Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak

Selasa, 20 Oktober 2026 08:28 WIB

Bukan Cuma Dijemur, Ini Metode Paling Ampuh Membasmi Kutu Busuk dan Telurnya Sampai Tuntas

Selasa, 20 Oktober 2026 08:20 WIB

Berburu Sarapan di Bandung? Ini 5 Tempat Lontong Kari yang Bisa Dicoba

Selasa, 20 Oktober 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak
  • Bukan Cuma Dijemur, Ini Metode Paling Ampuh Membasmi Kutu Busuk dan Telurnya Sampai Tuntas
  • Berburu Sarapan di Bandung? Ini 5 Tempat Lontong Kari yang Bisa Dicoba
  • Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?
  • 5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!
  • Pencairan Bansos Tahap 4 Bertahap! Begini Cara Cek PKH & BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP
  • Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara
  • Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Asyik! Gedung Pakuan Dibuka untuk Umum Tiap Akhir Pekan, Bisa Wisata Sambil Belajar Sejarah

By Putra JuangJumat, 3 Mei 2024 12:58 WIB2 Mins Read
Gedung Pakuan. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kota Bandung merupakan salah satu daerah yang menyimpan banyak tempat bersejarah pada masa kolonial penjajahan Belanda dan Jepang.

Salah satunya adalah Gedung Pakuan atau dikenal juga dengan Gubernuran, yang merupakan rumah dinas gubernur Jawa Barat. Gedung satu ini memiliki nilai edukasi sejarah tinggi yang belum banyak diketahui oleh warga.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar pun akan membuka Gedung Pakuan untuk masyarakat umum setiap Sabtu dan Minggu.

“Kami ingin supaya masyarakat tahu bahwa itu gedung bersejarah. Kurang lebih seperti Gedung Sate. Jadi wisata edukasi sejarah,” ucap Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin di Gedung Sate, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Kosgoro 1957 Siap Menangkan Paslon Nomor Urut 4 di Jabar dan Kota Bandung

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, reservasi tiket Gedung Pakuan dapat dilakukan melalui Sapawarga. Masyarakat tinggal mengunduh aplikasi melalui smartphone.

Setelah itu, pilih menu Reservasi Kunjungan Gedung Pakuan di Sapawarga. Isi Form Pemesanan reservasi kunjungan. Kemudian, masyarakat akan mendapat undangan melalui Whatsapp, dan bisa berkunjung ke Gedung Pakuan sesuai jadwal dan sesi undangan.

Reservasi tiket Gedung Pakuan berlangsung pada Rabu-Jumat. Masyarakat dapat memesan tiket H-3 kunjungan, dan maksimal memesan 5 tiket/akun.

Baca Juga:  Kutip Peribahasa Sunda, Bey Ajak Semua Pihak Jaga dan Perkuat Nilai-Nilai Kearifan Lokal

Kuota kunjungan per sesi sebanyak 80 tiket. Ada dua sesi kunjungan Gedung Pakuan yakni sesi pagi pukul 09:00-11:00 WIB dan sesi siang pukul 13:00-15:00 WIB.

Bey memastikan, masyarakat tidak dipungut biaya apapun, dan di lokasi disediakan air minum gratis.

“Tidak dipungut biaya kecuali beli minuman di sana ya bayar kalau ada yang jual. Tapi kalau air putih disediakan gratis,” ungkapnya.

Bey juga meminta masyarakat untuk tertib dan mengikuti arahan pemandu selama berkunjung ke Gedung Pakuan.

Baca Juga:  Lepas Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban, Bey Minta Pelayanan Maksimal untuk Sertifikat Sehat

“Nanti ada tour guide-nya. Ikuti saja dengan tertib,” ujarnya.

Untuk diketahui, Gedung Pakuan dibangun di era kolonial tahun 1867 pada masa Gubernur Jenderal Ch. F. Pahud. Gedung yang digunakan sebagai rumah dinas Gubernur Jabar ini berlokasi di Jl. Cicendo No. 1 Babakan Ciamis Kecamatan Sumur Bandung.

Gedung Pakuan juga pernah dijadikan tempat beristirahat tokoh-tokoh penting dunia sebagai delegasi Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Gedung Pakuan Kota Bandung sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Cuma Dijemur, Ini Metode Paling Ampuh Membasmi Kutu Busuk dan Telurnya Sampai Tuntas

Berburu Sarapan di Bandung? Ini 5 Tempat Lontong Kari yang Bisa Dicoba

5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!

Pencairan Bansos Tahap 4 Bertahap! Begini Cara Cek PKH & BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP

Bukan Sekadar Guru PJOK, Yusuf Buka Jalan Devina Aqila Menuju Mimpi Besar di Dunia Futsal

BSU 2026 Rp900 Ribu Cair Kapan? Cek Informasi Resmi Kemnaker

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.