Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Taktik Jitu Igor Tolic Bawa Persib Bandung Jinakkan Raksasa Korsel Lewat Skor Tipis 0-1

Rabu, 16 September 2026 19:03 WIB

Api Kepung 5 Titik Lahan di Sindanggalih Sumedang, Warga Mulai Waspada

Rabu, 16 September 2026 18:40 WIB
Pencabulan

Skandal Pelecehan Siswi PKL di Sukabumi: Polisi Tetapkan Sekdis Dishub Sebagai Tersangka

Rabu, 16 September 2026 18:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Taktik Jitu Igor Tolic Bawa Persib Bandung Jinakkan Raksasa Korsel Lewat Skor Tipis 0-1
  • Api Kepung 5 Titik Lahan di Sindanggalih Sumedang, Warga Mulai Waspada
  • Skandal Pelecehan Siswi PKL di Sukabumi: Polisi Tetapkan Sekdis Dishub Sebagai Tersangka
  • Kejutan di Tengah Persiapan Persib! Oh In-kyun Muncul, FC Seoul Langsung Dibongkar
  • 82 Bangunan Berdiri di Area Pemakaman Pandu, Pemkot Bandung Mulai Siapkan Penertiban
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
  • Korban Ledakan Gas Mandalajati Meninggal, Walikota: Kami Sangat Berduka
  • Babi Hutan Nyasar ke Puskesmas di Cianjur, Bikin Warga dan Pasien Panik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Begini Kata MUI Soal Gua Safarwadi Diklaim Bisa Tembus ke Mekkah

By Aga GustianaRabu, 12 Februari 2025 17:50 WIB2 Mins Read
Gua Safarwadi di Tasikmalaya. (Foto: Muhammadiyah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Baru-baru ini publik dihebohkan dengan sebuah video yang Gua Safarwadi di Pamijahan, Tasikmalaya yang diklaim sebagai jalan menuju Kota Mekkah, Arab Saudi.

Dalam video tersebut, terlihat masyarakat berpakaian muslim memadati area gua sambil melantunkan doa. Fenomena ini pun menuai pertanyaan publik, terutama terkait kebenaran klaim tersebut.

Diketahui, Gua Safarwadi merupakan situs religi bersejarah yang dikenal memiliki lorong-lorong bercabang yang konon pernah digunakan oleh ulama penyebar Islam di Tasikmalaya, Syekh Abdul Muhyi. Gua ini juga diyakini pernah menjadi tempat berkumpulnya para waliyullah.

Di gua ini juga terdapat sumber mata air jernih yang disebut-sebut tidak pernah surit, bahkan saat musim kemarau. Air tersebut diyakini juga memiliki kesamaan dengan air Zamzam.

Baca Juga:  MUI Dorong Penerapan Hukuman Maksimal bagi Pelaku Kekerasan Seksual

Sementara itu, menanggapi viralnya Gua Safarwadi ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan jika informasi atau klaim bisa tembus ke Mekkah hanyalah mitos.

Dijelaskan Ketua MUI Bidang Dakwah, KH Cholil Nafis, mitos-mitos seperti ini muncul akibat keinginan masyarakat untuk mencari kebenaran atas keyakinan atau harapan mereka.

“Ini mistis ya sebenarnya, mitos-mitos yang berkembang di masyarakat seringkali masyarakat mencari legitimasi terhadap keyakinannya atau legitimasi terhadap keinginannya,” ujar KH. Cholil Nafis dikutip Rabu (12/2/2025).

Ditambahkan KH Cholil Nafis, banyak orang yang berkeinginan untuk menunaikan ibadah haju atau umrah, namun terkendala faktor ekonomi ataupun antrean panjang. Hal ini menyebabkan sebagaian masyarakat mencari alternatif atau pembenaran lain.

Baca Juga:  Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

“Tentu agama mengajarkan bahwa orang berangkat haji itu melewati hukum, ada hukum agama dan hukum negara yang mengatur keberangkatan dari Indonesia ke Arab Saudi. Oleh karena itu, saya memastikan berdasarkan informasi yang saya baca bahwa goa ini tidak akan pernah memiliki terowongan yang tembus ke Mekah,” tegasnya.

KH Cholil Nafis juga mengingatkan bahwa Mekah memiliki regulasi ketat dalam menerima jamaah dari luar negeri, sehingga klaim adanya lorong menuju Mekah tidaklah masuk akal. Ia menegaskan bahwa Gua Safarwadi sebaiknya dihormati sebagai situs sejarah dan bagian dari khazanah budaya Nusantara, bukan sebagai tempat ibadah yang berlebihan.

Baca Juga:  Steven Gerrard Ingin Angkat Kaki dari Al Ettifaq

“Saya pikir masyarakat perlu disadarkan bahwa gua ini bukan tempat ibadah. Mungkin gua ini bisa dijadikan sebagai lokasi napak tilas yang memiliki nilai sejarah tentang bagaimana para pendakwah datang ke tempat ini. Memang, di dalamnya mungkin terdapat simbol-simbol seperti gambar kopiah, lorong-lorong, atau simbol ibadah lainnya. Namun, sebaiknya hal itu dipandang sebagai bagian dari budaya lokal dan khazanah Nusantara, bukan dijadikan tempat ibadah,” jelasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arab Saudi MUI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Api Kepung 5 Titik Lahan di Sindanggalih Sumedang, Warga Mulai Waspada

Pencabulan

Skandal Pelecehan Siswi PKL di Sukabumi: Polisi Tetapkan Sekdis Dishub Sebagai Tersangka

82 Bangunan Berdiri di Area Pemakaman Pandu, Pemkot Bandung Mulai Siapkan Penertiban

Korban Ledakan Gas Mandalajati Meninggal, Walikota: Kami Sangat Berduka

Babi Hutan Nyasar ke Puskesmas di Cianjur, Bikin Warga dan Pasien Panik

Lahan Kebakaran Cihanja Bandung Disegel, Farhan Curigai Ada Transaksi Sampah dari Luar Kota

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.