Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC

Selasa, 6 Oktober 2026 20:35 WIB

Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi

Selasa, 6 Oktober 2026 20:33 WIB

Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda

Selasa, 6 Oktober 2026 20:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC
  • Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi
  • Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda
  • Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026
  • Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi
  • Misi Putus Tren Buruk: Marc Klok Tegaskan Persib Incar Kemenangan di Kandang Port FC
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kisah Pahit Relawan Kebakaran Gunung Gede: Tertahan Birokrasi Hingga Akhirnya Masal Angkat Kaki

By Aga GustianaKamis, 13 Agustus 2026 14:51 WIB3 Mins Read
Relawan pilih turun gunung saat proses pemadaman kebakaran di Gunung Gede. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Puluhan sukarelawan memilih memutar balik dan meninggalkan area kebakaran di kawasan Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango. Langkah ini diambil di tengah upaya pemadaman yang belum tuntas 100 persen lantaran mereka merasa gusar dengan sikap manajemen Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP).

Niko Rastagil, salah satu personel relawan di lapangan, mengungkapkan bahwa selama berhari-hari berjuang menjinakkan si jago merah, mereka sama sekali tidak memperoleh bantuan dari pihak pengelola kawasan.

“Tidak ada support untuk relawan, dalam bentuk apapun,” ujar dia, Kamis (13/8/2026).

Rasa jengkel para relawan kian memuncak saat pihak BBTNGGP mendadak mengklaim bahwa situasi kebakaran di kawasan Kawah Wadon telah terkendali.

“Banyak pernyataan dan tanggapan dari petugas balai (BBTNGGP) yang memperlambat para relawan untuk melakukan penanganan. Termasuk terkait kebakaran sudah kondusif, padahal kami kemarin masih terus berusaha memadamkan api,” kata dia.

Tak hanya itu, Niko juga membeberkan bahwa pergerakan tim penolong di lapangan kerap terhambat akibat birokrasi internal pengelola.

“Karena pernyataan sudah kondusif, jadi mobilisasi relawan tersendat. Karena berpikir sudah padam, nyatanya belum. Kemudian ketika awal kebakaran pun saat kami ingin menurunkan tim atau bantuan logistik, selalu ditahan dengan dalih nunggu zoom meeting atau meeting langsung,” kata dia.

Melihat iklim kerja sama yang tidak kondusif tersebut, gelombang aksi angkat kaki dari area puncak tak terbendung lagi.

“Dari 90 relawan yang ada di atas. Kemarin tersisa 13 orang yang memang baru naik. Itupun tidak di lokasi, tetapi memantau dari kawasan Kandang Badak. Per hari ini semuanya sudah turun,” kata dia.

Menyoal kondisi mutakhir di titik lokasi, Niko memperkirakan potensi bahaya belum sepenuhnya lenyap karena masih menyimpan bara laten.

“Sudah 90 persen penanganan. Kalau api yang membakarnya sudah tidak terlihat, tapi kemungkinan masih ada bara api di balik rerumputan. Silakan dipadamkan oleh pihak balai, jika memang merasa tidak memerlukan tenaga dari para relawan,” tegasnya.

Di sisi lain, laporan resmi Balai Besar TNGGP mengonfirmasi keberadaan empat titik asap serta satu titik bara api aktif yang tersisa di sisi timur Kawah Wadon.

“Namun titik tersebut berada di area yang cukup terisolir sehingga potensi api menjalar dinilai relatif kecil,” tulis Kepala Balai Besar TNGGP Sadtara Noor dalam siaran pers.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BBTNGGP belum memberikan klarifikasi khusus mengenai kemogokan para relawan.

Meski demikian, dalam rilis resminya, pengelola menyampaikan apresiasi bagi seluruh elemen masyarakat, petugas gabungan, dan relawan yang turut mengulurkan tangan dalam aksi pemadaman tersebut.

“Kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak menjadi bagian penting dalam upaya bersama menjaga kawasan konservasi TNGGP,” tuturnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi

Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi

bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas

kekerasan

Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main

Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.