bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung menggelar Bazzar Murah Utama (Bazmut) di 30 kecamatan sebagai upaya memberikan akses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Basmut digelar selama dua minggu berturut-turut dengan menggandeng sejumlah pihak, mulai dari Bulog, pelaku UMKM, distributor, hingga mitra pasar modern.
Kegiatan tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga rata-rata sekitar 20 persen lebih murah dibandingkan harga pasaran.
“Hari ini di Lapangan Puter kita menggelar Bazar Murah Utama. Bazar murah ini digelar selama dua minggu berturut-turut. Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap barang-barang murah yang kita subsidi,” kata Farhan saat ditemui di Lapangan Puter, Bandung, Jum’at 11 September 2026.
Menurut Farhan, intervensi pemerintah dalam menjaga harga kebutuhan pokok tidak hanya dilakukan melalui subsidi, tetapi juga dengan memastikan distribusi barang ke Kota Bandung tetap terjaga.
“Kalau inflasi, betul-betul sangat tergantung kepada distribusi. Nah, distribusi ini yang akan kita intervensi terus, memastikan bahwa distribusi barang kebutuhan pokok ke Kota Bandung itu tidak berkurang dan tetap melimpah barangnya,” ujarnya.
Farhan menambahkan, sejumlah komoditas seperti beras SPHP, daging, telur, sayuran, hingga Minyakita mendapatkan subsidi maupun potongan harga dalam kegiatan Basmut.
Untuk komoditas yang berasal dari Bulog, harga mendapatkan subsidi. Sementara produk dari distributor dan toko ritel diberikan dalam bentuk diskon.
Beras dan Minyakita Paling Banyak Dicari
Basmut digelar di 30 kecamatan. Pada hari terakhir pelaksanaan, kegiatan berlangsung di tiga kecamatan, yakni Coblong, Cidadap, dan Bojongloa Kaler.
Farhan mengatakan, beras, Minyakita, dan telur menjadi sejumlah komoditas yang paling banyak dicari masyarakat.
“Yang beras sama Minyakita. Sama telur,” katanya.
Menurut Farhan, telur menjadi salah satu sumber protein yang cukup terjangkau bagi masyarakat Kota Bandung dengan distribusi yang relatif banyak.
Di sisi lain, Farhan memastikan tidak terjadi kelangkaan kebutuhan pokok secara keseluruhan. Namun, terdapat sejumlah jenis komoditas tertentu yang mengalami keterbatasan pasokan akibat tingginya permintaan.
Ia mencontohkan beras premium yang saat ini lebih sulit ditemukan dibandingkan beras secara umum.
“Kalau bicara kelangkaan, ini persepsinya beda. Kalau pemerintah, contohnya beras. Kalau bicara beras pemerintah, maka tidak bicara jenis beras. Pokoknya beras,” jelasnya.
“Apakah beras langka? Tidak. Apakah beras premium langka? Ya,” sambung Farhan.
Omzet Basmut Capai Rp2,2 Miliar
Pelaksanaan Basmut mendapat respons cukup tinggi dari masyarakat. Rata-rata terdapat sekitar 200 hingga 250 pengunjung di setiap titik pelaksanaan.
Secara keseluruhan, jumlah pengunjung Basmut di 30 kecamatan diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang.
“Pengunjung, alhamdulillah, rata-rata di kisaran 200 sampai 250 orang per titik. Jadi kalau dijumlah, itu kurang lebih sekitar 7.000 pengunjung,” kata Farhan.
Dari sisi transaksi, omzet Basmut hingga sehari sebelum pelaksanaan di tiga titik terakhir mencapai sekitar Rp1,9 miliar.
Dengan tambahan transaksi dari tiga lokasi tersebut, omzet Basmut diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp2,2 miliar.
“Untuk omzetnya, sampai hari kemarin itu di angka Rp1,9 miliar. Jadi kalau tambah tiga titik ini, kurang lebih di angka Rp2,2 miliar,” ujarnya.
Farhan menegaskan, Basmut tidak dimaksudkan untuk menggantikan mekanisme pasar secara permanen. Pemerintah hanya memberikan intervensi agar masyarakat memiliki alternatif memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.
“Memang kita tidak bisa terus-menerus memberikan harga disubsidi,” kata Farhan.
Selain menjaga keterjangkauan harga, Pemkot Bandung juga terus memantau ketersediaan pasokan kebutuhan pokok dan memastikan distribusinya tetap berjalan agar tidak terjadi gangguan terhadap masyarakat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









