Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Juli 2026 Segera Cair? Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga Bantuan Beras yang Diperkirakan Dibagikan

Senin, 29 Juni 2026 06:00 WIB

Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Ramai Diburu, Ada di Telegram?

Senin, 29 Juni 2026 03:00 WIB

Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil, Argentina hingga Portugal Siap Tempur!

Senin, 29 Juni 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos Juli 2026 Segera Cair? Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga Bantuan Beras yang Diperkirakan Dibagikan
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Ramai Diburu, Ada di Telegram?
  • Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil, Argentina hingga Portugal Siap Tempur!
  • Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?
  • Resmi! Persib Berpisah dengan Zalnando Usai 6 Musim Penuh Cerita
  • Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat
  • Messi Menggila! Cetak Gol ke-6, Pimpin Klasemen Top Skor Piala Dunia 2026
  • Tragis! Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ciparang Bandung Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 29 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bahasa Portugis Jadi Prioritas? Polemik Kebijakan Prabowo dan Fakta Unik di Baliknya

By Aga GustianaSelasa, 28 Oktober 2025 14:36 WIB4 Mins Read
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polemik mencuat usai Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa bahasa Portugis akan diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Keputusan yang disampaikan di hadapan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva itu langsung memantik perdebatan publik.

Kamis (23/10/2025) siang, di Istana Negara Jakarta, Prabowo dan Lula bertemu dalam kunjungan kenegaraan. Di tengah pembicaraan bilateral yang mencakup ekonomi, sains, dan kebudayaan, Prabowo tiba-tiba menyinggung bahasa Portugis.

“Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia,” kata Prabowo.

Menurutnya, keputusan itu bukan sekadar simbol diplomasi, tetapi bentuk komitmen mempererat hubungan dengan Brasil dan negara-negara berbahasa Portugis lainnya.

“Dan akan memberi petunjuk kepada Menteri Pendidikan Tinggi dan Menteri Pendidikan Dasar Indonesia untuk mulai mengajar bahasa Portugis di sekolah-sekolah kita,” lanjutnya.

Presiden Lula menyambut langkah itu dengan hangat.

“Saya berharap selama pertemuan ini kita dapat menjamin keuntungan politik, ekonomi, sosial, dan sains bagi rakyat Indonesia dan Brasil,” ujar Lula.

Namun, langkah Prabowo tak lepas dari kritik.

DPR Nilai Tak Urgent

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji lebih dalam sebelum diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia.

Baca Juga:  Jejak Karier Menkeu Baru Disorot, Publik Tagih Bukti Nyata Bukan Sekadar Janji

“Kami tentu menyambut baik setiap upaya pemerintah dalam memperkaya kompetensi bahasa asing peserta didik Indonesia,” ujar Hetifah.

Namun ia mengingatkan, pengajaran bahasa Portugis harus punya dasar yang jelas.

“Perlu dipastikan bahwa pengajaran bahasa Portugis memiliki manfaat strategis, hubungan diplomatik, maupun relevansi dengan kebutuhan masa depan siswa,” sambungnya.

Hetifah mendorong Kemendikdasmen melakukan studi mendalam agar kebijakan ini tidak tumpang tindih dengan kurikulum yang sudah ada.

“Prinsipnya, kami mendukung kebijakan pendidikan yang memperkuat daya saing global pelajar Indonesia, selama dilakukan dengan perencanaan matang dan tetap menjaga prioritas bahasa Indonesia serta bahasa daerah,” tegasnya.

Bahasa Portugis: Lebih Dekat dari yang Kita Kira

Meski terdengar asing, sebenarnya bahasa Portugis tak sepenuhnya jauh dari keseharian kita. Banyak kata dalam Bahasa Indonesia ternyata berasal dari Portugis—warisan panjang dari masa awal kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara.

Kata-kata seperti “bendera” (bandeira), “keju” (queijo), “meja” (mesa), “mentega” (manteiga), “gereja” (igreja), bahkan “sabun” dan “blus”, merupakan jejak historis dari pertemuan dua peradaban ratusan tahun lalu.

Bahasa Portugis sendiri merupakan bahasa Roman dengan penutur terbanyak kedua setelah Spanyol. Ia dituturkan di Portugal, Brasil, Angola, Mozambik, hingga Timor Leste—negara tetangga yang dulunya juga bagian dari wilayah Indonesia.

Baca Juga:  Indonesia Sabet 91 Emas di SEA Games 2025, Prabowo: Senyum tapi Pusing Bonus

Fakta menarik lainnya:

  • Bahasa Portugis memiliki empat dialek utama, termasuk dialek Brasil yang paling populer.
  • UNESCO menyebut bahasa ini sebagai bahasa Eropa dengan pertumbuhan tercepat di dunia setelah Inggris.
  • Bahasa Portugis juga banyak menyerap kata dari Arab, warisan masa penjajahan bangsa Moor di Semenanjung Iberia.
  • Kata terpanjangnya bahkan mencapai 46 huruf, yakni pneumoultramicroscopicossilicovulcanoconiótico—istilah medis yang berarti penyakit paru akibat debu vulkanik.

Jejak Sejarah Panjang Indonesia–Portugis

Sebelum Belanda datang, Portugislah bangsa Eropa pertama yang menginjakkan kaki di Nusantara, tepatnya pada awal abad ke-16. Mereka datang dengan misi dagang rempah-rempah dan misionaris Katolik.

Dari Malaka hingga Maluku, Portugis meninggalkan pengaruh budaya yang kuat—termasuk pada musik (seperti keroncong yang terinspirasi fado Portugis), arsitektur gereja, dan tentu saja, bahasa.

Karena itulah, meski kini kebijakan Prabowo menuai pro-kontra, tak bisa dimungkiri bahwa bahasa Portugis memiliki nilai historis yang dalam bagi Indonesia. Dari masa kolonial hingga modern, hubungan dua bangsa ini terus terjalin, meski dalam bentuk yang berbeda.

Netizen Panas-Dingin

Namun, di dunia maya, kebijakan ini justru memicu perdebatan sengit. Sejumlah warganet mempertanyakan urgensinya, sementara sebagian lainnya melihat sisi positifnya.

“Setuju sih ini. Tapi lebih baik fokus ke Bahasa Inggris dan Mandarin aja,” tulis seorang netizen.

Baca Juga:  Presiden Prabowo: Indonesia Siap Akui Israel Jika Palestina Merdeka

“Bahasa ibu dulu aja deh. Bahasa daerah aja belum dikuasai, kok malah nambah bahasa baru?” komentar yang lain.

“Apa ada orang yang minat belajar bahasa Portugis?” sindir akun lain.

“Jadi presiden nggak bisa berpikir kritis. Emang sepenting itu belajar Portugis?” tulis pengguna lain dengan nada tajam.

Di sisi lain, ada juga yang menilai langkah ini sebagai bagian dari diplomasi global. “Kalau niatnya memperkuat kerja sama dengan Brasil dan negara berbahasa Portugis, ya bagus aja. Tapi jangan dadakan,” tulis seorang pengguna X.

Antara Diplomasi dan Identitas

Keputusan Prabowo menempatkan bahasa Portugis dalam kurikulum tampaknya berangkat dari dua arah: strategi diplomatik dan nilai historis.

Di satu sisi, ini membuka peluang kerja sama baru dengan dunia berbahasa Portugis—mulai dari Brasil hingga Mozambik. Namun di sisi lain, publik menuntut kejelasan arah kebijakan agar tidak hanya menjadi simbol politik luar negeri.

Di balik polemiknya, bahasa Portugis sesungguhnya sudah lebih dulu “hidup” di antara kita—melalui kata, sejarah, dan budaya. Hanya saja, kini pertanyaannya: apakah bangsa ini siap membuka satu halaman baru dalam sejarah panjang hubungan Indonesia–Portugis, kali ini lewat ruang kelas?

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bahasa Portugis diplomasi indonesia Kurikulum Sekolah Polemik Kebijakan Prabowo Subianto Sejarah Portugis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Juli 2026 Segera Cair? Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga Bantuan Beras yang Diperkirakan Dibagikan

Habis Adik dan Ipar, Sekarang Asisten: Seberapa Kuat Pengaruh Raffi Ahmad di Pemerintahan?

Mahasiswa UPI Tolak GEMA Jabar, Polemik Pendidikan dan Guru Honorer Menguat

Tragis! Pemuda 21 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ciparang Bandung Barat

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.