Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali

Selasa, 3 November 2026 12:24 WIB

Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos

Selasa, 3 November 2026 12:14 WIB

Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!

Selasa, 3 November 2026 12:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Turis Asing Terpikat, Ini 7 Surga Wisata Indonesia yang Tak Kalah Cantik dari Bali
  • Mengupas Makna Dibalik Lirik ‘Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit’ yang Buat Aviwkila Pilih Vakum Medsos
  • Intip Fantastisnya Penghasilan Nadia Omara usai Video KHW 400 Tembus Puluhan Juta Views!
  • Sinyal Bahaya Emiten Raffi-Nagita: Saham RANS Ambles Lebih dari 50 Persen!
  • I.League Cup 2026/2027 Kick Off Hari Ini: Cek Jadwal 6 Matchday Pertama dan Nasib Persib Bandung
  • Penertiban 48 Bangli Bundaran Cibiru Bandung dan Jeritan Kompensasi Pedagang
  • Akhirnya Comeback! Dari Skandal Podcast Sampai Tutup Channel, Juan dan Eve Buka Lembaran Baru!
  • Ujian Fisik Skuad Persib: Usai Tarung di Australia, Langsung Tantang Java United di Pekan Ke-9
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bensin Jadi Barang Mewah! Detik-detik Chaos di Berbagai Negara Karena Harga BBM

By Aga GustianaKamis, 26 Maret 2026 19:40 WIB3 Mins Read
Ilustrasi isi BBM
Ilustrasi isi BBM. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia saat ini sedang berada dalam cengkeraman ketidakpastian ekonomi yang menyesakkan. Kabar tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bukan lagi sekadar angka di papan stasiun pengisian bahan bakar, melainkan menjadi pemicu kepanikan, kemarahan, hingga benturan fisik di berbagai penjuru bumi. Dari jalanan sibuk di Manila hingga antrean panjang di Amerika Serikat dan India, narasi yang muncul serupa: energi telah menjadi barang mewah yang sulit dijangkau, dan rakyatlah yang harus menanggung bebannya.

Amerika Serikat: Dari Keluh Kesah ke Kemarahan Terbuka

Di Amerika Serikat, negara yang sering dianggap sebagai simbol kemakmuran, guncangan harga BBM terasa begitu nyata. Video yang beredar memperlihatkan warga yang terkejut sekaligus marah melihat angka di pompa bensin yang terus merangkak naik. Di California, harga per galon bahkan menyentuh angka fantastis, lebih dari $8 (sekitar Rp125.000 dengan kurs saat ini).

“Saya tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi?” keluh seorang pria dalam video tersebut. “Dua minggu lalu masih $2, sekarang jadi $4? Apa bensin sempat ‘kuliah’ dulu dan balik dengan gelar Master di bidang harga?” sindirannya mencerminkan frustrasi mendalam warga kelas pekerja yang hidupnya sangat bergantung pada kendaraan pribadi.

Krisis ini bukan sekadar masalah dompet kosong. Di beberapa tempat, ketegangan ini berujung pada caci maki terhadap kebijakan pemerintah. Sebagian warga secara terang-terangan menyalahkan kebijakan luar negeri dan ketegangan geopolitik, seperti konflik yang melibatkan Iran dan Israel, sebagai biang keladi di balik melonjaknya harga minyak mentah dunia.

Baca Juga:  Tel Aviv Lumpuh Usai Serangan Rudal Iran, Warga Mengungsi dan Aktivitas Kota Terhenti

Filipina: Darurat Energi dan Jalan Kaki Berjamaah

Bergeser ke Asia Tenggara, Filipina telah resmi mengumumkan status Darurat Energi Nasional. Dengan cadangan bahan bakar yang dikabarkan hanya tersisa untuk sekitar 45 hari ke depan, Presiden Marcos mengambil langkah drastis untuk mengamankan pasokan yang tersisa.

Dampaknya langsung terasa di jalanan Manila. Ribuan pekerja terpaksa berjalan kaki berkilo-kilometer menuju kantor karena angkutan umum mulai jarang beroperasi atau tarifnya melonjak tajam. Pemandangan lautan manusia yang memadati jalan protokol menjadi potret nyata betapa rapuhnya ketahanan energi suatu bangsa ketika dihantam krisis global.

Baca Juga:  Operasi Berjalan Sulit, Kebakaran Kompleks Hong Kong Tewaskan 44 Orang

India: Ketika Pom Bensin Menjadi Arena “Ring Tinju”

Namun, pemandangan paling memprihatinkan datang dari India. Kelangkaan BBM yang akut telah mengubah antrean panjang menjadi medan pertempuran. Dalam sebuah rekaman yang viral, terlihat puluhan warga terlibat baku hantam di sebuah area SPBU.

Kekacauan ini dipicu oleh rasa frustrasi warga yang sudah mengantre berjam-jam, namun tidak mendapatkan jatah bahan bakar. Di tengah cuaca yang panas dan kebutuhan yang mendesak, kesabaran warga habis, mengubah tempat pengisian bahan bakar menjadi area tawuran massal. Ini adalah pengingat keras bahwa kelangkaan kebutuhan pokok dapat dengan cepat meruntuhkan tatanan sosial.

Suara Netizen: Antara Sarkasme dan Keprihatinan

Media sosial pun menjadi wadah bagi netizen untuk menuangkan beragam opini, mulai dari komentar jenaka hingga kritik tajam terhadap kondisi ini:

@RakyatKecil_99: “Dulu bensin yang nyari kita (promo), sekarang kita yang nyembah-nyembah bensin. Hidup makin berat, gaji tetap, harga bensin terbang.”

Baca Juga:  Iran Gempur Israel dengan Tiga Gelombang Rudal, Korban Jiwa dan Kerusakan Meluas

@GlobalObserver: “Filipina sudah declare darurat, India sudah baku hantam. Kalau ini terus berlanjut, krisis pangan tinggal menunggu waktu karena distribusi logistik pasti terhambat.”

@UncleSam_Grizzly: “Melihat harga $8 per galon di California membuat saya ingin kembali ke zaman naik kuda. Lebih ramah kantong dan ramah lingkungan.”

@PeaceLover: “Kenapa pemimpin dunia sibuk perang sementara rakyatnya menderita karena harga energi? Berhentilah bertikai, fokus ke urusan perut rakyat!”

Kesimpulan: Masa Depan yang Kelabu?

Krisis energi yang terekam dalam rangkaian video ini adalah alarm bagi seluruh dunia. Ketergantungan yang tinggi pada bahan bakar fosil dan kerentanan rantai pasokan global terhadap konflik politik membuat stabilitas ekonomi global berada di ujung tanduk.

Tanpa adanya solusi jangka panjang, baik melalui diversifikasi energi maupun stabilisasi politik internasional, pemandangan antrean panjang dan kekacauan di SPBU mungkin akan menjadi “normal baru” yang menyakitkan bagi banyak negara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita internasional
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sinyal Bahaya Emiten Raffi-Nagita: Saham RANS Ambles Lebih dari 50 Persen!

Penertiban 48 Bangli Bundaran Cibiru Bandung dan Jeritan Kompensasi Pedagang

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Ini Rincian Biaya Hidup Warga Jabar Biar Bisa Survive Sebulan Menurut BPS

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.