Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video ‘Syakirah’ 12 Detik Viral, Link Telegram Banyak Dicari

Senin, 13 April 2026 16:00 WIB
Persib Bandung

Rekor Tak Terkalahkan Persib Tembus 15 Laga, Kemenangan Dramatis atas Bali United Jadi Momentum

Senin, 13 April 2026 15:47 WIB
Persib Bandung

Gila! Persib Bandung Resmi Jadi Tim ‘Unstoppable’, Pecahkan Rekor Unbeaten Terlama di Liga 1

Senin, 13 April 2026 15:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video ‘Syakirah’ 12 Detik Viral, Link Telegram Banyak Dicari
  • Rekor Tak Terkalahkan Persib Tembus 15 Laga, Kemenangan Dramatis atas Bali United Jadi Momentum
  • Gila! Persib Bandung Resmi Jadi Tim ‘Unstoppable’, Pecahkan Rekor Unbeaten Terlama di Liga 1
  • 137 ASN Pemkot Bandung Ketahuan Langgar Aturan WFH, Siap-siap Potong Gaji!
  • Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair April 2026, Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya
  • Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas
  • Fakta di Balik Hebohnya Kabar Thomas Ramdhan Pamit dari GIGI, Benarkah Ada Konflik Internal?
  • Warganet ‘Roast’ Menu MBG, Bandingkan Kualitasnya dengan Paket Nasi Murah di Supermarket
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Belum Sepenuhnya Inklusif: Difabel Masih Kesulitan Mendapat Pekerjaan

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 27 Juni 2025 10:34 WIB3 Mins Read
Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman
Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman. (Foto: Rafki R/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung terus mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam dunia kerja. Namun hingga pertengahan tahun 2025, baru 64 perusahaan yang diketahui mempekerjakan tenaga kerja disabilitas.

Padahal, berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, jumlah penyandang disabilitas di kota ini mencapai lebih dari 7.300 orang.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman, menyebut angka partisipasi penyandang disabilitas dalam dunia kerja masih sangat minim.

“Baru sekitar 240 orang disabilitas yang bekerja di 64 perusahaan. Padahal secara aturan, setiap perusahaan wajib mempekerjakan minimal 1 persen tenaga kerja disabilitas, sementara instansi pemerintah wajib 2 persen,” jelas Andri saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (27/6/2025).

Andri menambahkan bahwa ragam disabilitas sangat beragam, mulai dari fisik hingga mental, sehingga penempatan kerja harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

“Saat ini, yang paling banyak terserap adalah dari kalangan disabilitas fisik ringan, termasuk teman-teman tuli,” katanya.

Baca Juga:  Pertemuan Anies Baswedan dan Alumni ITB Ditolak Mahasiswa Bandung Raya

Sebagai bentuk komitmen nyata, Disnaker Kota Bandung juga akan menjadi contoh dengan membuka peluang kerja di lingkungan mereka sendiri.

“Kami akan merekrut dua orang penyandang disabilitas untuk bekerja di kantor Disnaker. Kalau ada 100 pegawai, maka 2 persen berarti 2 orang. Ini langkah awal yang semoga bisa jadi contoh bagi instansi lain,” ucapnya.

Langkah ini diharapkan menjadi pemicu agar instansi pemerintahan maupun sektor swasta lebih aktif menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi warga difabel di Kota Bandung.

Harapan yang Tak Pernah Padam

Di tengah semangat inklusi yang terus digaungkan, masih banyak penyandang disabilitas yang berjuang keras mendapatkan kesempatan kerja. Salah satunya adalah Anastasia Natania F., atau yang akrab disapa Tasya.

Baca Juga:  Peringati HJKB ke-124, Sebanyak 127.000 Warga Serentak Bebersih Bandung

Tasya, 21 tahun, adalah penyandang disabilitas tunarungu. Meski memiliki keterbatasan dalam berbicara, semangatnya untuk mandiri tak pernah surut. Ia hadir di pameran bursa kerja di Graha Manggala Siliwangi, Selasa (17/6/2025), dengan harapan menemukan peluang kerja yang sesuai.

Bersama temannya, lulusan SLB Negeri Sukapura, Tasya telah melamar di lebih dari 30 tempat—terutama di kedai kopi—namun belum juga diterima.

“Saya sudah melamar di banyak tempat. Tapi belum ada yang menerima,” ujar Tasya melalui tulisan dan bahasa isyarat kepada tim bukamata.id.

Sejak lulus pada 2022, Tasya tak pernah berhenti berusaha. Ia terus mencari lowongan, mengirim lamaran, dan belajar dari setiap penolakan.

“Yang penting terus berjuang. Jangan menyerah,” katanya singkat, namun penuh makna.

Baca Juga:  Gedung Sate Jadi Lautan Biru, Dipadati Ribuan Bobotoh Jelang Kedatangan Persib

Ia telah menanti hampir satu tahun untuk mendapatkan pekerjaan yang benar-benar inklusif. Meski lelah, ia tetap percaya waktunya akan tiba.

Tasya dan temannya, Shilvia—yang juga tunarungu—datang ke bursa kerja tidak hanya membawa harapan pribadi, tetapi juga membawa suara dari banyak teman disabilitas lainnya.

“Saya ingin pemerintah, terutama Pak Wali Kota Bandung, bisa bantu kami. Kami siap bekerja. Kami hanya butuh kesempatan,” ucapnya penuh harap.

Inklusi Adalah Keadilan

Tasya dan Shilvia ingin dikenal bukan karena keterbatasan mereka, tetapi karena potensi dan semangat yang mereka miliki. Cerita mereka menjadi pengingat bahwa inklusi bukan hanya soal memenuhi kuota, tetapi tentang penghargaan atas nilai kemanusiaan.

“Semoga ada yang melihat kami bukan sebagai beban, tapi sebagai bagian dari solusi,” tutup Tasya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

disabilitas Disnaker Bandung Kota Bandung lowongan kerja difabel
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN bisa WFA

137 ASN Pemkot Bandung Ketahuan Langgar Aturan WFH, Siap-siap Potong Gaji!

Terjebak di Selat Hormuz, Iran Beberkan Alasan Kapal Tanker Pertamina Belum Bisa Melintas

Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Belum Damai, Kuasa Hukum Nina Tuntut Pemecatan Perawat

Warung-Warung di Cileunyi Digerebek, Jeriken Tuak hingga Arak Bali Disita Polisi

DPRD Jabar dan Forum Bank Sampah Bahas Sinergi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Nyawa Sopir Jadi Taruhan! Rombongan Diduga Pejabat Blokir Jalur Ekstrem Sitinjau Lauik Cuma Buat Foto!

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.