Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut

Senin, 13 Juli 2026 17:35 WIB

Head to Head Prancis vs Spanyol: Adu Tajam Les Bleus Melawan Pertahanan Solid La Roja

Senin, 13 Juli 2026 17:30 WIB

Prancis Siap Redam Lamine Yamal! Konate Sebut Spanyol Kuat, Tapi Les Bleus Ingin ke Final

Senin, 13 Juli 2026 17:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut
  • Head to Head Prancis vs Spanyol: Adu Tajam Les Bleus Melawan Pertahanan Solid La Roja
  • Prancis Siap Redam Lamine Yamal! Konate Sebut Spanyol Kuat, Tapi Les Bleus Ingin ke Final
  • Heboh Bukit Ciwidey Memutih Bak Negeri Salju, BMKG Ungkap Penyebab Sebenarnya
  • Igor Tolic Tersenyum! Kondisi Fisik Pemain Persib Meningkat Pesat
  • Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun
  • Bukan Sekadar Sepak Bola! Argentina vs Inggris Kembali Bentrok, Sejarah Kelam Jadi Sorotan
  • Tamparan Keras buat Kita! Hewan 1 Ton Ini Dihargai di Luar Negeri, Kenapa di Indonesia Malah Tragis?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Belum Damai, Kuasa Hukum Nina Tuntut Pemecatan Perawat

By SusanaSenin, 13 April 2026 15:12 WIB3 Mins Read
Nina Salehah bersama sang bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus bayi nyaris tertukar di RSHS Bandung kembali menuai sorotan. Tim kuasa hukum Nina Saleha menilai sanksi yang diberikan kepada perawat terkait belum cukup tegas dan mendesak adanya tindakan pemecatan, bukan sekadar penonaktifan atau surat peringatan.

Kuasa hukum Nina, Krisna Murti, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai kelalaian biasa, melainkan sudah mengarah pada dugaan pelanggaran serius dalam prosedur pelayanan rumah sakit.

“Kami minta bukan hanya nonaktif atau SP, tapi pemecatan. Karena ini bukan sekadar lalai, ini sudah mengarah pada upaya mengalihkan bayi,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Desakan Buka CCTV untuk Ungkap Fakta

Pihak kuasa hukum juga mendesak manajemen RSHS Bandung untuk membuka rekaman kamera pengawas (CCTV) guna mengungkap kronologi secara transparan.

Baca Juga:  Perawat RSHS Bandung Kena SP1 Usai Kelalaian Fatal Penyerahan Bayi di NICU

Menurut Krisna Murti, langkah ini penting untuk mengidentifikasi sosok yang sempat membawa bayi dan memastikan apakah ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut.

“Kami minta CCTV dibuka. Kami ingin tahu siapa orang yang membawa bayi itu, apakah dikenal atau tidak, dan bagaimana prosesnya bisa terjadi,” tegasnya.

Ia menyebut hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak rumah sakit terkait identitas orang tersebut, termasuk statusnya apakah pasien atau pihak lain.

Ancaman Tempuh Jalur Hukum

Kuasa hukum Nina juga menegaskan akan membawa kasus ini ke ranah hukum apabila tidak ada keterbukaan dari pihak rumah sakit.

Baca Juga:  Geger Dugaan Kekerasan Seksual oleh Dokter di RSHS Bandung, Korban Tak Sadar Usai Dibius

Menurutnya, langkah hukum diperlukan agar aparat penegak hukum dapat mengusut secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya motif tertentu di balik insiden tersebut.

“Kalau tidak dibuka, kami akan masuk ke ranah hukum. Biar aparat yang mengusut siapa orang itu dan apa motifnya,” ujarnya.

Soroti Peran Petugas Keamanan Rumah Sakit

Selain tenaga medis, pihak kuasa hukum turut menyoroti peran petugas keamanan di RSHS Bandung yang dinilai tidak optimal dalam mencegah kejadian.

Menurutnya, petugas keamanan seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan tidak ada pihak yang keluar membawa bayi tanpa prosedur yang jelas.

“Security itu garda terdepan. Seharusnya mereka yang memastikan tidak ada orang keluar membawa bayi tanpa prosedur,” katanya.

Baca Juga:  Korban Kekerasan Seksual RSHS Temui Gubernur, Dedi Mulyadi Siapkan Hal Ini

Ia juga mempertanyakan tindakan petugas yang disebut justru memeriksa ponsel milik kliennya, alih-alih mencegah potensi pelanggaran yang terjadi.

Indikasi Kelalaian Serius dalam Prosedur

Pihak kuasa hukum menilai kejadian ini mengindikasikan adanya kelalaian serius dalam sistem keamanan dan prosedur pelayanan pasien di rumah sakit.

Pengungkapan identitas pihak yang terlibat dinilai menjadi kunci untuk memahami secara utuh rangkaian peristiwa, sekaligus memastikan tidak ada potensi pelanggaran hukum yang lebih besar.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik, terutama terkait pentingnya standar keamanan dalam pelayanan kesehatan yang menyangkut keselamatan pasien, khususnya bayi baru lahir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

CCTV rumah sakit Bandung kasus bayi RSHS Bandung keamanan rumah sakit Indonesia Nina Saleha RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut

Heboh Bukit Ciwidey Memutih Bak Negeri Salju, BMKG Ungkap Penyebab Sebenarnya

Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun

Teror Bom di Hari Pertama Sekolah: Polisi Buru Pelaku, Identitas Sudah Dikantongi

Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat

Kepala SPPG Rancamulya Meninggal Dunia, Tinggalkan Surat Menyayat Hati

Terpopuler
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.