Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Emas Antam Naik Rp10.000 Hari Ini, Segini Harga 1 Gram Sekarang

Selasa, 27 Oktober 2026 10:02 WIB
Ilustrasi emas antam

Antam Meroket Lagi! Cek Rincian Harga Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Hari Ini 27 Oktober 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 09:59 WIB

Amukan Puting Beliung Sapu Padalarang: 520 Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Parah

Selasa, 27 Oktober 2026 09:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Emas Antam Naik Rp10.000 Hari Ini, Segini Harga 1 Gram Sekarang
  • Antam Meroket Lagi! Cek Rincian Harga Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Hari Ini 27 Oktober 2026
  • Amukan Puting Beliung Sapu Padalarang: 520 Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Parah
  • Kedekatannya hanya Gimmick? Amanda Manopo Blak-blakan Soal Hubungannya dengan Fajar Sadboy!
  • Polisi Ungkap Detik-detik Bobotoh Dibacok di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Motif Masih Misteri
  • Persib Bandung vs Melbourne Victory: Pertaruhan Takhta Puncak Klasemen Grup E ACL 2
  • Mau Dapat Bansos? Begini Cara Pengajuan Mandiri Lewat Perlinsos Digital
  • Desil Keluarga Tidak Sesuai Kondisi Asli? Begini Cara Mengajukan Perbaikan Data
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Banser Jabar Dorong Dedi Mulyadi Kirim Sekda-Kadis ke Barak Militer

By Aga GustianaSenin, 2 Juni 2025 09:00 WIB4 Mins Read
Gedung Sate
Gedung Sate. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Barat, Yudi Nurcahyadi melontarkan kritik tajam terhadap buruknya kinerja birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Kritik tersebut disampaikan Yudi menyusul temuan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang mengungkapkan kesenjangan besar antara kepuasan publik terhadap Gubernur dan kinerja Pemprov Jabar secara keseluruhan.

“Hasil surveinya mengejutkan. Publik menilai gubernur secara personal positif, tapi kinerja pemerintahannya justru jeblok. Ini berarti ada yang salah di level birokrasi, terutama sekda (sekretaris daerah) dan kepala dinas yang tidak mampu menjabarkan visi Gubernur,” ujar Yudi melalui telepon selulernya, Sabtu (31/5/2025).

Menurut Yudi, survei tersebut dilakukan oleh lembaga kredibel dan datanya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Ia menilai, hasil temuan ini bukan sekadar anomali statistik, melainkan gambaran nyata dari ketimpangan antara popularitas pemimpin dan kinerja struktural pemerintahan.

“Gubernur Dedi Mulyadi memang berhasil menarik perhatian publik, bahkan bisa dibilang menghipnotis warga dengan gaya komunikasinya yang humanis. Tapi fakta di lapangan, angka kemiskinan masih tinggi. Ini bukti bahwa birokrasi tidak bekerja maksimal,” katanya.

Baca Juga:  BIJB Tetap Jadi Bandara Resmi Pelayanan Haji dan Umrah 2025

Yudi juga secara gamblang menyebut bahwa banyak kepala dinas yang tidak menunjukkan kinerja optimal menyusul belum adanya kepastian dalam struktur kabinet Pemprov Jabar.

“Bisa jadi mereka masih waswas, takut salah langkah atau bahkan takut tidak dipilih lagi. Akibatnya, kinerjanya stagnan,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Yudi mengusulkan agar Sekda Jabar dan para pejabat setingkat kepala dinas dikirim ke barak militer guna meningkatkan kedisiplinan dan etos kerja.

“Kalau anak-anak nakal bisa didisiplinkan melalui program barakisasi, kenapa tidak pejabat? Uji coba saja. Kalau perlu, kirim sekda dan kepala dinas ke barak agar tahu rasanya disiplin. Mungkin itu cara efektif untuk sinkronisasi kerja antara gubernur dan aparaturnya,” ujarnya.

Yudi juga menyoroti kurangnya kolaborasi antarlembaga, termasuk minimnya pelibatan DPRD dalam berbagai agenda strategis, termasuk menyebut bahwa hanya kinerja gubernur yang terlihat, sedangkan wakil gubernur tidak menunjukkan performa sama sekali.

“Gubernur pernah bilang dia bukan raja dan memang benar. Artinya, harus kerja tim, bukan one man show. Tapi kalau pejabat yang mendampingi tidak jalan, ya bagaimana bisa mewujudkan pembangunan yang merata?” kata Yudi.

Baca Juga:  Status Darurat Sampah Diperpanjang, Pemda Bandung Raya Diminta Kelola Sampah Masing-masing

Lebih jauh Yudi menilai, kesenjangan tersebut membuktikan bahwa Gubernur Dedi Mulyadi hanya mementingkan popularitas individual semata. Dan kondisi seperti ini berbahaya bagi penyelenggaraan pemerintahan.

“Gubernur Dedi Mulyadi cenderung memperhatikan hal-hal yang dapat menghasilkan atensi publik. Sepertinya lupa bahwa tugas sebagai kepala pemerintahan Provinsi Jawa Barat, yang memiliki tugas pokok untuk bagaimana menggerakkan birokrasi pemprov agar mensukseskan visi dan misinya,” tegasnya.

Menurutnya, Jabar Istimewa sebagaimana visi Dedi Mulyadi akan menjadi sia sia apabila tidak mampu diterjemahkan dengan baik oleh birokrasi Pemprov Jabar.

“Saya Jamin, visi gubernur hanya akan menjadi slogan semata apabila Dedi Mulyadi sibuk pada agenda sendiri dan lupa akan agenda yang lebih penting, yaitu bagaimana birokrasi bekerja untuk menjabarkan visi dan misi gubernur,” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Jabar, Herman Suryatman melalui akun Instagram pribadinya mengakui jika kinerja Pemprov Jabar terdapat ketimpangan dengan popularitas Dedi Mulyadi. Herman pun berjanji akan mengevaluasi hal tersebut.

Baca Juga:  Dialog Kunci Redam Resistensi Penataan Bandung Raya, Rafael Situmorang Usulkan Anggaran Pro-Rakyat

“Satu hal yang menjadi bahan evaluasi kami untuk tingkat kepuasan publik terkait kinerja birokrasi pemerintahan, Pemda Provinsi Jawa Barat memang tidak setinggi pak gubernur,” ujarnya.

“Semoga memotivasi kita semua untuk bahu membahu menjaga kehormatan dan memberikan yang terbaik bagi Jawa Barat,” katanya.

Diketahui, Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis temuan terbaru terkait persepsi publik terhadap kinerja pemerintah provinsi (pemprov) di berbagai bidang pelayanan wajib.

Hasil survei menunjukkan mayoritas responden di sejumlah daerah merasa cukup puas dengan kinerja pemprov masing-masing. Namun, menariknya, terdapat perbedaan mencolok antara penilaian terhadap institusi pemerintahan dan figur pemimpinnya, terutama di Provinsi Jabar.

“Ini menurut saya kurang positif untuk demokrasi kita karena kita jangan sampai memunculkan kultus. Makanya kalau ada kinerja institusi yang tidak positif, pemimpinnya juga harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Burhanuddin Muhtadi, Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, dalam pemaparan hasil survei yang disiarkan melalui kanal YouTube Indikator pada Rabu (28/5/2025).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat Pemprov Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Emas Antam Naik Rp10.000 Hari Ini, Segini Harga 1 Gram Sekarang

Amukan Puting Beliung Sapu Padalarang: 520 Rumah Warga dan Fasilitas Umum Rusak Parah

Polisi Ungkap Detik-detik Bobotoh Dibacok di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Motif Masih Misteri

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Desil Keluarga Tidak Sesuai Kondisi Asli? Begini Cara Mengajukan Perbaikan Data

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Oktober 2026 Belum Cair, Jangan Panik! Ini yang Perlu Dicek

Pelaku Penganiayaan Suporter Persib di Bogor Ditangkap, Begini Kata Polisi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.