Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000

Senin, 12 Oktober 2026 01:00 WIB

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Minggu, 11 Oktober 2026 20:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 12 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Padat Karya Kota Bandung 2026, Warga Dibayar Rp175 Ribu per Hari Sambil Bersihkan Lingkungan

By SusanaRabu, 13 Mei 2026 20:13 WIB3 Mins Read
Program Padat Karya Disnaker Kota Bandung di Gedebage libatkan 200 warga dari 4 kelurahan. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program Padat Karya yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung di Kecamatan Gedebage tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian warga terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan yang resmi dibuka pada Rabu (11/5/2026) ini melibatkan 200 peserta yang tersebar di empat titik wilayah Kecamatan Gedebage.

Masing-masing titik diikuti 50 peserta yang berasal dari empat kelurahan, yakni Rancabolang, Rancanumpang, Cimincrang, dan Cisaranten Kidul.

Peserta dari DTKS, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan bahwa peserta program ini berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya masyarakat pada desil 1 hingga 5.

“Program ini bertujuan menciptakan kebersihan dan keindahan lingkungan sekaligus membantu mendongkrak perekonomian masyarakat,” ujar Yayan.

Program padat karya ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

Dapat Perlengkapan Kerja hingga Upah Harian

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan berbagai fasilitas kerja seperti sepatu, cangkul, sekop, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Selain itu, peserta juga menerima makan siang, snack, dan honor sebesar Rp175 ribu per hari selama 10 hari kegiatan.

Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kerja kolektif dalam pembangunan lingkungan.

Target 8.500 Peserta Padat Karya di 2026

Yayan mengungkapkan bahwa target peserta Program Padat Karya Kota Bandung pada tahun 2026 mencapai 8.500 orang yang akan tersebar di berbagai wilayah.

Program ini dijalankan melalui mekanisme usulan kelurahan, hasil reses anggota dewan, hingga Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Harapannya program ini bisa meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus membantu pemulihan ekonomi warga,” kata Yayan.

Ia juga menegaskan bahwa program padat karya bersifat sementara, sehingga nilai gotong royong dan kemandirian masyarakat tetap harus dijaga dalam jangka panjang.

Dorong Gotong Royong dan Lingkungan Lebih Bersih

Camat Gedebage, Latif, menilai program padat karya memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga dalam memperkuat solidaritas sosial masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi warga untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, aman, dan nyaman.

“Bukan hanya mendapatkan bantuan upah, tetapi juga menumbuhkan rasa gotong royong dan kemandirian untuk senantiasa menjaga lingkungan,” ujarnya.

Latif menambahkan, pelaksanaan padat karya tahun ini menjadi skema baru karena empat kelurahan digabung dalam satu pelaksanaan tingkat kecamatan.

Kegiatan juga dibagi ke sejumlah RW dengan fokus utama pada pembersihan dan pemeliharaan lingkungan.

Padat Karya Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

Melalui program ini, Pemkot Bandung berharap Padat Karya dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam menciptakan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

5 Bansos yang Berpotensi Cair Oktober 2026, Ada PKH dan BPNT Rp600.000

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Terpopuler
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Viral! Sejumlah Pengunjung Diduga Keracunan Massal Usai Makan di Restoran Korea Bandung
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.