Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram

Sabtu, 4 April 2026 10:08 WIB

Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun

Sabtu, 4 April 2026 08:27 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas 17K hingga 24K per 4 April 2026: Ada yang Stabil, Ada yang Turun!

Sabtu, 4 April 2026 08:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
  • Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun
  • Daftar Lengkap Harga Emas 17K hingga 24K per 4 April 2026: Ada yang Stabil, Ada yang Turun!
  • Banjir Item Sultan! Kode Redeem FF 4 April 2026: Klaim AK47 Unicorn Ice Age & Rampage Evo Bundle Gratis
  • Bocoran Kode Redeem FF 4 April 2026: Kesempatan Emas Ambil Legendary Rampage Bundle Varclasher!
  • Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Ada Apa?
  • Duel Sengit di GBLA! Persib vs Bali United, Harga Tiket dan Jadwal Resmi Dirilis
  • Bocoran Link Telegram Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part Dapur Beredar, Ini yang Bikin Heboh Warganet
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hilal Tak Terlihat di Observatorium Al-Biruni Unisba, Awal Ramadan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 17 Februari 2026 18:40 WIB3 Mins Read
Kepala Observatorium Al-Biruni, Encep Abdul Rojak, M.Sy. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fakultas Syariah Islam Universitas Islam Bandung bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Jabar, BMKG Bandung, serta organisasi masyarakat Islam, menggelar kegiatan rukyat hilal awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Observatorium Al-Biruni Fakultas Syariah Unisba yang berada di rooftop Gedung Fakultas Kedokteran Unisba lantai 10. Observatorium ini menjadi salah satu titik resmi pengamatan hilal yang terdaftar di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kepala Observatorium Al-Biruni, Encep Abdul Rojak, M.Sy., menjelaskan bahwa secara astronomis, ijtimak atau konjungsi geosentris terjadi pada Selasa (17/2/2026) pukul 19.01 WIB. Ijtimak merupakan kondisi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada dalam satu garis lurus secara astronomis.

Pengamatan hilal dimulai saat matahari terbenam pada pukul 18.17 WIB. Namun, berdasarkan perhitungan, Bulan diperkirakan telah terbenam lebih dulu pada pukul 18.13 WIB. Saat matahari terbenam, posisi Bulan berada pada azimuth 256°45’26”, sedangkan Matahari pada azimuth 257°47’07” dengan elongasi sebesar +1°19’05”.

Baca Juga:  Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi Terbaru, Bisa Berbeda Tanggal!

Rangkaian rukyat dilakukan melalui tahapan teknis yang ketat. Tim terlebih dahulu mengatur dan menyeimbangkan teropong beserta perangkat pendukung seperti kamera CCD dan filter Matahari. Kalibrasi dilakukan sejak pukul 13.30 WIB dengan membidik Matahari secara aman untuk memastikan akurasi alat sekaligus menjaga keselamatan pengamat.

Menjelang waktu pengamatan, sekitar 30 menit sebelumnya, teropong diarahkan ke posisi Bulan. Kamera CCD digunakan untuk menampilkan hasil pengamatan pada layar televisi, sehingga seluruh peserta dapat menyaksikan secara langsung.

Baca Juga:  Awal Ramadan 2026 Berpotensi Beda? Ini Agenda Krusial Sidang Isbat Kemenag

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Ali Abdul Latif, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengamatan di Observatorium Al-Biruni dan sejumlah titik lainnya di Jawa Barat, hilal tidak terlihat.

“Pada sore hari ini kami memastikan hilal tidak terlihat. Posisi hilal berada antara minus 2 derajat hingga sekitar 0 derajat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk membuat kemungkinan terlihatnya hilal sangat kecil.

“Di seluruh Indonesia, posisi hilal saat matahari terbenam berada antara minus 2 derajat sampai 0 derajat. Untuk dapat terlihat, biasanya hilal berada di atas 3 derajat,” jelasnya.

Pengamatan di Jawa Barat dilakukan di sejumlah lokasi, seperti Bandung, Pangandaran, Subang, dan Sukabumi. Hasilnya menunjukkan kondisi yang sama, yakni hilal tidak terlihat.

Baca Juga:  Cek Jadwal Resmi: Berapa Hari Lagi Puasa 2026 Dimulai? Ini Perbedaan Tanggal Muhammadiyah dan Pemerintah

Hasil rukyat dari Observatorium Al-Biruni dan seluruh titik pengamatan di Indonesia akan dilaporkan kepada Kementerian Agama sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Ali menyebutkan, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syaban akan disempurnakan menjadi 30 hari. Dengan demikian, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis.

“Kepastiannya kita menunggu hasil sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Unisba berharap pengamatan hilal tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga edukasi ilmiah yang mengintegrasikan ilmu falak, astronomi, dan syariat Islam bagi masyarakat luas.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Awal Ramadan 2026 Hilal Ramadan 1447 H Observatorium Al-Biruni Rukyat Hilal Unisba sidang isbat kemenag
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Hujan Angin Hantam Bandung! Pohon Tumbang hingga Billboard Raksasa Roboh

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.