Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih

Selasa, 29 September 2026 16:06 WIB

Motor Korban Tertanam GPS, Pelaku Curanmor Asal Lampung Diciduk Polisi di Cianjur

Selasa, 29 September 2026 16:05 WIB

Air Mata Penantian 32 Tahun, PMI Asal Cirebon yang Hilang Kontak di Arab Saudi Akhirnya Ditemukan

Selasa, 29 September 2026 15:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih
  • Motor Korban Tertanam GPS, Pelaku Curanmor Asal Lampung Diciduk Polisi di Cianjur
  • Air Mata Penantian 32 Tahun, PMI Asal Cirebon yang Hilang Kontak di Arab Saudi Akhirnya Ditemukan
  • Krisis Overcapacity Lapas Majalengka: Kapasitas Cuma 86 Orang, Diisi 308 Tahanan
  • Belum Aman! Ini Hitung-hitungan dan Syarat Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
  • Drama Indonesia vs Malaysia: Kartu Merah, Teriakan Penonton hingga Target Besar Lawan Bangladesh
  • Gara-gara Cemburu, Suami di Indramayu Aniaya Istri dan Bacok Tetangga Pakai Golok
  • Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Skuad Garuda Wajib Pesta Gol di SUGBK!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 29 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.000 Triliun per April 2025

By Aga GustianaSelasa, 17 Juni 2025 10:30 WIB2 Mins Read
Terjerat utang
Ilustrasi terjerat utang. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per April 2025 mencapai US$431,5 miliar atau sekitar Rp7.039,4 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.314 per dolar AS). Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 8,2 persen (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan Maret 2025 yang tumbuh 6,4 persen.

Kenaikan utang ini berasal dari dua kelompok utama: ULN pemerintah dan ULN swasta.

Pemerintah Menyumbang Lebih dari Separuh ULN

ULN yang berasal dari sektor pemerintah tercatat sebesar US$208,8 miliar, mengalami lonjakan pertumbuhan 10,4 persen yoy, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya 7,6 persen.

Dalam pernyataan resminya pada Senin (16/6/2025), BI menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh dua faktor utama: penarikan pinjaman luar negeri serta masuknya modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Tingginya minat investor asing dinilai sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek ekonomi nasional, meski kondisi pasar keuangan global masih diliputi ketidakpastian.

Baca Juga:  Kabar Gembira! Gaji ke-13 ASN & Pensiunan 2026 Cair Juni, Cek Rincian Nominal Terbarunya

Dari sisi pemanfaatan, utang pemerintah banyak digunakan untuk sektor-sektor strategis, antara lain:

  • Jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22,3% dari total ULN pemerintah)
  • Administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,7%)
  • Pendidikan (16,4%)
  • Konstruksi (12%)
  • Transportasi dan pergudangan (8,7%)
Baca Juga:  Keamanan di Indonesia Sangat Terjamin, Menpora: Itu Bisa-bisaan Bahrain Saja

ULN Swasta Menurun, Tapi Tetap Signifikan

Sementara itu, ULN dari sektor swasta tercatat sebesar US$194,8 miliar. Meski angkanya besar, pertumbuhannya justru mengalami kontraksi -0,6 persen yoy, sedikit membaik dibanding kontraksi bulan sebelumnya yang mencapai -1,0 persen.

Kontraksi ini mencerminkan upaya penyesuaian di sektor swasta terhadap dinamika global dan pembiayaan eksternal yang lebih selektif.

BI Tegaskan ULN Tetap Terkendali

Meski total utang luar negeri meningkat, BI menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia masih tergolong sehat dan terkendali. Salah satu indikator utamanya adalah dominasi utang jangka panjang yang dinilai lebih stabil dan minim risiko.

  • 99,9 persen dari ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang
  • 76,9 persen dari ULN swasta juga terdiri atas pinjaman jangka panjang
Baca Juga:  Komentari Hasil Timnas Indonesia Vs Ekuador, Erick Thohir: Satu Poin yang Susah Payah

Dengan struktur yang seperti ini, BI menilai bahwa risiko pembiayaan eksternal Indonesia tetap terjaga, dan ULN masih dalam batas aman untuk mendukung pembangunan nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Ekonomi ekonomi Indonesia Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Motor Korban Tertanam GPS, Pelaku Curanmor Asal Lampung Diciduk Polisi di Cianjur

Air Mata Penantian 32 Tahun, PMI Asal Cirebon yang Hilang Kontak di Arab Saudi Akhirnya Ditemukan

deportasi

Krisis Overcapacity Lapas Majalengka: Kapasitas Cuma 86 Orang, Diisi 308 Tahanan

Gara-gara Cemburu, Suami di Indramayu Aniaya Istri dan Bacok Tetangga Pakai Golok

Kasus Influenza A Meningkat di Cimahi, Bed Rumah Sakit Masih Aman

UMK Bandung 2027 Mulai Dibahas, Disnaker Bandung Tekankan Upah Layak dan Keberlangsungan Usaha

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
  • Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.