Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Head to Head Inggris vs Argentina: Duel Penuh Dendam, Siapa Raja Sebenarnya di Piala Dunia?

Rabu, 15 Juli 2026 22:07 WIB

Info Orang Hilang: Mahasiswi Unisba Belum Kembali ke Rumah, Hubungi Nomor Ini Jika Melihatnya

Rabu, 15 Juli 2026 21:45 WIB

Viral! Baso Lima Saudara Bandung Punya Kuah Misdasem Racik Sendiri, Sekali Coba Langsung Nagih

Rabu, 15 Juli 2026 21:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Head to Head Inggris vs Argentina: Duel Penuh Dendam, Siapa Raja Sebenarnya di Piala Dunia?
  • Info Orang Hilang: Mahasiswi Unisba Belum Kembali ke Rumah, Hubungi Nomor Ini Jika Melihatnya
  • Viral! Baso Lima Saudara Bandung Punya Kuah Misdasem Racik Sendiri, Sekali Coba Langsung Nagih
  • Hadiah Naik Rp6 Miliar! Piala Presiden Elite 2026 Siap Sajikan Duel Sengit Klub Indonesia dan Asia
  • Jangan Berikan NIK dan OTP! Modus Penipuan Baru di Cimahi Mengatasnamakan Aktivasi IKD
  • Dimas Drajad Tinggalkan Persib, Ini Alasan Maung Bandung Tak Perpanjang Kontraknya
  • Link Live Streaming Inggris vs Argentina Semifinal Piala Dunia 2026, Duel Messi dan Harry Kane Menuju Final
  • Klaim Saldo DANA Kaget Rp75.000 Hari Ini: Simak Panduan Lengkap dan Cara Cepat Menangnya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 16 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

By SusanaRabu, 13 Mei 2026 20:13 WIB3 Mins Read
Program Padat Karya Disnaker Kota Bandung di Gedebage libatkan 200 warga dari 4 kelurahan. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program Padat Karya yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung di Kecamatan Gedebage tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian warga terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan yang resmi dibuka pada Rabu (11/5/2026) ini melibatkan 200 peserta yang tersebar di empat titik wilayah Kecamatan Gedebage.

Masing-masing titik diikuti 50 peserta yang berasal dari empat kelurahan, yakni Rancabolang, Rancanumpang, Cimincrang, dan Cisaranten Kidul.

Peserta dari DTKS, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan bahwa peserta program ini berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya masyarakat pada desil 1 hingga 5.

“Program ini bertujuan menciptakan kebersihan dan keindahan lingkungan sekaligus membantu mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujar Yayan.

Baca Juga:  Exit Tol KM 149 Gedebage Ditargetkan Kembali Beroperasi Akhir Desember 2024

Program padat karya ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

Dapat Perlengkapan Kerja hingga Upah Harian

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan berbagai fasilitas kerja seperti sepatu, cangkul, sekop, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Selain itu, peserta juga menerima makan siang, snack, dan honor sebesar Rp175 ribu per hari selama 10 hari kegiatan.

Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kerja kolektif dalam pembangunan lingkungan.

Target 8.500 Peserta Padat Karya di 2026

Yayan mengungkapkan bahwa target peserta Program Padat Karya Kota Bandung pada tahun 2026 mencapai 8.500 orang yang akan tersebar di berbagai wilayah.

Baca Juga:  Gedebage: Dari Rawa Purba Jadi Pusat Wisata dan Sejarah di Bandung Timur

Program ini dijalankan melalui mekanisme usulan kelurahan, hasil reses anggota dewan, hingga Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Harapannya program ini bisa meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus membantu pemulihan ekonomi warga,” kata Yayan.

Ia juga menegaskan bahwa program padat karya bersifat sementara, sehingga nilai gotong royong dan kemandirian masyarakat tetap harus dijaga dalam jangka panjang.

Dorong Gotong Royong dan Lingkungan Lebih Bersih

Camat Gedebage, Latif, menilai program padat karya memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga dalam memperkuat solidaritas sosial masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi warga untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, aman, dan nyaman.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Siapkan Empat Strategi Demi Urai Kemacetan di Kawasan Gedebage

“Bukan hanya mendapatkan bantuan upah, tetapi juga menumbuhkan rasa gotong royong dan kemandirian untuk senantiasa menjaga lingkungan,” ujarnya.

Latif menambahkan, pelaksanaan padat karya tahun ini menjadi skema baru karena empat kelurahan digabung dalam satu pelaksanaan tingkat kecamatan.

Kegiatan juga dibagi ke sejumlah RW dengan fokus utama pada pembersihan dan pemeliharaan lingkungan.

Padat Karya Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

Melalui program ini, Pemkot Bandung berharap Padat Karya dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam menciptakan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bantuan tenaga kerja bandung disnaker kota bandung ekonomi masyarakat bandung Gedebage gotong royong warga padat karya bandung program padat karya 2026 program pemerintah kota bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Info Orang Hilang: Mahasiswi Unisba Belum Kembali ke Rumah, Hubungi Nomor Ini Jika Melihatnya

Jangan Berikan NIK dan OTP! Modus Penipuan Baru di Cimahi Mengatasnamakan Aktivasi IKD

Bongkar Isi Proposal Pernikahan Rozan yang Viral, Pantas Saja Mertua Langsung Luluh

Pemkot Bandung Siapkan Sistem Parkir Jelang Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi

Fakta Sebenarnya Video Macan Gunung Papandayan yang Heboh di WhatsApp, Polisi Beri Penjelasan

Kecelakaan Maut di Arcamanik Bandung, Lansia Tewas saat Hendak ke Pasar Cicaheum

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.