Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Info Bansos Juli 2026: Daftar 5 Bantuan yang Cair Bulan Ini, Cek Nominalnya di Sini

Senin, 6 Juli 2026 21:21 WIB

Resmi! Ini Daftar Grup dan Lokasi Pertandingan Piala Presiden 2026

Senin, 6 Juli 2026 20:51 WIB

Jangan Pakai Baju Hijau di Tempat Umum! Fenomena Mistis atau Kebetulan yang Menakutkan?

Senin, 6 Juli 2026 20:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Info Bansos Juli 2026: Daftar 5 Bantuan yang Cair Bulan Ini, Cek Nominalnya di Sini
  • Resmi! Ini Daftar Grup dan Lokasi Pertandingan Piala Presiden 2026
  • Jangan Pakai Baju Hijau di Tempat Umum! Fenomena Mistis atau Kebetulan yang Menakutkan?
  • Persib Tak Bisa Santai! Hasil Drawing Piala Presiden Elite 2026 Hadirkan Duel Emosional Lawan sang Mantan
  • Persib Bandung Resmi Lepas Andrew Jung: Mahar Fantastis Jadi Penentu
  • Taufik Hidayat Dijerat 3 Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Capai 36 Tahun Penjara
  • Viral Terduga Begal Ditangkap Warga di Cigadung Bandung, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
  • Transfer Mengejutkan Persib! Rayco Rodriguez Masuk Radar, Ramon Tanque Jadi Tumbal?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 7 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hilal Tak Terlihat di Observatorium Al-Biruni Unisba, Awal Ramadan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 17 Februari 2026 18:40 WIB3 Mins Read
Kepala Observatorium Al-Biruni, Encep Abdul Rojak, M.Sy. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fakultas Syariah Islam Universitas Islam Bandung bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Jabar, BMKG Bandung, serta organisasi masyarakat Islam, menggelar kegiatan rukyat hilal awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Observatorium Al-Biruni Fakultas Syariah Unisba yang berada di rooftop Gedung Fakultas Kedokteran Unisba lantai 10. Observatorium ini menjadi salah satu titik resmi pengamatan hilal yang terdaftar di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kepala Observatorium Al-Biruni, Encep Abdul Rojak, M.Sy., menjelaskan bahwa secara astronomis, ijtimak atau konjungsi geosentris terjadi pada Selasa (17/2/2026) pukul 19.01 WIB. Ijtimak merupakan kondisi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada dalam satu garis lurus secara astronomis.

Pengamatan hilal dimulai saat matahari terbenam pada pukul 18.17 WIB. Namun, berdasarkan perhitungan, Bulan diperkirakan telah terbenam lebih dulu pada pukul 18.13 WIB. Saat matahari terbenam, posisi Bulan berada pada azimuth 256°45’26”, sedangkan Matahari pada azimuth 257°47’07” dengan elongasi sebesar +1°19’05”.

Baca Juga:  Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi Terbaru, Bisa Berbeda Tanggal!

Rangkaian rukyat dilakukan melalui tahapan teknis yang ketat. Tim terlebih dahulu mengatur dan menyeimbangkan teropong beserta perangkat pendukung seperti kamera CCD dan filter Matahari. Kalibrasi dilakukan sejak pukul 13.30 WIB dengan membidik Matahari secara aman untuk memastikan akurasi alat sekaligus menjaga keselamatan pengamat.

Menjelang waktu pengamatan, sekitar 30 menit sebelumnya, teropong diarahkan ke posisi Bulan. Kamera CCD digunakan untuk menampilkan hasil pengamatan pada layar televisi, sehingga seluruh peserta dapat menyaksikan secara langsung.

Baca Juga:  Cek Jadwal Resmi: Berapa Hari Lagi Puasa 2026 Dimulai? Ini Perbedaan Tanggal Muhammadiyah dan Pemerintah

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Ali Abdul Latif, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengamatan di Observatorium Al-Biruni dan sejumlah titik lainnya di Jawa Barat, hilal tidak terlihat.

“Pada sore hari ini kami memastikan hilal tidak terlihat. Posisi hilal berada antara minus 2 derajat hingga sekitar 0 derajat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk membuat kemungkinan terlihatnya hilal sangat kecil.

“Di seluruh Indonesia, posisi hilal saat matahari terbenam berada antara minus 2 derajat sampai 0 derajat. Untuk dapat terlihat, biasanya hilal berada di atas 3 derajat,” jelasnya.

Pengamatan di Jawa Barat dilakukan di sejumlah lokasi, seperti Bandung, Pangandaran, Subang, dan Sukabumi. Hasilnya menunjukkan kondisi yang sama, yakni hilal tidak terlihat.

Baca Juga:  Sidang Isbat 17 Februari 2026 Jadi Penentu, Puasa Ramadhan Mulai 18 atau 19 Februari?

Hasil rukyat dari Observatorium Al-Biruni dan seluruh titik pengamatan di Indonesia akan dilaporkan kepada Kementerian Agama sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Ali menyebutkan, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syaban akan disempurnakan menjadi 30 hari. Dengan demikian, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis.

“Kepastiannya kita menunggu hasil sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Unisba berharap pengamatan hilal tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga edukasi ilmiah yang mengintegrasikan ilmu falak, astronomi, dan syariat Islam bagi masyarakat luas.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Awal Ramadan 2026 Hilal Ramadan 1447 H Observatorium Al-Biruni Rukyat Hilal Unisba sidang isbat kemenag
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Taufik Hidayat Dijerat 3 Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Capai 36 Tahun Penjara

Begal

Viral Terduga Begal Ditangkap Warga di Cigadung Bandung, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Viral Koperasi Merah Putih di Tengah Gunung Bandung Barat, Kades Beri Penjelasan

Kabar Gembira! Bandung Zoo Siap Dibuka Lagi Bulan Ini, Proses Pengelolaan Baru Hampir Rampung

Kasus Hilangnya Mahasiswi Telkom University Masih Misterius, Jejak Digital Mendadak Hilang

Wacana Provinsi Sunda Menguat: Bongkar Asal-usul Nama dan Sejarah Pemisah Jawa-Sunda

Terpopuler
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
  • Panduan Lengkap MagangHub Kemnaker 2026: Cara Daftar, Dokumen Wajib, dan Jadwal Seleksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.