Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?

Selasa, 20 Oktober 2026 10:00 WIB

Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran

Selasa, 20 Oktober 2026 09:42 WIB

Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga

Selasa, 20 Oktober 2026 09:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?
  • Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak
  • Bukan Cuma Dijemur, Ini Metode Paling Ampuh Membasmi Kutu Busuk dan Telurnya Sampai Tuntas
  • Berburu Sarapan di Bandung? Ini 5 Tempat Lontong Kari yang Bisa Dicoba
  • Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?
  • 5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla

By Aga GustianaJumat, 28 Agustus 2026 09:45 WIB3 Mins Read
Karhutla Kalimantan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masyarakat Indonesia—khususnya warga Kampung Adat Cireundeu, Cimahi, Jawa Barat—mungkin sudah terbiasa mengolah singkong menjadi rasi hingga Mocaf (Modified Cassava Flour) untuk konsumsi harian. Namun, komoditas lokal ini kini melompati batas kuliner. Sorotan publik memuncak usai Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung potensi olahan umbi kayu ini sebagai racikan ampuh penjinak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membenarkan adanya pengembangan riset pemadam api berbasis pati singkong sebagai fire retardant. Karakteristik ilmiah zat tepung tersebut dinilai sangat memungkinkan untuk direkayasa guna menekan laju amukan si jago merah di area vegetasi.

“Pernyataan Bapak Presiden terkait penggunaan bahan berbasis singkong untuk mendukung pemadaman kebakaran memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, formulasi, efektivitas, keselamatan, dan dampak lingkungannya tetap harus divalidasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan secara terukur,” kata Julinton, Periset Kimia Molekuler BRIN, dalam pernyataan yang dikutip Jumat (28/8/2026).

Baca Juga:  Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2025 Versi BRIN

Mekanisme Kerja Tepung Singkong Menjinakkan Api

Formulasi pemadam ini tidak mengandalkan pati umbi semata. BRIN memadukan ekstrak tepung yang telah dimodifikasi tersebut dengan air, ammonium polyphosphate (APP), serta wetting agent (zat pembasah) berintensitas rendah. Kombinasi unsur ini merancang sinergi khusus saat penanganan kebakaran:

“Saling melengkapi. Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar. Pati singkong termodifikasi membantu meningkatkan adhesi dan mempertahankan cairan lebih lama pada permukaan vegetasi, sementara wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi dengan lebih baik. APP kemudian memberikan mekanisme retardasi kimia ketika material menerima panas,” papar Julinton.

Interaksi kimiawi terjadi sewaktu temperatur memanas. Komponen APP memicu material berselulosa membentuk char atau residu karbon padat yang menebal. Lapisan arang inilah yang memblokir kontak oksigen dengan bahan bakar sekaligus menahan paparan suhu ekstrem.

Baca Juga:  Gempuran Bantuan Udara: Enam Pesawat TNI AU Diterbangkan Tembus Wilayah Bencana NTT dan Kalimantan

Inovasi CASSA-P: Fleksibel dari Jalur Darat hingga Unmanned Aerial Vehicle (UAV)

Proyek riset racikan penjinak api ini diberi nama CASSA-P. Prosesnya diawali dari pengambilan pati murni dari singkong, lalu diolah khusus agar mendapat fleksibilitas ikatan molekul yang presisi sebelum dicampur bahan fosfat, air, serta zat penyebar.

Prosedur pengaplikasiannya di lapangan terbilang praktis. Cairan pemadam cukup dilarutkan dalam tangki sebelum disemprotkan. Kendati demikian, tingkat kekentalannya dijaga ketat agar tidak mengendap atau merusak komponen nozzle serta mesin pompa.

Daya jangkau CASSA-P diproyeksikan sangat luas:

  • Penanganan Darat: Penyemprotan langsung oleh tim regu pemadam (ground crew).
  • Penanganan Udara: Pengoperasian via drone untuk menjangkau titik api awal (spot fire), pembatasan perimeter, maupun pemblokiran area rawan (firebreak).
Baca Juga:  Buntut Polusi Udara Lintas Negara, 7 Persusahaan RI Terancam Sanksi Singapura

Bukan Penentu Tunggal dalam Strategi Pemadaman

Meski menjanjikan, racikan CASSA-P diposisikan sebagai pendukung sistem pengendalian Karhutla, bukan pengganti penuh armada dan metode konvensional. Pada titik kebakaran hebat, cairan ini berfungsi menahan laju rentetan api agar tim darat dapat masuk mengendalikan situasi.

Tantangan berikutnya yang disoroti riset ini adalah evaluasi ekologis jangka panjang.

“Aspek lingkungan menjadi salah satu parameter utama penelitian. Meskipun pati singkong berasal dari biomassa terbarukan, formulasi akhir tidak dapat langsung diklaim ‘100 persen biodegradable’ atau ‘tidak beracun’,” ujarnya.

Pengujian laboratorium lanjutan masih terus bergulir untuk mengukur kadar penguraian hayati (biodegradability), tingkat keutuhan mikroorganisme tanah/air, serta sisa pelepasan residu kimia pascapembakaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BRIN Karhutla singkong
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga

Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak

Bantuan Subsidi Upah 2026 Total Rp900 Ribu, Kapan Cair ke Rekening Pekerja?

Eropa Membara! Berawal dari Aksi Pelajar Prancis, Gelombang Unjuk Rasa Meluas Hingga Bentrokan di 6 Negara

Demo Jakarta

Jelang Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Disdik Jabar Tebar Ancaman Sanksi Bagi Pelajar yang Nekat Ikut Aksi

Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.