Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!

Selasa, 6 Oktober 2026 06:00 WIB

Jelang Port FC vs Persib, Rekor Maung Bandung Bikin Deg-Degan: Belum Pernah Menang!

Selasa, 6 Oktober 2026 05:00 WIB

Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu

Selasa, 6 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!
  • Jelang Port FC vs Persib, Rekor Maung Bandung Bikin Deg-Degan: Belum Pernah Menang!
  • Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu
  • BSU Rp900 Ribu hingga Bansos Beras 30 Kg, Ini Bantuan Pemerintah Oktober 2026
  • Lagi Cari Tempat Liburan? Ini 10 Destinasi Wisata Paling Populer dan Instagramable di Bandung Barat
  • Jelang Tiga Laga Kandang Persib Bandung, Polisi Minta Bobotoh Jaga Ketertiban dan Jadi Tuan Rumah yang Baik
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
  • Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup Usai Bekuk Thailand Lewat Adu Penalti
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Begini Wajah Destinasi Wisata Guci Setelah Diterjang Banjir Bandang

By Aga GustianaSenin, 2 Februari 2026 19:07 WIB2 Mins Read
Wisata Guci setelah diterjang banjir bandang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peristiwa banjir bandang yang kembali menimpa kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Guci, Kabupaten Tegal pada Sabtu, 24 Januari 2026, menimbulkan dampak serius bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat. Tidak sekadar bencana alam biasa, kejadian ini menjadi momen penting bagi upaya pemulihan dan penataan ulang destinasi wisata Guci.

Dampak Langsung pada Destinasi Wisata

Ketua Klaster Pariwisata DPP V Jawa Tengah, Setya Teguh Yuwana, menjelaskan melalui pesan WhatsApp pada Senin, 26 Januari 2026, bahwa banjir bandang menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas utama kawasan wisata. Akses jalan rusak, jembatan penghubung terputus, dan area pemandian air panas—termasuk Pancuran 5 dan Pancuran 13—mengalami gangguan sehingga aktivitas wisata berhenti sementara. Dampak ini juga tercermin dari menurunnya jumlah pengunjung.

“Bencana banjir bandang yang kedua kalinya terjadi membuat kepercayaan pasar wisata terhadap keamanan kawasan Guci mengalami guncangan,” ujar Setya Teguh Yuwana.

Tekanan Ekonomi terhadap Masyarakat Lokal

Kerugian tidak hanya menimpa fasilitas umum. Pelaku usaha lokal, seperti warung makan, pedagang kaki lima, penyewa ban, pemandu wisata, hingga pengelola vila dan hotel, merasakan tekanan ekonomi yang cukup berat. Efek domino dari bencana ini bisa berdampak jangka panjang jika penanganannya hanya bersifat darurat dan tidak berkelanjutan.

“Laporan yang saya terima dari beberapa pelaku usaha penginapan menunjukkan banyak tamu yang membatalkan kunjungan karena bencana banjir bandang yang kembali menimpa Guci,” ungkap Teguh.

Transformasi Pariwisata Guci Tidak Bisa Ditunda

Teguh menekankan bahwa kejadian ini menjadi titik balik bagi pengelolaan wisata Guci. Penanganan sementara saja tidak cukup; dibutuhkan penataan ulang kawasan wisata berbasis mitigasi bencana dan pengembangan konsep pariwisata yang lebih aman, adaptif, dan berkelanjutan.

“Banjir bandang kedua ini adalah peringatan keras bahwa pembangunan pariwisata tanpa keseimbangan ekologi dan manajemen risiko hanya akan menunda krisis yang lebih besar,” tegasnya.

Peluang untuk Guci yang Lebih Tangguh

Meski musibah ini menimbulkan duka, Teguh melihat momentum untuk membangun Guci versi baru. Destinasi wisata yang lebih tertata, ramah lingkungan, aman bagi pengunjung, dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat lokal.

“Guci berduka. Namun dari duka ini ada arah baru harus dilahirkan,” kata Teguh.

Pengelolaan Holistik untuk Masa Depan

Teguh menambahkan, pengelolaan Guci harus bersifat menyeluruh dari hulu ke hilir, dengan memperhatikan keseimbangan ekologi, koordinasi lintas wilayah, dan perlindungan kawasan lereng Gunung Slamet agar bencana serupa tidak terjadi lagi.

“Kerugian materiil sangat besar untuk membangun infrastruktur yang rusak. Sedangkan kerugian imateriil adalah makin terkikisnya branding Destinasi Wisata Guci karena dinilai tidak cukup aman bagi wisatawan,” tutup Teguh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!

Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu

Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Lagi Cari Tempat Liburan? Ini 10 Destinasi Wisata Paling Populer dan Instagramable di Bandung Barat

Gandeng MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun, JNE Beri Promo Spesial di Hari Batik Nasional 2026

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram

Mojang Bandung Gita Puspita: Aktif Berorganisasi, Mengajar, dan Terus Bertumbuh Mengejar Masa Depan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.