Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Polemik Deklarasi BEM Bersatu Makin Panas, Sejumlah Kampus Bantah Keterlibatan

Rabu, 17 Juni 2026 15:08 WIB

Publik Terbelah! Wayang Kulit Pakai AI, Inovasi Keren atau Malah Merusak Budaya Asli?

Rabu, 17 Juni 2026 14:47 WIB

Heboh! Cut Salwa Jadi Trending, Warganet Ramai Cari Kebenaran Video yang Beredar

Rabu, 17 Juni 2026 13:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polemik Deklarasi BEM Bersatu Makin Panas, Sejumlah Kampus Bantah Keterlibatan
  • Publik Terbelah! Wayang Kulit Pakai AI, Inovasi Keren atau Malah Merusak Budaya Asli?
  • Heboh! Cut Salwa Jadi Trending, Warganet Ramai Cari Kebenaran Video yang Beredar
  • Disparbud Jabar Optimistis Aktivasi Penerbangan Jet di Bandara Husein Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Bandung
  • Panduan Puasa Sunnah Bulan Muharram 2026 Beserta Jadwal Lengkapnya
  • Heboh Wahana Keranjang Sultan Situ Gunung Sukabumi Tabrakan di Ketinggian 180 Meter
  • ‘Until Lifted’ Status FIFA yang Bikin Persib Tak Bisa Rekrut Pemain Baru
  • Brace Mematikan! Mbappe Bikin Senegal Tak Berkutik di Piala Dunia 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

BKD Jabar Dalami Kasus Dugaan Perundungan Berujung Maut di SMAN 6 Garut

By Aga GustianaJumat, 18 Juli 2025 06:53 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan Kepala BKD Jabar, Dedi Supandi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan Kepala BKD Jabar, Dedi Supandi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala SMAN 6 Garut, Dadang Mulyadi, resmi dinonaktifkan sementara menyusul kasus tragis meninggalnya seorang siswa berinisial P yang diduga bunuh diri akibat perundungan dan tidak naik kelas. Langkah ini merupakan bagian dari proses investigasi menyeluruh yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah pihaknya memfasilitasi pertemuan antara keluarga korban dan pihak sekolah. Namun, kedua pihak tetap bersikukuh dengan pendiriannya masing-masing.

“Tadinya kita mau langsung melakukan konsiliasi mencari jalan tengah, tetapi karena keduanya merasa benar maka kita tempuh jalur investigasi pendalaman,” kata Dedi melalui unggahan di akun Instagram-nya pada Kamis (17/7/2025).

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jabar telah menugaskan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk menyelidiki potensi kelalaian dari berbagai pihak di lingkungan sekolah, termasuk kepala sekolah, wali kelas, guru BK, dan guru mata pelajaran.

Baca Juga:  Soroti Pengelolaan Anggaran, Dedi Mulyadi: Pegang Triliun Tapi Rakyat Masih Sengsara?

“Untuk mewujudkan seluruh rangkaian ini berlaku secara transparan maka kepala sekolahnya kita nonaktifkan sementara sampai pemeriksaannya selesai,” jelas Dedi.

Kepala BKD Jawa Barat, Dedi Supandi, menambahkan bahwa penonaktifan ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur dan bagian dari upaya pendalaman kasus.

Menurut Dedi Supandi, keluarga korban menyebut bahwa P nekat mengakhiri hidup karena mengalami perundungan. Namun, versi berbeda disampaikan pihak sekolah yang menyatakan bahwa korban tidak naik kelas, tanpa indikasi perundungan.

Baca Juga:  Pemuda Pancasila Jabar Sepakat Dukung Dedi-Erwan di Pilgub 2024

“Makanya, dibutuhkan pendalaman. Kan nanti bisa diambil handphonenya, diperiksa riwayat chatnya, dan lainnya sambil menunggu pihak kepolisian melakukan proses pemeriksaan,” ujar Dedi Supandi.

Ia menegaskan bahwa sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak, negara dan pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan maksimal. Oleh karena itu, tim dari BKD fokus mendalami aspek tanggung jawab administrasi dan kepegawaian di lingkungan sekolah.

“Yang didalaminya itu terkait administrasi kepegawaian, apakah pihak sekolah—dari kepala sekolah, wali kelas, guru BK, dan lainnya—melaksanakan tugas secara bertanggung jawab atau tidak ketika terjadi seperti itu,” katanya.

Baca Juga:  Dedi-Erwan Jalani Tes Kesehatan Bareng Syaikhu-Habibie di RSHS Bandung

“Atau (pihak sekolah) tahu, tetapi melakukan pembiaran, karena kejadian ini sudah menimbulkan dampak sosial yang luas,” tambahnya.

Surat keputusan penonaktifan Dadang Mulyadi dikeluarkan oleh Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat, berdasarkan rekomendasi dari BKD Provinsi.

Untuk sementara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah selama proses investigasi berlangsung. Tim Disiplin Pegawai BKD Jabar telah mulai bekerja sejak Rabu (16/7) dan ditargetkan menyelesaikan pendalaman dalam waktu sekitar satu minggu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi kepala sekolah Pemprov Jabar Perundungan Siswa SMAN 6 Garut
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polemik Deklarasi BEM Bersatu Makin Panas, Sejumlah Kampus Bantah Keterlibatan

Publik Terbelah! Wayang Kulit Pakai AI, Inovasi Keren atau Malah Merusak Budaya Asli?

Disparbud Jabar Optimistis Aktivasi Penerbangan Jet di Bandara Husein Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Bandung

Heboh Wahana Keranjang Sultan Situ Gunung Sukabumi Tabrakan di Ketinggian 180 Meter

Hari Ini! Ribuan Mahasiswa Serukan ‘Indonesia Darurat’ di Depan Gedung DPRD Jabar

Dejavu Kasus Ojol! Pertemuan Gibran dan Perwakilan Mahasiswa Banjir Kecurigaan Warganet

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.