Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Terkuak! Jangan Klik Tautan Berbahaya

Minggu, 22 Februari 2026 11:32 WIB

Bandung Zoo Siap Sambut Lebaran! Satwa Dipastikan Sehat

Minggu, 22 Februari 2026 11:04 WIB

Tren Positif Kandang Persib Dijaga, Prediksi Bobotoh Cantik: Maung Bandung Menang Tipis 1-0

Minggu, 22 Februari 2026 10:40 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Terkuak! Jangan Klik Tautan Berbahaya
  • Bandung Zoo Siap Sambut Lebaran! Satwa Dipastikan Sehat
  • Tren Positif Kandang Persib Dijaga, Prediksi Bobotoh Cantik: Maung Bandung Menang Tipis 1-0
  • Kontroversi Alumni LPDP Tak Berkontribusi, TKW Jadi Pahlawan Devisa yang Dianggap Lebih Berguna!
  • Erling Haaland Beri Assist, Nico O’Reilly Jadi Pahlawan Manchester City vs Newcastle
  • Bantah Dugaan KDRT di Surade, Ibu Tiri Sebut Korban Idap Kanker Darah
  • Misi Balas Dendam! Persib Siap Hajar Persita Demi Amankan Puncak Klasemen
  • Isi Video Nay Blunder Viral dari Rekaman Aslinya, Link Masih Jadi Incaran!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 22 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bantah Dugaan KDRT di Surade, Ibu Tiri Sebut Korban Idap Kanker Darah

By SusanaMinggu, 22 Februari 2026 09:16 WIB2 Mins Read
Bocah 12 tahun di Sukabumi meninggal dengan luka misterius. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus meninggalnya NS (12), pelajar SMP asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menyita perhatian publik. Bocah tersebut meninggal dunia pada Jumat, 20 Februari 2026, dengan kondisi kulit melepuh di beberapa bagian tubuh.

Muncul dugaan korban mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sorotan pun mengarah kepada ibu tirinya, TR (47). Namun, TR secara tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan anak tirinya wafat akibat penyakit serius.

Ibu Tiri Sebut Korban Mengidap Gangguan Darah

TR menjelaskan bahwa NS diduga mengalami gangguan darah yang mengarah pada kanker darah atau leukemia autoimun. Ia menegaskan kondisi korban murni disebabkan sakit, bukan penganiayaan.

“Iya itu sakit saja, sakit panas. Dari keterangan yang disampaikan saat pemeriksaan di Polsek, disebutkan anak itu didiagnosis kanker darah atau leukemia autoimun. Jadi memang benar sakit,” ujar TR, dikutip Minggu (22/2/2026).

Ia juga membantah anggapan bahwa luka melepuh di tubuh korban merupakan akibat penyiksaan.

“Kalau ada kulit yang melepuh, itu akibat panas tinggi karena kanker darah. Informasi itu juga disampaikan oleh saksi,” katanya.

Kronologi Sebelum Korban Meninggal

Menurut TR, sehari sebelum meninggal, tepatnya Kamis, 19 Februari 2026, NS sempat dibawa ke RSUD Jampangkulon bersama ayah kandungnya. Namun, TR mengaku tidak mengetahui detail keterangan medis karena saat itu sedang mengurus administrasi pendaftaran.

“Yang mendampingi almarhum itu bapaknya. Saya sibuk di bagian pendaftaran, jadi tidak tahu penjelasan medis secara rinci,” ungkapnya.

Terkait beredarnya video kondisi korban yang viral di media sosial, TR menyebut rekaman tersebut dibuat sebelum ada diagnosa medis resmi. Video itu kemudian menyebar luas dan memicu beragam spekulasi warganet.

“Belum ada apa-apa sudah diunggah dan dibagikan di grup, akhirnya jadi ramai seperti itu,” ujarnya.

Bantah Dugaan Kekerasan dan Pertengkaran

Menanggapi isu pertengkaran, TR mengakui sempat terjadi konflik antara anak kandungnya dan NS. Namun, ia menyebut pertengkaran tersebut sebatas perselisihan biasa antar anak.

“Memang pernah bertengkar, tapi namanya anak-anak itu biasa. Bukan sekali saja, dan akhirnya tetap baikan lagi,” jelasnya.

TR juga membantah adanya dugaan kekerasan yang disebut terjadi pada 2025. Ia menegaskan telah merawat NS sejak duduk di kelas tiga sekolah dasar.

“Saya tidak pernah seperti yang dituduhkan. Anak itu saya urus dari kelas tiga SD, mulai pendidikannya, dari tidak bisa baca sampai bisa mengaji,” tegasnya.

Polisi Dalami Penyebab Kematian

Kasus kematian pelajar SMP di Sukabumi ini masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Dugaan KDRT maupun klaim penyakit serius sebagai penyebab kematian akan ditelusuri melalui penyelidikan dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dugaan KDRT Sukabumi ibu tiri bantah aniaya kasus anak meninggal kulit melepuh kronologi pelajar meninggal Surade NS Surade meninggal pelajar SMP meninggal Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bandung Zoo Siap Sambut Lebaran! Satwa Dipastikan Sehat

Kontroversi Alumni LPDP Tak Berkontribusi, TKW Jadi Pahlawan Devisa yang Dianggap Lebih Berguna!

Panji Gumilang

Nasib Terbaru Panji Gumilang: Vonis Disunat Jadi 9 Bulan dan Kini Berstatus Tahanan Kota

Kronologi Lengkap Pelajar 14 Tahun di Tual Tewas Usai Dihantam Helm Oknum Brimob

Cita-cita Jadi Kiai Kandas Tragis, Bocah 12 Tahun di Sukabumi Pergi dengan Luka Misterius

Hasil Autopsi Ungkap Dugaan Penganiayaan Bocah di Sukabumi oleh Ibu Tiri, Polisi Temukan Luka Bakar Tak Wajar

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
  • No Sensor? Link Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Simak Klarifikasinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.