Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ujian Berat Igor Tolic: Jadwal Horor Persib Bandung Diapit Ambisi Asia dan Rivalitas Panas Super League

Jumat, 21 Agustus 2026 14:20 WIB

Dulu Songng, Sekarang Melempem! Drama Permintaan Maaf Sales SPV ke Aa Juju yang Gagal Total

Jumat, 21 Agustus 2026 13:59 WIB

Thom Haye Diduga Kena Pukul? Rekaman Insiden dengan Pemain Bali United Jadi Sorotan

Jumat, 21 Agustus 2026 12:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ujian Berat Igor Tolic: Jadwal Horor Persib Bandung Diapit Ambisi Asia dan Rivalitas Panas Super League
  • Dulu Songng, Sekarang Melempem! Drama Permintaan Maaf Sales SPV ke Aa Juju yang Gagal Total
  • Thom Haye Diduga Kena Pukul? Rekaman Insiden dengan Pemain Bali United Jadi Sorotan
  • Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Buyback Rp2,585 Juta: Ini Daftar Lengkapnya
  • Sering Bikin Penasaran, Ini Arti Desil 6–10 dan Alasan Tak Jadi Prioritas Bansos
  • Inikah Tahun Terparah? 1.487 Titik Api Kepung Kalimantan, Jeritan Warga di Bawah Langit Merah!
  • Bansos BPNT Cair Agustus 2026: Cek NIK KTP Anda, 18 Juta Penerima Siap Terima Bantuan
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Agustus 2026 Sekarang, Bantuan Rp600 Ribu Menanti
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 21 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Begini Wajah Destinasi Wisata Guci Setelah Diterjang Banjir Bandang

By Aga GustianaSenin, 2 Februari 2026 19:07 WIB2 Mins Read
Wisata Guci setelah diterjang banjir bandang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peristiwa banjir bandang yang kembali menimpa kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Guci, Kabupaten Tegal pada Sabtu, 24 Januari 2026, menimbulkan dampak serius bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat. Tidak sekadar bencana alam biasa, kejadian ini menjadi momen penting bagi upaya pemulihan dan penataan ulang destinasi wisata Guci.

Dampak Langsung pada Destinasi Wisata

Ketua Klaster Pariwisata DPP V Jawa Tengah, Setya Teguh Yuwana, menjelaskan melalui pesan WhatsApp pada Senin, 26 Januari 2026, bahwa banjir bandang menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas utama kawasan wisata. Akses jalan rusak, jembatan penghubung terputus, dan area pemandian air panas—termasuk Pancuran 5 dan Pancuran 13—mengalami gangguan sehingga aktivitas wisata berhenti sementara. Dampak ini juga tercermin dari menurunnya jumlah pengunjung.

“Bencana banjir bandang yang kedua kalinya terjadi membuat kepercayaan pasar wisata terhadap keamanan kawasan Guci mengalami guncangan,” ujar Setya Teguh Yuwana.

Tekanan Ekonomi terhadap Masyarakat Lokal

Kerugian tidak hanya menimpa fasilitas umum. Pelaku usaha lokal, seperti warung makan, pedagang kaki lima, penyewa ban, pemandu wisata, hingga pengelola vila dan hotel, merasakan tekanan ekonomi yang cukup berat. Efek domino dari bencana ini bisa berdampak jangka panjang jika penanganannya hanya bersifat darurat dan tidak berkelanjutan.

“Laporan yang saya terima dari beberapa pelaku usaha penginapan menunjukkan banyak tamu yang membatalkan kunjungan karena bencana banjir bandang yang kembali menimpa Guci,” ungkap Teguh.

Transformasi Pariwisata Guci Tidak Bisa Ditunda

Teguh menekankan bahwa kejadian ini menjadi titik balik bagi pengelolaan wisata Guci. Penanganan sementara saja tidak cukup; dibutuhkan penataan ulang kawasan wisata berbasis mitigasi bencana dan pengembangan konsep pariwisata yang lebih aman, adaptif, dan berkelanjutan.

“Banjir bandang kedua ini adalah peringatan keras bahwa pembangunan pariwisata tanpa keseimbangan ekologi dan manajemen risiko hanya akan menunda krisis yang lebih besar,” tegasnya.

Peluang untuk Guci yang Lebih Tangguh

Meski musibah ini menimbulkan duka, Teguh melihat momentum untuk membangun Guci versi baru. Destinasi wisata yang lebih tertata, ramah lingkungan, aman bagi pengunjung, dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat lokal.

“Guci berduka. Namun dari duka ini ada arah baru harus dilahirkan,” kata Teguh.

Pengelolaan Holistik untuk Masa Depan

Teguh menambahkan, pengelolaan Guci harus bersifat menyeluruh dari hulu ke hilir, dengan memperhatikan keseimbangan ekologi, koordinasi lintas wilayah, dan perlindungan kawasan lereng Gunung Slamet agar bencana serupa tidak terjadi lagi.

“Kerugian materiil sangat besar untuk membangun infrastruktur yang rusak. Sedangkan kerugian imateriil adalah makin terkikisnya branding Destinasi Wisata Guci karena dinilai tidak cukup aman bagi wisatawan,” tutup Teguh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir bandang Guci Dampak Bencana Alam Ekonomi Lokal Guci Guci Pariwisata Jawa Tengah Wisata Guci
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dulu Songng, Sekarang Melempem! Drama Permintaan Maaf Sales SPV ke Aa Juju yang Gagal Total

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Buyback Rp2,585 Juta: Ini Daftar Lengkapnya

Sering Bikin Penasaran, Ini Arti Desil 6–10 dan Alasan Tak Jadi Prioritas Bansos

Bansos BPNT Cair Agustus 2026: Cek NIK KTP Anda, 18 Juta Penerima Siap Terima Bantuan

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Klaim Saldo DANA Gratis 21 Agustus 2026: Dapatkan Link DANA Kaget dan Bonus Saldo Langsung Cair

Garena Free Fire

Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Pidato Presiden Sebut Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg Viral, Begini Kata Istana
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.