Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dimas Drajad Tinggalkan Persib, Ini Alasan Maung Bandung Tak Perpanjang Kontraknya

Rabu, 15 Juli 2026 20:47 WIB

Link Live Streaming Inggris vs Argentina Semifinal Piala Dunia 2026, Duel Messi dan Harry Kane Menuju Final

Rabu, 15 Juli 2026 20:30 WIB
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Klaim Saldo DANA Kaget Rp75.000 Hari Ini: Simak Panduan Lengkap dan Cara Cepat Menangnya!

Rabu, 15 Juli 2026 20:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dimas Drajad Tinggalkan Persib, Ini Alasan Maung Bandung Tak Perpanjang Kontraknya
  • Link Live Streaming Inggris vs Argentina Semifinal Piala Dunia 2026, Duel Messi dan Harry Kane Menuju Final
  • Klaim Saldo DANA Kaget Rp75.000 Hari Ini: Simak Panduan Lengkap dan Cara Cepat Menangnya!
  • OpenAI Bikin Gebrakan Baru, Speaker AI Tanpa Layar Ini Diklaim Mampu Mengenal Penggunanya
  • Bongkar Isi Proposal Pernikahan Rozan yang Viral, Pantas Saja Mertua Langsung Luluh
  • Pemkot Bandung Siapkan Sistem Parkir Jelang Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi
  • Lionel Messi Siap Hadapi Inggris, De Paul Ungkap Kondisi Sang Kapten Jelang Semifinal
  • Bangkit dari Cedera, Marc Klok Siap Rebut Posisi Utama di Timnas Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 15 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bendung Hoaks Medsos, Komisi I DPRD Jabar Dorong Penguatan Anggaran Lembaga Penyiaran Resmi

By Aga GustianaRabu, 13 Mei 2026 12:39 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Derasnya arus informasi yang tidak tersaring di media sosial memicu perhatian serius dari legislatif. Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat menyatakan komitmen penuhnya untuk memperkuat peran lembaga penyiaran konvensional sebagai pilar informasi yang valid dan tepercaya bagi masyarakat luas.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi I DPRD Jabar, Rafael Situmorang, saat menghadiri agenda Focus Group Discussion (FGD). Acara yang diinisiasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Penyiaran Daerah yang dihelat di Universitas Pasundan, Rabu (13/5/2026).

Rafaell menilai tata kelola penyiaran merupakan isu krusial yang wajib disokong lewat regulasi yang kuat serta intervensi anggaran yang memadai. Langkah ini penting agar televisi dan radio dapat menjalankan peran edukasi, penyebaran berita, dan kontrol sosial secara maksimal.

“Ya kalau kami memandang memang persoalan-persoalan penyiaran pentng untuk kami support ya, baik dalam bentuk regulasi maupun aggaran supaya lembaga penyiaran ini bisa menjadi lembaga yang di dengar oleh publik.” ujar Rafael.

Baca Juga:  Bandung Kembali Bergejolak! Mahasiswa Kepung DPRD Jabar Bawa Tuntutan Ekonomi dan Pendidikan

Menanggapi desakan publik terkait perlunya regulasi ketat untuk menertibkan konten media sosial yang saat ini dinilai masih liar, Rafael menegaskan bahwa ranah hukum tersebut merupakan wewenang mutlak pemerintah pusat melalui revisi Undang-Undang di tingkat nasional.

Baca Juga:  Fetty Anggraenidini Pantau Disnaker Bogor, Dorong Pelatihan dan Job Fair Tekan Pengangguran

“Melalui forum ini, DPRD Provinsi Jawa Barat berharap hasil kajian yang disusun KPID Jawa Barat dapat menjadi masukan startegis bagi penyusunan kebijakan yang mampu memperkuat ekosistem penyiaran sekaligus menjaga ketahanan informasi di tengah perkembangan media digital yang semakin pesat,” ucap Rafael.

Menakar Perilaku Gen Z Lewat Perspektif Ketahanan Nasional

Pada kesempatan yang sama, Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, memaparkan bahwa diskusi publik ini merupakan kelanjutan dari agenda sebelumnya. Jika sebelumnya KPID fokus membedah kebiasaan Gen Z dari sudut pandang psikologi penyiaran, kini pembahasan diperlebar ke ranah yang lebih makro menggunakan kacamata ketahanan nasional melalui pendekatan Pancagatra.

Baca Juga:  Pengawasan Pemerintahan di Cimahi, Rafael Situmorang Soroti Hak Jaminan Sosial Warga

“Kalau sebelumnya kami melihat dari sisi psikologi, kognitif, dan afektif, kali ini perspektifnya lebih luas, mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan, ini penting karna berkaitan dengan ketahanan nasional.” ujar Adiyana.

Adiyana menggarisbawahi bahwa posisi industri penyiaran di Jawa Barat harus terus diinjeksi energinya. Hal ini bertujuan agar lembaga penyiaran lokal mampu menjadi penyeimbang yang tangguh di tengah gempuran algoritma media sosial, sekaligus menjadi pemandu utama dalam menyajikan berita yang akurat bagi generasi muda.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Gen Z KPID Jabar Lembaga Penyiaran media sosial Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bongkar Isi Proposal Pernikahan Rozan yang Viral, Pantas Saja Mertua Langsung Luluh

Pemkot Bandung Siapkan Sistem Parkir Jelang Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi

Fakta Sebenarnya Video Macan Gunung Papandayan yang Heboh di WhatsApp, Polisi Beri Penjelasan

Kecelakaan Maut di Arcamanik Bandung, Lansia Tewas saat Hendak ke Pasar Cicaheum

Arkana Aidan Misbach Kini Sah Jadi Anak Ridwan Kamil

Nama Resmi Bandara Husein Kini Ditambah ‘Bandung’, Farhan Siapkan Branding Khas Kota Kembang

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.