bukamata.id – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Barat menggandeng Kopri PKC PMII Jawa Barat menjadi pengawas partisipatif pada Pemilu 2024.
Hal tersebut digelar dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pada Tahapan Kampanye Pemilu 2024 yang berlangsung di Gedung Sekoper Cinta, Jl. Turangga No.25, Kota Bandung, Sabtu (16/12/2023).
Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jabar, Nuryamah mengatakan, lewat sosialisasi ini pihaknya mengajak kader-kader Kopri untuk menjadi pengawas partisipatif pada Pemilu 2024 nanti.
“Kegiatan sore hari ini memang spesial kami undang adalah kader-kader Kopri PKC se-Jawa Barat untuk mau mengambil posisi sebagai pengawas partisipatif dan tidak hanya selesai menjadi pengawas partisipatif tapi juga mereka harus mampu menjadi pemilih yang cerdas karena ini kan hubungannya untuk Pemilu 2024,” ujar Nuryamah.
Nuryamah menilai, pemilih yang cerdas adalah mereka yang memang mampu untuk menghentikan segala kerawanan yang berpotensi terjadi pada pemilu mendatang.
Selain itu, Nuryamah mengakui sejauh ini pihaknya pun telah melakukan aksi-aksi pencegahan seperti dalam bentuk sosialisasi, naskah dinas, pojok pengawasan, dan lain sebagainya.
“Tetapi ternyata itu masih ada kekurangan-kekurangan sehingga pencegahan-pencegahan tersebut terus kita lakukan, makanya kegiatan seperti ini terus kita gulirkan tentu upayanya adalah bagaimana caranya masyarakat aware terhadap Pemilu 2024,” katanya.
Khusus untuk para kader Kopri ini, kata Nuryamah, mereka mengambil peran untuk ikut menjadi pengawas partisipatif di setiap tahapan pemilu seperti praktik politik uang, hoaks, isu sara dan lain sebagainya mereka mampu menghentikan itu semua.
Nuryamah berharap, para kader-kader Kopri ini bisa menjadi pengawas partisipatif sekaligus berperan dalam melindungi hak pilih masyarakat.
“Saya berharap temen-temen Kopri ini bisa menjadi pengawas partisipatif, peran menjadi pelapor, tentu juga peran melindungi hak-hak pilih dari semua lapisan masyarakat, tentu juga karena ini bagian dari tanggung jawab bersama,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Yayu Meida Putri mengatakan, acara ini bertepatan dengan hari lahir Kopri yang ke-56. Menurutnya, Kopri sendiri merupakan organisasi pemantau sah dari Pemilu 2024.
“Jadi kolaborasi sosialisasi Kopri ini untuk mengingatkan kembali kepada Kopri, aktivis-aktivis perempuan, agar lebih berperan aktif dalam mengawasi tahapan Pemilu 2024,” ucap Yayu.
Yayu pun berharap, dengan adanya kolaborasi ini dapat membuka ruang yang lebih luas khususnya bagi perempuan di Indonesia dalam ruang publik. Bukan hanya soal pemilu tapi juga ruang masuk ke legislatif, dan ruang-ruang politik lainnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











