Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Minggu, 27 September 2026 18:37 WIB

Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka

Minggu, 27 September 2026 17:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
  • Masuk Periode Neraka, 7 Pertandingan dalam 20 Hari Siap Dijalani Maung Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Misteri Goa Belanda di Tahura Djuanda: Jejak Sejarah, Aura Mistis hingga Pantangan Unik

By SusanaSenin, 2 Juni 2025 04:00 WIB3 Mins Read
Goa Belanda. Foto: Instagram @smiling.westjava.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di balik keindahan alam dan sejarah panjang Kota Bandung, terdapat sebuah situs peninggalan kolonial yang menyimpan lebih dari sekadar kisah masa lalu.

Goa Belanda, yang terletak di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Juanda, bukan sekadar terowongan tua, ia adalah saksi bisu peristiwa kelam penjajahan dan kini dikenal sebagai salah satu tempat paling mistis di Jawa Barat.

Terowongan Buatan Penuh Sejarah

Meski dinamai “goa”, tempat ini sejatinya adalah terowongan buatan yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1906. Awalnya, fungsi utamanya adalah mendukung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air dari Sungai Cikapundung.

Namun, menjelang Perang Dunia II, terowongan ini berubah peran menjadi fasilitas militer penting, mulai dari markas komunikasi hingga ruang interogasi dan penjara bawah tanah.

Pada tahun 1941, ketika tensi politik dan perlawanan lokal semakin meningkat, Goa Belanda digunakan sebagai pusat komando rahasia untuk mempertahankan kekuasaan kolonial. Struktur gua yang tersembunyi membuatnya ideal sebagai tempat pengoperasian radio komunikasi, berbeda dari Gunung Malabar yang lebih terbuka terhadap serangan.

Baca Juga:  Rekomendasi 5 Seafood Kaki Lima di Bandung, Tak Kalah Enak dari Restoran

Menelusuri Lorong-Lorong Gelap Goa

Dari luar, Goa Belanda tampak seperti mulut lorong batu yang gelap dan sunyi. Namun di dalamnya, pengunjung akan menemukan 15 lorong yang menyambung ke berbagai ruang: mulai dari ruang komando, ruang pengintaian tersembunyi, hingga deretan sel yang dulunya digunakan untuk menahan rakyat lokal dan tawanan perang.

Di sisi kanan lorong utama, ada gang sempit yang mengarah ke tangga menuju ruang pengawasan. Sementara di sebelah kiri, lorong lainnya mengarah ke deretan sel sempit yang penuh sejarah kelam. Sekitar 600 meter dari lokasi ini juga terdapat Goa Jepang, yang dibangun oleh pasukan penjajah berikutnya dan memiliki 18 ruang sel serta fungsi militer serupa.

Aura Mistis & Cerita Horor Goa Belanda

Tak hanya sarat sejarah, Goa Belanda juga menyimpan nuansa mistis yang kuat. Banyak cerita menyeramkan beredar di kalangan masyarakat dan pengunjung, dari suara tangisan misterius, bayangan tak kasat mata, hingga pengalaman kesurupan.

Baca Juga:  Keren! Brandgang di Kota Bandung Ini Disulap Jadi Ruang Edukasi dan Estetik

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa jasad para pekerja paksa yang tewas saat pembangunan goa ini dibuang ke Sungai Cikapundung, menjadikan tempat ini penuh energi negatif.

Salah satu legenda yang masih dipercaya hingga kini adalah keberadaan sosok Prabu Siliwangi, raja legendaris Tanah Sunda, yang diyakini sebagai salah satu penjaga gaib wilayah sekitar goa. Tak heran jika banyak pengunjung yang mengaku merasakan hawa dingin dan perasaan tidak nyaman saat berada di dalam lorong.

Pantangan Mistis: Jangan Ucapkan Kata Ini!

Pengunjung disarankan untuk tidak sembarangan bicara saat berada di dalam Goa Belanda. Ada satu pantangan yang cukup terkenal: jangan menyebut kata “lada”. Kata ini diyakini berkaitan dengan sosok Ki Lada Wisesa, tokoh spiritual yang dihormati masyarakat sekitar. Pelanggaran terhadap pantangan ini dikabarkan bisa memicu gangguan dari “penghuni tak kasat mata” atau bahkan menyebabkan kesurupan.

Baca Juga:  Masalah Sampah Kian Parah, HMI Desak Pemkot Bandung Segera Bertindak

Kondisi Terkini Goa Belanda

Berbeda dengan Goa Jepang yang dibiarkan dalam kondisi aslinya, Goa Belanda telah melalui beberapa tahap perbaikan dan pengamanan, meski tetap mempertahankan nuansa aslinya.

Bagian dalam gua sepanjang kurang lebih 500 meter ini gelap dan lembap, sehingga pengunjung disarankan membawa senter dan mengenakan pakaian yang nyaman.

Tersedia juga jasa pemandu wisata dengan tarif terjangkau sekitar Rp30.000 untuk membantu menelusuri lorong-lorong dan menjelaskan sejarah serta cerita di baliknya.

Goa Belanda berlokasi di dalam kawasan Taman Hutan Raya Djuanda, sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Bandung. Lokasinya mudah diakses menggunakan transportasi umum, seperti angkot hijau-putih jurusan Ciroyom–Ciburial dan angkot jingga rute Dago–Caringin.

Setelah sampai di gerbang utama Tahura, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 800 meter untuk mencapai Goa Belanda. Jangan khawatir, jalur menuju lokasi cukup nyaman, dikelilingi pepohonan rindang dan terdapat beberapa warung serta tempat istirahat di sepanjang jalan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar

Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta

Bansos

Jadwal & Cara Cair Bansos PKH-BPNT Tahap IV 2026: Simak Syarat dan Dokumen yang Wajib Dibawa!

Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis

3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.