Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Minggu, 27 September 2026 18:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Begal Bikin Resah Warga Jabar, KDM dan Kapolda Jabar Siapkan Pengawalan Malam Gratis

By Mulki AlbarJumat, 7 Agustus 2026 18:55 WIB5 Mins Read
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Kapolda Jabar Pipit Rismanto menyatakan perang melawan begal, tramadol, narkoba, dan kejahatan jalanan. Foro: bukamata.id/ Mulki ALbar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Polda Jawa Barat menyatakan perang terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan, mulai dari begal, pencurian kendaraan bermotor, peredaran obat keras seperti tramadol, hingga penggunaan knalpot brong.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda Press Release Pengungkapan Kejahatan Jalanan (Street Crime) di Jawa Barat yang dilanjutkan dengan pemusnahan knalpot nonstandar, pemusnahan barang bukti narkoba, serta penyerahan barang bukti kendaraan bermotor kepada para pemiliknya di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (7/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Dr. Pipit Rismanto menegaskan bahwa penanganan kejahatan tidak cukup hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan perubahan psikologi masyarakat, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta kehadiran negara bagi para korban.

Kapolda Jabar, Irjen. Pol. Dr. Pipit Rismanto mengungkapkan, sejak operasi pemberantasan penyakit masyarakat dan kejahatan jalanan digelar, Polda Jabar bersama jajaran Polres berhasil mengungkap 352 kasus kejahatan jalanan dengan 413 tersangka.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 1.016 unit sepeda motor, 12 mobil, tiga pucuk senjata api, serta ratusan senjata tajam yang digunakan para pelaku.

“Kami menginginkan adanya penguatan kolaborasi. Kami dibantu seluruh elemen di Jawa Barat, mulai dari TNI, pemerintah daerah hingga berbagai instansi untuk bersama-sama menangani berbagai persoalan keamanan,” kata Kapolda.

Selain kejahatan jalanan, Polda Jabar juga mengungkap 80 kasus narkotika dengan 95 tersangka, serta 115 kasus peredaran obat keras tertentu dengan 128 tersangka.

Baca Juga:  Defisit dan Dugaan KKN, Demonstran Gempur Kantor Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Barang bukti yang disita antara lain 1.718,43 gram sabu, 2.917 gram ganja, 612 butir ekstasi, 618,86 gram tembakau sintetis, 822 butir psikotropika, sekitar 2,72 juta butir obat keras tertentu, serta 25 ribu botol minuman keras.

Kapolda memperkirakan pengungkapan tersebut telah menyelamatkan sekitar 3,1 juta jiwa dari penyalahgunaan narkotika dan obat keras, dengan nilai barang bukti mencapai lebih dari Rp20 miliar.

Patroli Gabungan dan Pengawalan Pulang Malam

Untuk menekan angka kriminalitas, Polda Jabar akan memperkuat patroli gabungan bersama TNI, Satpol PP, dan pemerintah daerah melalui pembentukan Unit Reaksi Cepat.

Patroli akan difokuskan di kawasan permukiman, pusat aktivitas masyarakat, hingga lokasi rawan kejahatan pada malam hari.

Tak hanya itu, polisi juga akan menyediakan layanan pengawalan pulang malam gratis bagi masyarakat yang merasa tidak aman.

“Kami wajib memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pengawalan ketika pulang malam agar merasa aman,” ujar Kapolda.

Polda Jabar juga mendorong pemasangan CCTV di titik-titik rawan, peningkatan penerangan jalan umum, serta edukasi kepada masyarakat melalui Safari Jumat dan kegiatan keagamaan.

Dalam waktu dekat, Polda Jabar juga akan meluncurkan program “Orang Tua atau Wali Memanggil”, yang bertujuan meningkatkan kepedulian orang tua agar anak-anak tidak berkeliaran hingga larut malam.

Dedi Mulyadi: Jangan Biarkan Begal Menguasai Rasa Takut Masyarakat

Baca Juga:  Profil Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat Terpilih 2025-2030

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa keamanan merupakan syarat utama terciptanya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat tidak akan merasakan manfaat pembangunan apabila hidup dalam ketakutan akibat maraknya kejahatan.

“Pembangunan akan terasa memiliki makna ketika masyarakat hidup tenteram dan nyaman. Gangguan keamanan memiliki dampak psikologis yang luas terhadap masyarakat,” ujarnya.

Dedi mengapresiasi langkah Polda Jabar yang memulai Operasi Tiis Ceuli untuk menertibkan knalpot brong dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Jabar berencana menyediakan knalpot standar gratis bagi pemilik sepeda motor tertentu yang masih menggunakan knalpot bising.

“Kalau motornya memang kategori masyarakat menengah ke bawah, nanti kita siapkan knalpot standar sebagai pengganti. Saat operasi tinggal diganti, lalu boleh pulang,” katanya.

Tramadol Jadi Ancaman Serius

Selain knalpot brong, Dedi menyoroti maraknya peredaran obat keras seperti tramadol yang dinilainya menjadi salah satu pemicu meningkatnya kejahatan jalanan.

Menurutnya, obat keras banyak dikonsumsi anak-anak usia sekolah karena mudah diperoleh di kios-kios kecil maupun warung berkedok toko obat.

“Efeknya sangat berbahaya. Anak-anak menjadi melawan orang tua, kehilangan kontrol, hingga terdorong melakukan tindak kriminal. Ini ancaman serius bagi generasi muda,” tegasnya.

Ia bahkan menilai penyalahgunaan narkotika dan obat keras bukan hanya persoalan kriminalitas, melainkan ancaman terhadap masa depan bangsa karena dapat merusak kualitas generasi penerus.

Karena itu, Dedi meminta pemberantasan peredaran obat keras dilakukan tanpa kompromi.

Baca Juga:  Dilema Penertiban Tambang Jawa Barat: Menakar Alam yang Pulih di Atas Perut yang Perih

Negara Hadir untuk Korban Kejahatan

Dedi juga menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus menangkap pelaku, tetapi juga memberikan perlindungan kepada korban.

Pemprov Jawa Barat akan menanggung biaya pengobatan korban pembegalan, perampokan, kekerasan, maupun perundungan yang tidak ditanggung BPJS.

“Kalau ada korban begal, korban kekerasan atau perampokan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membiayai pengobatannya,” ujarnya.

Bahkan apabila korban meninggal dunia dan meninggalkan keluarga, Pemprov Jabar akan membantu keberlangsungan hidup keluarga, termasuk pendidikan anak-anak korban.

“Kalau korban meninggal dan meninggalkan istri serta anak-anaknya, maka pemerintah akan bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya dan membantu keluarganya,” katanya.

Ojol Dilibatkan Jaga Keamanan

Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengumumkan akan membentuk jalur komunikasi khusus bagi komunitas pengemudi ojek online sebagai bagian dari sistem keamanan lingkungan.

Menurutnya, para pengemudi ojol merupakan kelompok yang paling banyak beraktivitas selama 24 jam sehingga dapat menjadi mitra kepolisian dalam memberikan informasi apabila menemukan tindak kriminal.

Ia juga menegaskan akan memberikan hadiah kepada masyarakat maupun pengemudi ojol yang membantu menggagalkan aksi kejahatan tanpa membahayakan diri sendiri.

Menutup sambutannya, Dedi mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung langkah aparat dalam memberantas kriminalitas.

“Perang melawan kejahatan bukan hanya perang penegakan hukum, tetapi juga perang psikologi dan perang opini. Kita tidak boleh takut kepada begal. Justru begal yang harus takut kepada masyarakat yang bersatu bersama negara,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

begal bandung Dedi Mulyadi Polda Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.