bukamata.id – Bagi Amelia, Bandung bukan sekadar kota tempat beraktivitas. Kota ini adalah ruang belajar kehidupan, tempat ia bertumbuh melalui pengalaman, perjumpaan, dan proses yang tak selalu tertulis dalam buku teori.
Mojang Bandung bernama Amelia itu mengaku, saat ini ia tengah banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan sosial. Ada kepuasan tersendiri baginya ketika bisa turun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Entah kenapa aku suka banget kalau ada di lapangan. Aku suka bereksperimen, suka survive. Di sana aku dapat ilmu kehidupan yang mahal banget,” ujar Amelia.
Menurutnya, ilmu kehidupan tidak selalu datang dari bangku pendidikan formal. Ia bisa diperoleh dari mendengar, melihat, dan merasakan langsung realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Justru dari proses itu, Amelia merasa energinya kembali terisi.
“Kalau lagi di lapangan tuh kayak ngecas aja. Tiba-tiba hidup lagi,” katanya.
Menemukan Potensi, Menghargai Keunikan
Amelia juga menekankan bahwa setiap orang memiliki kesempatan dan pilihan masing-masing dalam hidup. Ia percaya, setiap manusia diciptakan dengan keunikan oleh Allah SWT, tinggal bagaimana seseorang mampu mengenali dan mengembangkan potensinya.
“Setiap orang itu istimewa. Tapi tergantung kita tahu potensi kita ada di mana,” ucapnya.
Di waktu luang, Amelia dikenal sebagai pribadi yang gemar larut dalam dunianya sendiri. Meski berada di tengah keramaian, ia bisa tenggelam dalam aktivitas kreatif menggambar, merangkai, atau sekadar menuangkan isi pikirannya.
“Kadang suka ngomong sendiri, punya dunia sendiri. Tapi tangan ini pasti nggak pernah diam,” tuturnya sambil tersenyum.
Bandung, Kota yang Terus Berkembang
Soal Bandung, Amelia punya pandangan yang lebih luas dari sekadar julukan Kota Kembang. Baginya, Bandung adalah kota yang benar-benar berkembang, terutama dalam hal pendidikan, budaya, kuliner, hingga teknologi.
“Bandung itu tergantung sudut pandang kita. Bagi aku, potensinya luar biasa. Kuliner, budaya, sampai teknologinya berkembang banget,” katanya.
Ia menilai, Bandung menyediakan ruang bagi siapa pun yang ingin belajar, berkarya, dan tumbuh selama mau membuka mata dan mengambil peran.
Pesan untuk Anak Muda Bandung
Di akhir perbincangan, Amelia menyampaikan pesan bagi generasi muda Bandung, khususnya Gen Z, agar tidak berhenti berkarya meski berkali-kali jatuh dan gagal.
“Jangan pernah berhenti. Walaupun kalian jatuh, pernah salah, tetap harus punya harapan ke depan,” pesannya.
Ia menegaskan prinsip hidup yang selalu ia pegang: jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah pemeran utama dalam hidup sendiri.
“Apa yang kita pikirkan dan sampaikan, dunia akan merespons. Jadi berpikirlah yang baik, kejar apa yang kalian inginkan. Gagal nggak apa-apa, yang penting terus perbaiki,” pungkasnya.
Bagi Amelia, Bandung bukan hanya kota untuk tinggal, melainkan tempat belajar mencintai proses tentang cerita, cita, dan cinta yang terus tumbuh di setiap sudutnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











