Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh! Lagu ‘Erika’ Mahasiswa ITB Viral di X, Lirik Dinilai Mengandung Pelecehan

Selasa, 14 April 2026 20:54 WIB
Pemandangan eksotis Waduk Jatiluhur, ikon wisata Purwakarta sejak dulu.

Bukan Cuma Sate Maranggi! Ini 5 Wisata Hits Purwakarta 2026 yang Wajib Masuk List Liburanmu

Selasa, 14 April 2026 20:17 WIB

Nyawa Taruhannya! Nekat Ajak Balita Mendaki Hingga Hipotermia: Pelajaran Mahal untuk Orang Tua

Selasa, 14 April 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Lagu ‘Erika’ Mahasiswa ITB Viral di X, Lirik Dinilai Mengandung Pelecehan
  • Bukan Cuma Sate Maranggi! Ini 5 Wisata Hits Purwakarta 2026 yang Wajib Masuk List Liburanmu
  • Nyawa Taruhannya! Nekat Ajak Balita Mendaki Hingga Hipotermia: Pelajaran Mahal untuk Orang Tua
  • Buruan Ikut! Program Loyalty Firecash Bank BJB Berhadiah Rp500 Ribu per Periode
  • Jeritan Hati Ibu di Cimahi: Balita 3 Tahun Terus Pendarahan, Adukan Ulah Bejat Pelaku ke Dedi Mulyadi
  • Rafael Situmorang Dukung Kebijakan Pajak Kendaraan, Minta Koordinasi Teknis Dimatangkan
  • SIAPA CEPAT DIA DAPAT! Kode Redeem FF 14 April 2026: Skin Senjata Sultan & Bundle Langka Menantimu!
  • Eksplorasi Pangandaran: 5 Rekomendasi Destinasi Wajib yang Tengah Hits di Tahun 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 14 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang Bedah Polemik Ranah Privat vs Komunal dalam KUHP Baru di UIN Bandung

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 14 April 2026 17:23 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perbedaan cara pandang masyarakat terhadap batas antara urusan privat dan komunal menjadi sorotan dalam diskusi hukum yang berkembang belakangan ini. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, saat menghadiri agenda Sekolah Legislatif di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Selasa (14/4/2026).

Menurut Rafael, keberagaman karakter masyarakat Indonesia membuat satu persoalan bisa dipersepsikan berbeda di tiap lingkungan.

“Di satu masyarakat dianggap urusan privat, tapi di masyarakat lain bisa menjadi urusan komunal karena berdampak pada lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam konteks tertentu bahkan ada pandangan bahwa negara tidak perlu ikut campur dalam kehidupan individu. Perbedaan perspektif inilah yang kemudian memicu perdebatan panjang, termasuk dalam pembahasan KUHP baru Indonesia.

Baca Juga:  KPK: 44 Anggota DPRD Jabar Belum Lapor LHKPN

Rafael kemudian menarik pembahasan ke konteks yang lebih luas, yakni posisi Indonesia sebagai bagian dari masyarakat global.

Ia merujuk pada gagasan Soekarno dalam Pidato 1 Juni 1945 yang menjadi dasar lahirnya Pancasila.

Dalam pidato tersebut, Soekarno menekankan pentingnya dua prinsip utama: nasionalisme dan internasionalisme.

Baca Juga:  DPRD Jabar Setujui Kabupaten Cirebon Timur Jadi Calon Daerah Otonomi Baru

“Kita adalah bangsa yang merdeka dan mencintai bangsa sendiri, tapi juga bagian dari masyarakat internasional,” jelasnya.

Menurut Rafael, kedua nilai tersebut harus berjalan beriringan. Nasionalisme tidak boleh berkembang menjadi sikap yang menutup diri, apalagi hingga merugikan bangsa lain.

Ia juga menyinggung dinamika sejarah, seperti Konfrontasi Indonesia–Malaysia, yang menurutnya tidak bisa dilepaskan dari konteks geopolitik global saat itu.

Begitu pula dengan berbagai pernyataan keras Soekarno terhadap negara-negara Barat, yang lahir dari situasi politik internasional, bukan semata ambisi ekspansi.

Baca Juga:  Kunjungan DPRD Indramayu ke Bandung, Ungkap Cara DPRD Jabar Bangun Kinerja Efektif

Kesadaran sebagai bagian dari dunia internasional, lanjut Rafael, juga tercermin dalam penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika di Bandung.

“Itu simbol bahwa Indonesia hadir bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga sebagai bagian dari solidaritas bangsa-bangsa di dunia,” katanya.

Melalui forum tersebut, Rafael menekankan pentingnya memahami konteks sosial, budaya, dan global dalam melihat persoalan hukum di Indonesia.

Baginya, keberagaman bukan sekadar tantangan, tetapi juga menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang adil dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jabar Hukum Privat KUHP Baru Pancasila Rafael Situmorang Sekolah Legislatif UIN Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh! Lagu ‘Erika’ Mahasiswa ITB Viral di X, Lirik Dinilai Mengandung Pelecehan

Nyawa Taruhannya! Nekat Ajak Balita Mendaki Hingga Hipotermia: Pelajaran Mahal untuk Orang Tua

Buruan Ikut! Program Loyalty Firecash Bank BJB Berhadiah Rp500 Ribu per Periode

Jeritan Hati Ibu di Cimahi: Balita 3 Tahun Terus Pendarahan, Adukan Ulah Bejat Pelaku ke Dedi Mulyadi

Rafael Situmorang Dukung Kebijakan Pajak Kendaraan, Minta Koordinasi Teknis Dimatangkan

Skandal Pelecehan Seksual di FHUI: Korban 27 Orang, Ada Mahasiswa hingga Dosen

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.