Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi emas antam

Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 5 Juli 2026: Galeri 24 Ungguli Antam dan UBS

Minggu, 5 Juli 2026 11:08 WIB

KDM Panggil Bupati Purwakarta Usai Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ Viral

Minggu, 5 Juli 2026 10:42 WIB

Siapa Nyimas Laula? Fotografer yang Kini ‘Dirujak’ Netizen Gara-Gara Etika Gym?!

Minggu, 5 Juli 2026 10:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 5 Juli 2026: Galeri 24 Ungguli Antam dan UBS
  • KDM Panggil Bupati Purwakarta Usai Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ Viral
  • Siapa Nyimas Laula? Fotografer yang Kini ‘Dirujak’ Netizen Gara-Gara Etika Gym?!
  • Hasil Maroko vs Kanada 3-0: Ounahi Menggila, Singa Atlas Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
  • Minggu Cuan! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 5 Juli 2026 Lewat Fitur DANA Kaget, Langsung Cair
  • Panen Hadiah Minggu Pagi! Intip Bocoran Kode Redeem FF Hari Ini 5 Juli 2026, Ada Token SG2 Terbaru?
  • Jadwal Lengkap Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Ada Derby Iberia Portugal vs Spanyol
  • Kejutan Belum Usai, Bos Persib Beri Kisi-kisi Proyek Rahasia Setelah 10 Juli
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 5 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

ITB dan Pemkot Bandung Percepat Solusi Sampah Tamansari, Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Teknologi

By SusanaRabu, 13 Mei 2026 20:27 WIB3 Mins Read
ITB dan Pemkot Bandung berkolaborasi mempercepat penanganan sampah di Tamansari. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat kolaborasi dalam penanganan sampah di kawasan bawah Jalan Layang Pasopati, Kecamatan Tamansari, Kota Bandung.

Langkah ini dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi langsung kondisi persampahan pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, jajaran Kecamatan Tamansari, Dinas Lingkungan Hidup, perangkat RW, penyuluh sampah, serta akademisi dan praktisi dari ITB.

ITB Siap Jadi Fasilitator Solusi Nyata Penanganan Sampah Bandung

Wakil Rektor ITB, Agus Jatnika, menegaskan bahwa ITB siap menjadi fasilitator dalam percepatan penanganan sampah di Kota Bandung agar tidak berhenti pada diskusi, tetapi benar-benar masuk ke tahap implementasi.

Menurutnya, persoalan sampah di Bandung sudah lama dibahas, namun belum sepenuhnya terselesaikan secara sistematis.

“Kalau wacana sudah puluhan tahun kita bicarakan. Sekarang saatnya eksekusi. ITB siap menjadi fasilitator agar penanganan sampah bisa segera berjalan,” ujar Agus.

Baca Juga:  TPA Sarimukti Lebih Baik, Pemprov Jabar Targetkan Pengurangan Ritase Sampah

ITB sendiri telah mengembangkan berbagai teknologi pengolahan sampah yang siap diterapkan di masyarakat, mulai dari pengolahan styrofoam menjadi produk baru, daur ulang plastik menjadi brick block, hingga sistem pengolahan sampah organik berbasis ekonomi sirkular.

Sampah Bandung Jadi Peluang Ekonomi Baru

Dosen SBM ITB, Melia Famiola, menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan lagi teknologi, melainkan perubahan pola pikir masyarakat dalam melihat sampah.

Menurutnya, sampah seharusnya tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi sebagai sumber daya ekonomi baru.

“Selama ini sampah dianggap masalah sosial. Padahal bisa menjadi raw material dan membuka peluang ekonomi baru,” ujar Melia.

ITB juga mendorong konsep circular activator, yaitu penggerak ekonomi sirkular berbasis komunitas dan startup, yang mengintegrasikan masyarakat, akademisi, dan dunia usaha.

Konsep ini mengadopsi praktik ekonomi sirkular yang telah diterapkan di sejumlah negara seperti Australia, dengan pendekatan kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Bandung Produksi 1.700 Ton Sampah per Hari, Jadi Tantangan Serius

Baca Juga:  3 Mobil Damkar Kota Bandung Dikerahkan, 11,7 Hektare Gunungan Sampah TPA Sarimukti Habis Terbakar

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, mengungkapkan bahwa Kota Bandung saat ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah.

Produksi sampah harian mencapai sekitar 1.600 hingga 1.700 ton per hari, sementara kapasitas pengiriman ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti hanya sekitar 980 ton per hari.

“Kebayang sisanya mau dikemanakan. Ini menjadi tantangan besar bagi kami,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Bandung telah melakukan berbagai upaya mulai dari penyediaan insinerator, RDF, program Gaslah, komposter, hingga penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Namun, tantangan terbesar masih terletak pada tahap pengolahan akhir sampah setelah proses pemilahan.

Penguatan Peran Masyarakat dan Inovasi Berbasis Komunitas

Pemkot Bandung juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan, dan RW yang mulai aktif menjalankan pengelolaan sampah mandiri, termasuk program kompos pit dan urban farming melalui konsep Karasa dan Buruan SAE.

“Masalah sampah tidak bisa menunggu. Harus ditangani secara cepat dan berkelanjutan,” tegas Iskandar.

Sejumlah akademisi ITB juga menekankan pentingnya social engineering untuk mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Baca Juga:  Hotel di Bandung Raya Dihantui Dampak Kebakaran TPA Sarimukti

Salah satu usulan yang mengemuka adalah pengembangan platform digital bersama untuk menghubungkan pengelola sampah di seluruh Kota Bandung agar praktik terbaik dapat direplikasi secara lebih luas.

Inovasi “Maggot dan Ayam” Jadi Model Ekonomi Sirkular

Dalam forum tersebut, Adlinus dari FMIPA ITB memperkenalkan inovasi pengelolaan sampah berbasis komunitas melalui konsep peternakan ayam dan budidaya maggot di kawasan Pasirlayung.

Sistem ini memanfaatkan sampah organik sebagai pakan maggot, yang kemudian menjadi pakan ayam, sementara hasil telur dibagikan kepada masyarakat.

Konsep ini dikenal sebagai “apartemen ayam dan maggot” dan terbukti mampu mengurangi volume sampah organik sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi warga.

“Dari sampah menjadi gizi, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Model ini dinilai berpotensi untuk direplikasi di kawasan lain di Kota Bandung, termasuk Tamansari yang memiliki keterbatasan lahan namun memiliki potensi besar dalam pengelolaan berbasis komunitas.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi sirkular Indonesia ITB Bandung Pemkot Bandung 2026 penanganan sampah Bandung pengelolaan sampah kota bandung sampah Tamansari Bandung TPA Sarimukti
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

KDM Panggil Bupati Purwakarta Usai Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ Viral

Siapa Nyimas Laula? Fotografer yang Kini ‘Dirujak’ Netizen Gara-Gara Etika Gym?!

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.