei 2025 04:00 WIB2 Mins Read
Jalan Cileunyi. (Foto: Dok. Orcapada)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Cileunyi, nama yang hampir pasti disebut setiap kali warga Bandung dan pemudik dari arah timur membicarakan kemacetan.

Kawasan yang terletak di ujung timur Kabupaten Bandung ini memang dikenal sebagai titik paling padat di jalur perlintasan menuju Bandung Raya. Setiap hari, lalu lintas dari arah Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, hingga Jawa Tengah tumpah ruah di Cileunyi.

Tak heran, kemacetan panjang kerap menjadi pemandangan rutin, bahkan bisa menjalar hingga lebih dari lima kilometer dari Gerbang Tol Purbaleunyi sampai ke perempatan Cibiru.

Namun, di balik reputasinya sebagai kawasan langganan macet, Cileunyi ternyata menyimpan cerita asal-usul nama yang tenang, alami, dan kerap disalahartikan.

Baca Juga:  Kisah Pa Garsih, Tuan Tanah Dermawan yang Namanya Jadi Jalan Terkenal di Bandung

Dilansir dari berbagai sumber, nama “Cileunyi” berasal dari bahasa Sunda, yakni “cai” yang berarti air dan “lunyu” yang berarti jernih.

Konon, di masa lalu, tepat di depan lokasi Terminal Cileunyi saat ini, terdapat sebuah sumber mata air yang sangat jernih dan menjadi andalan masyarakat setempat.

Sumber mata air itu terletak di bawah pohon beringin besar, yang menurut warga sekitar, dulu menjadi tempat berkumpul dan istirahat karena suasananya yang sejuk dan segar.

Karena kejernihan airnya, warga menyebut tempat itu “Cai-Lunyu”, yang kemudian berubah pelafalan menjadi “Cileunyi”. Dari sinilah nama kawasan ini berasal, jauh dari bayangan tentang kendaraan padat dan deru klakson yang kini mendominasi.

Baca Juga:  Peringatan Hari Raya Nyepi 11 Maret, Begini Sejarah dan Rangkaian Tradisinya

Secara administratif, Kecamatan Cileunyi baru terbentuk pada tahun 1987. Pembentukannya merupakan dampak dari pemekaran wilayah Kota Bandung. Wilayah yang sebelumnya termasuk Kecamatan Ujungberung kemudian dibagi, dan sebagian darinya menjadi Kecamatan Cileunyi serta Cilengkrang.

Sejak saat itu, Cileunyi terus berkembang menjadi simpul transportasi penting di Jawa Barat. Kawasan ini kini menjadi titik temu empat jalur utama: Tol Purbaleunyi, Tol Cisumdawu, jalan nasional Bandung–Cirebon, dan Bandung–Yogyakarta.

Baca Juga:  Bukan dari Kisah Cinta, Ini Asal Usul Nama Margacinta di Bandung

Posisi strategis ini memang mempercepat akses, tapi juga membawa konsekuensi berupa kemacetan yang tak terhindarkan.

Kini, di tengah hiruk-pikuk kendaraan dan padatnya lalu lintas, sejarah tentang mata air jernih, cikal bakal nama Cileunyi mulai terlupakan.

Namun, setiap kali Anda terjebak macet di kawasan ini, mungkin cerita tentang “Cai-Lunyu” bisa menjadi pengingat bahwa Cileunyi pernah identik dengan ketenangan, kesejukan, dan kejernihan alam. Sebuah ironi yang menyentuh, ketika nama yang lahir dari air bening kini dibayangi oleh lautan kendaraan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

asal usul Cileunyi nama sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan

Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api

Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!

Ngeri Dipalak Sejuta Sehari! Pengakuan Blak-blakan Korban Pungli Jogja yang Bikin Satu Indonesia Murka

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.