Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

VIRAL! Buka Baju dan Tantang Duel Karena Parkiran, Identitas Sosok Ini Dikuliti Netizen!

Senin, 17 Agustus 2026 15:21 WIB

20.500 Narapidana di Jabar Terima Remisi HUT ke-81 RI, 346 Langsung Bebas

Senin, 17 Agustus 2026 15:13 WIB

Cristiano Ronaldo Isyaratkan Pensiun, Sudah Siapkan Hobi Baru

Senin, 17 Agustus 2026 14:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • VIRAL! Buka Baju dan Tantang Duel Karena Parkiran, Identitas Sosok Ini Dikuliti Netizen!
  • 20.500 Narapidana di Jabar Terima Remisi HUT ke-81 RI, 346 Langsung Bebas
  • Cristiano Ronaldo Isyaratkan Pensiun, Sudah Siapkan Hobi Baru
  • Bukan Pengupas Bawang, Keluarga Ungkap Keseharian Susanah Jahit Majun Diupah Rp700 per Kg
  • Tepat HUT ke-81 RI, 4 Wakil Indonesia Berjuang di Kejuaraan Dunia BWF 2026
  • Daftar 10 Kota dengan Gaji Paling Fantastis di Dunia, Ada dari Indonesia?
  • Prediksi Persib Bandung vs Bali United di Dewata Challenge Series 2026
  • Pasanggrahan Panca Rasa Resmi Dibuka, Kawasan Gedung Sate Kini Bergaya Tempo Dulu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wacana PKB Dihapus Diganti Jalan Provinsi Berbayar, Warga Jabar: Menarik Tapi Masih Membingungkan

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 13 Mei 2026 22:20 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wacana Dedi Mulyadi untuk menghapus Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan menggantinya dengan sistem jalan provinsi berbayar menuai beragam respons dari masyarakat.

Sebagian warga menilai ide tersebut menarik dan bisa menjadi alternatif baru, namun pelaksanaannya dianggap masih membingungkan serta perlu kajian yang lebih matang.

Afrizal Pramestu (20), warga Cihapit, menilai konsep itu bisa diterima jika biaya yang dikeluarkan masyarakat lebih murah dibanding membayar pajak tahunan kendaraan.

“Bagaimana perhitungannya. Konsepnya bagus kalau memang bisa lebih murah ketimbang bayar pajak tahunan. Tapi bingung juga ini kalau pakai jalan milik kota,” katanya di kawasan Taman Cibeunying Utara, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan secara rinci jalan mana saja yang termasuk jalan provinsi dan akan dikenai tarif.

“Harusnya ini dimatangkan lagi konsepnya. Terus juga kalau memang diterapkan harus jelas batas-batasnya mana saja,” ujarnya.

Sementara itu, Ihsan Sopian (32), warga Jatinangor, menilai konsep tersebut terdengar adil karena kendaraan listrik yang saat ini bebas pajak tetap ikut berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

Namun ia menilai sistem pelaksanaannya harus benar-benar matang agar tidak membingungkan masyarakat.

“Sistemnya, teknisnya gimana, apakah ini itu jalan provinsi dari mana. Kebayang juga setiap kali masuk jalan provinsi ada mirip pintu kayak tol,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tarif yang harus jelas agar tidak memberatkan warga yang setiap hari melintasi jalan provinsi.

“Kalau setiap hari pakai jalan provinsi kemungkinan biaya juga bisa membengkak,” tuturnya.

Pendapat lain datang dari Rizal Sunandar (26), warga Rancaekek. Ia mempertanyakan munculnya wacana jalan berbayar di tengah kondisi infrastruktur yang menurutnya masih banyak rusak.

“Sampai muncul ide jalan harus berbayar. Prosesnya pasti panjang, jalannya katanya harus mulus dulu, tapi kan faktanya di lapangan masih banyak jalan jelek,” kata Rizal.

Ia menambahkan, kesiapan infrastruktur pendukung juga harus menjadi perhatian utama sebelum kebijakan diterapkan.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi menjelaskan wacana itu muncul karena kendaraan listrik saat ini belum dikenai PKB, padahal tetap menggunakan jalan dan berkontribusi terhadap kerusakan infrastruktur.

Meski demikian, ia menegaskan rencana tersebut masih sebatas konsep dan belum menjadi keputusan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Namanya konsep, kan perlu dikaji, ini lagi dikaji,” ujar Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Infrastruktur Jawa Barat jalan provinsi berbayar kebijakan Jawa Barat 2026 kebijakan transportasi kendaraan listrik Indonesia pajak kendaraan bermotor PKB Jawa Barat sistem jalan berbayar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

VIRAL! Buka Baju dan Tantang Duel Karena Parkiran, Identitas Sosok Ini Dikuliti Netizen!

20.500 Narapidana di Jabar Terima Remisi HUT ke-81 RI, 346 Langsung Bebas

Bukan Pengupas Bawang, Keluarga Ungkap Keseharian Susanah Jahit Majun Diupah Rp700 per Kg

Pasanggrahan Panca Rasa Resmi Dibuka, Kawasan Gedung Sate Kini Bergaya Tempo Dulu

81 Tahun Indonesia Merdeka, Ratusan Ribu Warga Jabar Belum Punya Akses Listrik

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

PKH-BPNT Tahap 3 Masih Jalan, Ini Kabar Terbaru Bansos Agustus 2026 dan BLT Kesra Rp900 Ribu

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
  • Daftar Lengkap Keluar-Masuk Pemain Persib 2026/2027: Kuota Asing Menumpuk, Bakal Makan Korban?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.