Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang

Rabu, 16 September 2026 03:00 WIB

Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik

Rabu, 16 September 2026 02:00 WIB

Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong

Rabu, 16 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
  • Pekan Ketiga Super League Memanas! Persib ke Jepara, Persija Kontra Java United
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bensin Jadi Barang Mewah! Detik-detik Chaos di Berbagai Negara Karena Harga BBM

By Aga GustianaKamis, 26 Maret 2026 19:40 WIB3 Mins Read
Ilustrasi isi BBM
Ilustrasi isi BBM. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia saat ini sedang berada dalam cengkeraman ketidakpastian ekonomi yang menyesakkan. Kabar tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bukan lagi sekadar angka di papan stasiun pengisian bahan bakar, melainkan menjadi pemicu kepanikan, kemarahan, hingga benturan fisik di berbagai penjuru bumi. Dari jalanan sibuk di Manila hingga antrean panjang di Amerika Serikat dan India, narasi yang muncul serupa: energi telah menjadi barang mewah yang sulit dijangkau, dan rakyatlah yang harus menanggung bebannya.

Amerika Serikat: Dari Keluh Kesah ke Kemarahan Terbuka

Di Amerika Serikat, negara yang sering dianggap sebagai simbol kemakmuran, guncangan harga BBM terasa begitu nyata. Video yang beredar memperlihatkan warga yang terkejut sekaligus marah melihat angka di pompa bensin yang terus merangkak naik. Di California, harga per galon bahkan menyentuh angka fantastis, lebih dari $8 (sekitar Rp125.000 dengan kurs saat ini).

“Saya tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi?” keluh seorang pria dalam video tersebut. “Dua minggu lalu masih $2, sekarang jadi $4? Apa bensin sempat ‘kuliah’ dulu dan balik dengan gelar Master di bidang harga?” sindirannya mencerminkan frustrasi mendalam warga kelas pekerja yang hidupnya sangat bergantung pada kendaraan pribadi.

Krisis ini bukan sekadar masalah dompet kosong. Di beberapa tempat, ketegangan ini berujung pada caci maki terhadap kebijakan pemerintah. Sebagian warga secara terang-terangan menyalahkan kebijakan luar negeri dan ketegangan geopolitik, seperti konflik yang melibatkan Iran dan Israel, sebagai biang keladi di balik melonjaknya harga minyak mentah dunia.

Baca Juga:  Kamboja vs Thailand: Menakar Kekuatan Tempur di Tengah Konflik Memanas

Filipina: Darurat Energi dan Jalan Kaki Berjamaah

Bergeser ke Asia Tenggara, Filipina telah resmi mengumumkan status Darurat Energi Nasional. Dengan cadangan bahan bakar yang dikabarkan hanya tersisa untuk sekitar 45 hari ke depan, Presiden Marcos mengambil langkah drastis untuk mengamankan pasokan yang tersisa.

Dampaknya langsung terasa di jalanan Manila. Ribuan pekerja terpaksa berjalan kaki berkilo-kilometer menuju kantor karena angkutan umum mulai jarang beroperasi atau tarifnya melonjak tajam. Pemandangan lautan manusia yang memadati jalan protokol menjadi potret nyata betapa rapuhnya ketahanan energi suatu bangsa ketika dihantam krisis global.

Baca Juga:  Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!

India: Ketika Pom Bensin Menjadi Arena “Ring Tinju”

Namun, pemandangan paling memprihatinkan datang dari India. Kelangkaan BBM yang akut telah mengubah antrean panjang menjadi medan pertempuran. Dalam sebuah rekaman yang viral, terlihat puluhan warga terlibat baku hantam di sebuah area SPBU.

Kekacauan ini dipicu oleh rasa frustrasi warga yang sudah mengantre berjam-jam, namun tidak mendapatkan jatah bahan bakar. Di tengah cuaca yang panas dan kebutuhan yang mendesak, kesabaran warga habis, mengubah tempat pengisian bahan bakar menjadi area tawuran massal. Ini adalah pengingat keras bahwa kelangkaan kebutuhan pokok dapat dengan cepat meruntuhkan tatanan sosial.

Suara Netizen: Antara Sarkasme dan Keprihatinan

Media sosial pun menjadi wadah bagi netizen untuk menuangkan beragam opini, mulai dari komentar jenaka hingga kritik tajam terhadap kondisi ini:

@RakyatKecil_99: “Dulu bensin yang nyari kita (promo), sekarang kita yang nyembah-nyembah bensin. Hidup makin berat, gaji tetap, harga bensin terbang.”

Baca Juga:  Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun

@GlobalObserver: “Filipina sudah declare darurat, India sudah baku hantam. Kalau ini terus berlanjut, krisis pangan tinggal menunggu waktu karena distribusi logistik pasti terhambat.”

@UncleSam_Grizzly: “Melihat harga $8 per galon di California membuat saya ingin kembali ke zaman naik kuda. Lebih ramah kantong dan ramah lingkungan.”

@PeaceLover: “Kenapa pemimpin dunia sibuk perang sementara rakyatnya menderita karena harga energi? Berhentilah bertikai, fokus ke urusan perut rakyat!”

Kesimpulan: Masa Depan yang Kelabu?

Krisis energi yang terekam dalam rangkaian video ini adalah alarm bagi seluruh dunia. Ketergantungan yang tinggi pada bahan bakar fosil dan kerentanan rantai pasokan global terhadap konflik politik membuat stabilitas ekonomi global berada di ujung tanduk.

Tanpa adanya solusi jangka panjang, baik melalui diversifikasi energi maupun stabilisasi politik internasional, pemandangan antrean panjang dan kekacauan di SPBU mungkin akan menjadi “normal baru” yang menyakitkan bagi banyak negara.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita internasional
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.