Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI

Minggu, 1 November 2026 12:02 WIB

Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB

Minggu, 1 November 2026 11:30 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Minggu, 1 November 2026 11:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI
  • Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB
  • Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih
  • Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah
  • Tolic Dihukum, Persib Tetap Ganas Hadapi Kalteng FC di Si Jalak Harupat
  • Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI
  • Emas Antam Hari Ini Tertahan di Rp 2,526 Juta, Saatnya Beli?
  • Siap-siap! Rilis 10 November, Syarat Dapat Bansos Digital Wajib Scan Wajah dan NIK
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Disorot Media Asing, Ada Apa?

By Aga GustianaSelasa, 13 Mei 2025 09:24 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Media internasional asal Singapura, Channel News Asia (CNA), menyoroti sejumlah kebijakan kontroversial dari pemimpin daerah di Indonesia. Dalam artikel berjudul “Innovative or ‘dangerous’? Indonesia’s local leaders raise eyebrows with vasectomy-for-aid and other schemes”, CNA mengulas berbagai program yang dianggap tidak lazim namun mencolok, termasuk yang diprakarsai oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Salah satu program Dedi yang menuai perhatian adalah pelatihan ala militer untuk para siswa SMP yang dianggap bermasalah. Dalam laporan CNA yang dikutip pada Selasa (13/5/2025), digambarkan bagaimana puluhan remaja mengenakan seragam hijau layaknya tentara dan berbaris rapi sambil berteriak semangat di lapangan Purwakarta, Jawa Barat. Mereka menjalani pelatihan selama 14 hari di bawah pengawasan militer dan kepolisian.

Dedi mengklaim program ini bertujuan untuk mendisiplinkan siswa dan membentuk karakter mereka. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan mengalokasikan dana sebesar Rp6 miliar untuk mendukung program ini dengan target 2.000 siswa.

Namun, kebijakan tersebut menimbulkan kontroversi. Sejumlah anggota parlemen dan kelompok hak asasi manusia mempertanyakan metode pendidikan berbasis militer dan menilai pendekatan tersebut tidak tepat untuk anak-anak. Menanggapi kritik, Dedi menyatakan bahwa seorang pemimpin harus tegas dan pantang mundur dari ide yang diyakini benar.

Baca Juga:  Susi Pudjiastuti Dukung Jeje di Pilgub Jabar 2024

Tak hanya itu, Dedi juga mengusulkan program yang tak kalah kontroversial: pemberian bantuan sosial bagi pria yang bersedia menjalani vasektomi. Ia menawarkan insentif sebesar Rp500 ribu kepada peserta, dengan tujuan menekan angka kelahiran dan mengurangi kemiskinan di Jawa Barat—provinsi terpadat di Indonesia dengan populasi 50 juta dan tingkat kemiskinan sekitar 7,5 persen.

Baca Juga:  Akhir 2024, Jawa Barat Alami Inflasi 0,35 Persen

“Ini bukan paksaan, tapi ajakan untuk bertanggung jawab bersama,” ujar Dedi, sebagaimana dikutip CNA.

Selain Dedi, beberapa kepala daerah lain juga disorot CNA. Di antaranya Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang mewajibkan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) menggunakan transportasi umum sejak 30 April dan mengunggah swafoto sebagai bukti kepatuhan. Program ini bertujuan mengurangi kemacetan dan polusi udara di ibu kota. Meski demikian, hingga kini belum ada sanksi bagi 50.000 PNS yang tidak menaati aturan tersebut.

Baca Juga:  Tegas! Dedi Mulyadi Bakal Pidanakan Pengkavling Aset Negara

Sementara itu, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, juga menjadi sorotan setelah melarang penampilan waria di atas panggung selama acara publik. Kebijakan ini disebut sebagai tanggapan terhadap keluhan masyarakat yang menganggap aksi tersebut melanggar norma sosial.

CNA juga mengutip analisis dari pengamat lokal yang menyebut bahwa terobosan atau kontroversi semacam ini dapat berdampak besar terhadap popularitas politik para kepala daerah—baik secara positif maupun negatif.

Laporan ini menyoroti bagaimana otonomi daerah di Indonesia membuka ruang luas bagi inovasi, namun juga menghadirkan tantangan dalam menyeimbangkan kreativitas dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan tata kelola yang bijak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.