bukamata.id – Program bantuan sosial (bansos) senilai Rp600 ribu dari pemerintah menjadi perhatian publik, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan ekonomi. Namun, tidak sedikit warga mengeluhkan kendala saat memeriksa status penerimaan bansos menggunakan data KTP, baik melalui situs resmi maupun aplikasi.
Lantas, apa saja masalah yang sering muncul, dan bagaimana solusi untuk mengatasinya?
Kendala yang Sering Dialami Saat Cek Bansos
- Website Sulit Diakses
Situs resmi cekbansos.kemensos.go.id kerap tidak dapat diakses, terutama pada jam sibuk atau ketika sedang dalam perawatan sistem. - Koneksi Internet Tidak Stabil
Akses situs atau aplikasi sering terhambat karena jaringan internet yang lemah, terutama di daerah dengan infrastruktur terbatas. - Kesalahan Input Data
Banyak warga tidak teliti saat memasukkan NIK, nama, atau data wilayah. Huruf, spasi, dan kapitalisasi harus sesuai dengan KTP agar data bisa ditemukan. - Data Belum Terbaru di Sistem
Kemensos secara berkala memperbarui data penerima bansos. Proses sinkronisasi membutuhkan waktu, sehingga ada kemungkinan data terbaru belum muncul. - Situs Palsu
Muncul banyak situs abal-abal yang mengatasnamakan Kemensos. Warga diimbau hanya menggunakan situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos.
Baca Juga: Desil Bansos: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mengeceknya Lewat Aplikasi Kemensos
Solusi dan Cara Mengatasi
- Masalah Akses Website: coba kembali di luar jam sibuk, misalnya dini hari, atau gunakan aplikasi Cek Bansos di Google Play Store/App Store.
- Koneksi Internet Lemah: gunakan jaringan Wi-Fi stabil atau pindah ke lokasi dengan sinyal lebih baik. Restart perangkat jika perlu.
- Input Data yang Tepat: pastikan NIK berjumlah 16 digit tanpa spasi, tulis nama lengkap sesuai KTP, dan pilih wilayah dari provinsi hingga desa secara benar.
- Verifikasi Data Personal: jika ada kesalahan, segera laporkan ke kelurahan atau desa agar diperbarui di Dukcapil dan DTKS.
- Gunakan Situs Resmi: hindari link tidak jelas dari media sosial yang berpotensi penipuan.
Langkah Pencegahan
Untuk meminimalisir kendala, masyarakat disarankan rutin memperbarui data kependudukan dan DTKS, menyimpan tangkapan layar hasil pengecekan, serta melakukan pemeriksaan berkala.
Pemerintah menegaskan, proses verifikasi dan validasi membutuhkan waktu. Jika data belum muncul hari ini, warga tetap memiliki peluang menerima bantuan. Pemeriksaan bisa dilakukan kembali dalam beberapa hari setelah semua syarat administrasi terpenuhi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











