Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hasil Piala Dunia 2026 Babak 32 Besar: Brasil Lolos, Jerman–Belanda Tersingkir Dramatis, Maroko dan Paraguay Bikin Kejutan Besar

Selasa, 30 Juni 2026 13:03 WIB
Begal

Dua Pria Tertangkap Usai Curi HP di Ujungberung, Hampir Jadi Amukan Massa

Selasa, 30 Juni 2026 12:55 WIB

Transfer Persib Makin Gila! Eks Everton, Winger Bosnia, hingga Striker Argentina Dirumorkan Gabung Maung Bandung

Selasa, 30 Juni 2026 12:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hasil Piala Dunia 2026 Babak 32 Besar: Brasil Lolos, Jerman–Belanda Tersingkir Dramatis, Maroko dan Paraguay Bikin Kejutan Besar
  • Dua Pria Tertangkap Usai Curi HP di Ujungberung, Hampir Jadi Amukan Massa
  • Transfer Persib Makin Gila! Eks Everton, Winger Bosnia, hingga Striker Argentina Dirumorkan Gabung Maung Bandung
  • Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi! Kini Tinggal Rp2.630.000 per Gram, Saatnya Borong?
  • Korsel Gempar! Wajah Pelatih Diblur bak Kriminal dan Diancam Dibunuh Usai Gagal di Piala Dunia 2026!
  • Dinilai Misoginis dan Hina Perempuan, Lirik Lagu Bupati Purwakarta Tuai Sorotan
  • Drama 32 Besar Piala Dunia 2026: Kutukan Penalti Hancurkan Jerman, Paraguay Melenggang ke 16 Besar
  • Kompak Melemah, Simak Rincian Harga Emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian 30 Juni 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 30 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.000 Triliun per April 2025

By Aga GustianaSelasa, 17 Juni 2025 10:30 WIB2 Mins Read
Terjerat utang
Ilustrasi terjerat utang. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per April 2025 mencapai US$431,5 miliar atau sekitar Rp7.039,4 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.314 per dolar AS). Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 8,2 persen (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan Maret 2025 yang tumbuh 6,4 persen.

Kenaikan utang ini berasal dari dua kelompok utama: ULN pemerintah dan ULN swasta.

Pemerintah Menyumbang Lebih dari Separuh ULN

ULN yang berasal dari sektor pemerintah tercatat sebesar US$208,8 miliar, mengalami lonjakan pertumbuhan 10,4 persen yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya 7,6 persen.

Dalam pernyataan resminya pada Senin (16/6/2025), BI menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh dua faktor utama: penarikan pinjaman luar negeri serta masuknya modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Tingginya minat investor asing dinilai sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional, meski kondisi pasar keuangan global masih diliputi ketidakpastian.

Baca Juga:  Kemlu: Indonesia Tegas Tolak Upaya Paksa Relokasi Warga Palestina

Dari sisi pemanfaatan, utang pemerintah banyak digunakan untuk sektor-sektor strategis, antara lain:

  • Jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,3% dari total ULN pemerintah)
  • Administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,7%)
  • Pendidikan (16,4%)
  • Konstruksi (12%)
  • Transportasi dan pergudangan (8,7%)
Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini 27 Maret 2026: Terkoreksi Rp200 Ribu dalam Seminggu, Simak Analisisnya

ULN Swasta Menurun, Tapi Tetap Signifikan

Sementara itu, ULN dari sektor swasta tercatat sebesar US$194,8 miliar. Meski angkanya besar, pertumbuhannya justru mengalami kontraksi -0,6 persen yoy, sedikit membaik dibanding kontraksi bulan sebelumnya yang mencapai -1,0 persen.

Kontraksi ini mencerminkan upaya penyesuaian di sektor swasta terhadap dinamika global dan pembiayaan eksternal yang lebih selektif.

BI Tegaskan ULN Tetap Terkendali

Meski total utang luar negeri meningkat, BI menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia masih tergolong sehat dan terkendali. Salah satu indikator utamanya adalah dominasi utang jangka panjang yang dinilai lebih stabil dan minim risiko.

  • 99,9 persen dari ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang
  • 76,9 persen dari ULN swasta juga terdiri atas pinjaman jangka panjang
Baca Juga:  Alissa Wahid Sebut NU Jadi Tulang Punggung Demokrasi Indonesia

Dengan struktur yang seperti ini, BI menilai bahwa risiko pembiayaan eksternal Indonesia tetap terjaga, dan ULN masih dalam batas aman untuk mendukung pembangunan nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Ekonomi BI ekonomi Indonesia Indonesia Utang Luar Negeri Utang Pemerintah Utang Swasta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Begal

Dua Pria Tertangkap Usai Curi HP di Ujungberung, Hampir Jadi Amukan Massa

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Dinilai Misoginis dan Hina Perempuan, Lirik Lagu Bupati Purwakarta Tuai Sorotan

Cegah Kriminalitas, Farhan Perketat Pendataan Kos dan Kontrakan di Bandung

Bandara Husein Bandung Dikebut! Farhan Targetkan Operasional 17 September 2026

Dampak BRT Bandung: Parkir Badan Jalan Hilang, Pemkot Siapkan Gedung Parkir Modern

Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih Makin Aneh? Akuntansi Dilewati, Senjata Api Dipelajari?

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.