Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC

Minggu, 1 November 2026 14:39 WIB

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

Minggu, 1 November 2026 14:20 WIB

Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen

Minggu, 1 November 2026 13:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
  • Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen
  • Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
  • Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI
  • Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB
  • Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Abah Setu Minta Maaf Usai Viral, MUI Singgung Pernyataan soal Nabi Muhammad

By SusanaJumat, 11 September 2026 10:37 WIB3 Mins Read
Abah Setu meminta maaf terkait video yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas merespons kasus dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang melibatkan pimpinan Majelis Darul Nurul Hikam di Bekasi, Asep Setiawan atau Abah Setu.

Abah Setu sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf setelah menjalani klarifikasi dan mediasi dengan sejumlah pihak di Mapolres Metro Bekasi.

Anwar Abbas mengatakan dirinya memaafkan Abah Setu atas pernyataan yang dinilai menyinggung umat Islam. Namun, ia menegaskan permintaan maaf tidak serta-merta menghentikan proses hukum apabila terdapat dugaan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.

“Kalau ada orang merasa bersalah lalu minta maaf ya dimaafkan. Tetapi yang bersangkutan juga melanggar hukum yang berlaku dalam negara RI, oleh karena itu pihak dari penegak hukum tentu harus bisa menegakkan hukum. Bagaimana cara dan prosedurnya tentu mereka sudah dan lebih tahu,” kata Anwar Abbas saat dihubungi, Jumat (11/9/2026).

Menurut Anwar, pernyataan Abah Setu dalam video yang beredar di media sosial sudah melewati batas. Ia menilai terdapat ucapan yang terkesan merendahkan Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga:  MUI Pantau Siaran Ramadhan 2025, Medsos dan TV Jadi Target Pengawasan

“Ya kelewatan, bahasanya merendahkan Nabi Muhammad dan terkesan sangat congkak,” ujar Anwar.

Anwar Abbas Soroti Pernyataan soal Nabi Muhammad

Anwar Abbas juga menyoroti pernyataan Abah Setu yang menyinggung Nabi Muhammad sebagai sosok yang berasal dari Madinah.

Menurut dia, pernyataan tersebut berpotensi menyakiti umat Islam, khususnya mereka yang meyakini Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah.

“Dia bilang ‘yang disebut Muhammad itu yang mana sih? Orang Madinah itu’, kata-kata ini jelas sangat menyakitkan bagi orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya,” tutur Anwar.

Ia pun menyerahkan proses selanjutnya kepada aparat penegak hukum untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.

Abah Setu Sampaikan Permintaan Maaf

Sebelumnya, polisi telah melakukan klarifikasi terhadap Asep Setiawan atau Abah Setu terkait dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga:  Keluarkan Fatwa Pemboikotan, Berikut Lima Ditkum Lengkap dari MUI

Dalam proses klarifikasi dan mediasi tersebut, Abah Setu menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menimbulkan keberatan di tengah masyarakat.

“Dalam forum tersebut, Asep Setiawan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menimbulkan keberatan di tengah masyarakat. Sementara itu, informasi dan keterangan yang telah diperoleh masih dalam pendalaman oleh pihak kepolisian,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).

Klarifikasi dan mediasi berlangsung di Mapolres Metro Bekasi. Sejumlah pihak turut dilibatkan, mulai dari unsur MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Polisi memastikan pendalaman terhadap peristiwa tersebut tetap dilakukan.

“Kepolisian selanjutnya tetap mendalami peristiwa tersebut, memantau dan berkomunikasi dengan para pihak guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Budi.

Polisi juga mengimbau masyarakat tidak mengambil tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Masyarakat juga diimbau tetap menjaga ketenangan serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban,” imbuhnya.

Baca Juga:  Diprotes Ulama, Turnamen Domino di Kota Tasikmalaya Batal Dihelat

Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad Viral di Media Sosial

Kasus dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW tersebut sebelumnya menjadi viral setelah rekaman video Abah Setu beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, Abah Setu terlihat berbicara di hadapan jemaahnya dan menyinggung mengenai Nabi Muhammad SAW.

Ia juga menyebut pengikutnya “terjebak syariat” serta melontarkan sejumlah pernyataan kontroversial yang kemudian menuai kecaman dari masyarakat.

Dalam rekaman yang beredar, Abah Setu juga meminta pengikutnya untuk tidak mengikuti pengajian di Majelis Dzikir Nurul Hikam yang dipimpinnya.

Video tersebut kemudian memicu reaksi warga. Massa bahkan mendatangi Majelis Darul Nurul Hikam pada Senin (7/9/2026) malam.

Di tengah polemik tersebut, Abah Setu akhirnya menyampaikan permintaan maaf. Sementara itu, polisi masih mendalami informasi dan keterangan yang berkaitan dengan kasus dugaan penghinaan Nabi Muhammad SAW tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Abah Setu Anwar Abbas dugaan penghinaan Nabi Muhammad MUI penghinaan Nabi Muhammad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.