Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Senin, 2 November 2026 06:00 WIB

Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus

Senin, 2 November 2026 03:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Senin, 2 November 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya
  • Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus
  • Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026
  • Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Raih Hasil Terbaik di Moto3 Malaysia 2026
  • Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks
  • Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati
  • Menalo Brace, Klok Gol Indah! Persib Tempel Ketat Persija
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Begini Kata MUI Soal Gua Safarwadi Diklaim Bisa Tembus ke Mekkah

By Aga GustianaRabu, 12 Februari 2025 17:50 WIB2 Mins Read
Gua Safarwadi di Tasikmalaya. (Foto: Muhammadiyah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Baru-baru ini publik dihebohkan dengan sebuah video yang Gua Safarwadi di Pamijahan, Tasikmalaya yang diklaim sebagai jalan menuju Kota Mekkah, Arab Saudi.

Dalam video tersebut, terlihat masyarakat berpakaian muslim memadati area gua sambil melantunkan doa. Fenomena ini pun menuai pertanyaan publik, terutama terkait kebenaran klaim tersebut.

Diketahui, Gua Safarwadi merupakan situs religi bersejarah yang dikenal memiliki lorong-lorong bercabang yang konon pernah digunakan oleh ulama penyebar Islam di Tasikmalaya, Syekh Abdul Muhyi. Gua ini juga diyakini pernah menjadi tempat berkumpulnya para waliyullah.

Di gua ini juga terdapat sumber mata air jernih yang disebut-sebut tidak pernah surit, bahkan saat musim kemarau. Air tersebut diyakini juga memiliki kesamaan dengan air Zamzam.

Baca Juga:  Laga Hidup-Mati Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Beberkan Strategi Rahasia Garuda!

Sementara itu, menanggapi viralnya Gua Safarwadi ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan jika informasi atau klaim bisa tembus ke Mekkah hanyalah mitos.

Dijelaskan Ketua MUI Bidang Dakwah, KH Cholil Nafis, mitos-mitos seperti ini muncul akibat keinginan masyarakat untuk mencari kebenaran atas keyakinan atau harapan mereka.

“Ini mistis ya sebenarnya, mitos-mitos yang berkembang di masyarakat seringkali masyarakat mencari legitimasi terhadap keyakinannya atau legitimasi terhadap keinginannya,” ujar KH. Cholil Nafis dikutip Rabu (12/2/2025).

Ditambahkan KH Cholil Nafis, banyak orang yang berkeinginan untuk menunaikan ibadah haju atau umrah, namun terkendala faktor ekonomi ataupun antrean panjang. Hal ini menyebabkan sebagaian masyarakat mencari alternatif atau pembenaran lain.

Baca Juga:  Ketimbang Diliburkan, Ramadhan Jadi Momen Penguatan Keagamaan di Sekolah

“Tentu agama mengajarkan bahwa orang berangkat haji itu melewati hukum, ada hukum agama dan hukum negara yang mengatur keberangkatan dari Indonesia ke Arab Saudi. Oleh karena itu, saya memastikan berdasarkan informasi yang saya baca bahwa goa ini tidak akan pernah memiliki terowongan yang tembus ke Mekah,” tegasnya.

KH Cholil Nafis juga mengingatkan bahwa Mekah memiliki regulasi ketat dalam menerima jamaah dari luar negeri, sehingga klaim adanya lorong menuju Mekah tidaklah masuk akal. Ia menegaskan bahwa Gua Safarwadi sebaiknya dihormati sebagai situs sejarah dan bagian dari khazanah budaya Nusantara, bukan sebagai tempat ibadah yang berlebihan.

Baca Juga:  Abah Setu Minta Maaf Usai Viral, MUI Singgung Pernyataan soal Nabi Muhammad

“Saya pikir masyarakat perlu disadarkan bahwa gua ini bukan tempat ibadah. Mungkin gua ini bisa dijadikan sebagai lokasi napak tilas yang memiliki nilai sejarah tentang bagaimana para pendakwah datang ke tempat ini. Memang, di dalamnya mungkin terdapat simbol-simbol seperti gambar kopiah, lorong-lorong, atau simbol ibadah lainnya. Namun, sebaiknya hal itu dipandang sebagai bagian dari budaya lokal dan khazanah Nusantara, bukan dijadikan tempat ibadah,” jelasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arab Saudi MUI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.