Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two

Senin, 14 September 2026 03:00 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Senin, 14 September 2026 01:00 WIB

Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi

Minggu, 13 September 2026 19:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two
  • Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari
  • Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi
  • Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun
  • BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan
  • Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat
  • Jadwal Persib Bikin Deg-degan: Persija Baru Lewat, FC Seoul Sudah Menunggu di Korea
  • Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bendung Hoaks Medsos, Komisi I DPRD Jabar Dorong Penguatan Anggaran Lembaga Penyiaran Resmi

By Aga GustianaRabu, 13 Mei 2026 12:39 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Derasnya arus informasi yang tidak tersaring di media sosial memicu perhatian serius dari legislatif. Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat menyatakan komitmen penuhnya untuk memperkuat peran lembaga penyiaran konvensional sebagai pilar informasi yang valid dan tepercaya bagi masyarakat luas.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi I DPRD Jabar, Rafael Situmorang, saat menghadiri agenda Focus Group Discussion (FGD). Acara yang diinisiasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Penyiaran Daerah yang dihelat di Universitas Pasundan, Rabu (13/5/2026).

Rafaell menilai tata kelola penyiaran merupakan isu krusial yang wajib disokong lewat regulasi yang kuat serta intervensi anggaran yang memadai. Langkah ini penting agar televisi dan radio dapat menjalankan peran edukasi, penyebaran berita, dan kontrol sosial secara maksimal.

“Ya kalau kami memandang memang persoalan-persoalan penyiaran pentng untuk kami support ya, baik dalam bentuk regulasi maupun aggaran supaya lembaga penyiaran ini bisa menjadi lembaga yang di dengar oleh publik.” ujar Rafael.

Baca Juga:  Rafael Situmorang Soroti Ketimpangan Pekerja Formal dan Informal di Jawa Barat

Menanggapi desakan publik terkait perlunya regulasi ketat untuk menertibkan konten media sosial yang saat ini dinilai masih liar, Rafael menegaskan bahwa ranah hukum tersebut merupakan wewenang mutlak pemerintah pusat melalui revisi Undang-Undang di tingkat nasional.

Baca Juga:  ASDEPSI Komitmen Dukung Rekomendasi Kebijakan ADPSI

“Melalui forum ini, DPRD Provinsi Jawa Barat berharap hasil kajian yang disusun KPID Jawa Barat dapat menjadi masukan startegis bagi penyusunan kebijakan yang mampu memperkuat ekosistem penyiaran sekaligus menjaga ketahanan informasi di tengah perkembangan media digital yang semakin pesat,” ucap Rafael.

Menakar Perilaku Gen Z Lewat Perspektif Ketahanan Nasional

Pada kesempatan yang sama, Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, memaparkan bahwa diskusi publik ini merupakan kelanjutan dari agenda sebelumnya. Jika sebelumnya KPID fokus membedah kebiasaan Gen Z dari sudut pandang psikologi penyiaran, kini pembahasan diperlebar ke ranah yang lebih makro menggunakan kacamata ketahanan nasional melalui pendekatan Pancagatra.

Baca Juga:  Gugat Narasi Keliru Milangkala Tatar Sunda, DPRD Jabar: Jangan Ajarkan Sejarah Ngawur ke Generasi Muda!

“Kalau sebelumnya kami melihat dari sisi psikologi, kognitif, dan afektif, kali ini perspektifnya lebih luas, mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan, ini penting karna berkaitan dengan ketahanan nasional.” ujar Adiyana.

Adiyana menggarisbawahi bahwa posisi industri penyiaran di Jawa Barat harus terus diinjeksi energinya. Hal ini bertujuan agar lembaga penyiaran lokal mampu menjadi penyeimbang yang tangguh di tengah gempuran algoritma media sosial, sekaligus menjadi pemandu utama dalam menyajikan berita yang akurat bagi generasi muda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Gen Z media sosial Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun

BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan

Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.