Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 09:45 WIB

Membongkar Sosok Ayu Zhafira: Darah Minang, Tentara Skandinavia & Finalis Miss Norway!

Jumat, 28 Agustus 2026 09:39 WIB

Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat

Jumat, 28 Agustus 2026 08:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla
  • Membongkar Sosok Ayu Zhafira: Darah Minang, Tentara Skandinavia & Finalis Miss Norway!
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • Kode Redeem FF Hari Ini 28 Agustus 2026, Segera Klaim Token SG2 dan Bundle Eksklusif Gratis
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Persib Resmi Berhenti Berburu Pemain? Umuh Muchtar Ungkap Alasannya
  • BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya
  • Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini 28 Agustus 2026, Cairkan Ratusan Ribu Rupiah Lewat Link DANA Kaget Resmi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 28 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Cuma Makanan Tradisional, Singkong Kini Disulap Jadi Penjinak Karhutla

By Aga GustianaJumat, 28 Agustus 2026 09:45 WIB3 Mins Read
Karhutla Kalimantan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Masyarakat Indonesia—khususnya warga Kampung Adat Cireundeu, Cimahi, Jawa Barat—mungkin sudah terbiasa mengolah singkong menjadi rasi hingga Mocaf (Modified Cassava Flour) untuk konsumsi harian. Namun, komoditas lokal ini kini melompati batas kuliner. Sorotan publik memuncak usai Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung potensi olahan umbi kayu ini sebagai racikan ampuh penjinak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membenarkan adanya pengembangan riset pemadam api berbasis pati singkong sebagai fire retardant. Karakteristik ilmiah zat tepung tersebut dinilai sangat memungkinkan untuk direkayasa guna menekan laju amukan si jago merah di area vegetasi.

“Pernyataan Bapak Presiden terkait penggunaan bahan berbasis singkong untuk mendukung pemadaman kebakaran memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, formulasi, efektivitas, keselamatan, dan dampak lingkungannya tetap harus divalidasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan secara terukur,” kata Julinton, Periset Kimia Molekuler BRIN, dalam pernyataan yang dikutip Jumat (28/8/2026).

Baca Juga:  Bukan Puting Beliung, BRIN Klaim Angin Kencang Rancaekek-Sumedang Merupakan Badai Tornado

Mekanisme Kerja Tepung Singkong Menjinakkan Api

Formulasi pemadam ini tidak mengandalkan pati umbi semata. BRIN memadukan ekstrak tepung yang telah dimodifikasi tersebut dengan air, ammonium polyphosphate (APP), serta wetting agent (zat pembasah) berintensitas rendah. Kombinasi unsur ini merancang sinergi khusus saat penanganan kebakaran:

“Saling melengkapi. Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar. Pati singkong termodifikasi membantu meningkatkan adhesi dan mempertahankan cairan lebih lama pada permukaan vegetasi, sementara wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi dengan lebih baik. APP kemudian memberikan mekanisme retardasi kimia ketika material menerima panas,” papar Julinton.

Interaksi kimiawi terjadi sewaktu temperatur memanas. Komponen APP memicu material berselulosa membentuk char atau residu karbon padat yang menebal. Lapisan arang inilah yang memblokir kontak oksigen dengan bahan bakar sekaligus menahan paparan suhu ekstrem.

Baca Juga:  Gempuran Bantuan Udara: Enam Pesawat TNI AU Diterbangkan Tembus Wilayah Bencana NTT dan Kalimantan

Inovasi CASSA-P: Fleksibel dari Jalur Darat hingga Unmanned Aerial Vehicle (UAV)

Proyek riset racikan penjinak api ini diberi nama CASSA-P. Prosesnya diawali dari pengambilan pati murni dari singkong, lalu diolah khusus agar mendapat fleksibilitas ikatan molekul yang presisi sebelum dicampur bahan fosfat, air, serta zat penyebar.

Prosedur pengaplikasiannya di lapangan terbilang praktis. Cairan pemadam cukup dilarutkan dalam tangki sebelum disemprotkan. Kendati demikian, tingkat kekentalannya dijaga ketat agar tidak mengendap atau merusak komponen nozzle serta mesin pompa.

Daya jangkau CASSA-P diproyeksikan sangat luas:

  • Penanganan Darat: Penyemprotan langsung oleh tim regu pemadam (ground crew).
  • Penanganan Udara: Pengoperasian via drone untuk menjangkau titik api awal (spot fire), pembatasan perimeter, maupun pemblokiran area rawan (firebreak).
Baca Juga:  Puncak Kemarau Juli-Agustus, BPBD Sumedang Ingatkan Warga Waspada Karhutla

Bukan Penentu Tunggal dalam Strategi Pemadaman

Meski menjanjikan, racikan CASSA-P diposisikan sebagai pendukung sistem pengendalian Karhutla, bukan pengganti penuh armada dan metode konvensional. Pada titik kebakaran hebat, cairan ini berfungsi menahan laju rentetan api agar tim darat dapat masuk mengendalikan situasi.

Tantangan berikutnya yang disoroti riset ini adalah evaluasi ekologis jangka panjang.

“Aspek lingkungan menjadi salah satu parameter utama penelitian. Meskipun pati singkong berasal dari biomassa terbarukan, formulasi akhir tidak dapat langsung diklaim ‘100 persen biodegradable’ atau ‘tidak beracun’,” ujarnya.

Pengujian laboratorium lanjutan masih terus bergulir untuk mengukur kadar penguraian hayati (biodegradability), tingkat keutuhan mikroorganisme tanah/air, serta sisa pelepasan residu kimia pascapembakaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BRIN Karhutla singkong
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat

PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya

Bansos

BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair! Cek Sekarang Pakai NIK KTP, Begini Caranya

Kursi Wabup Ciamis Lebih Setahun Kosong, Demokrat Jabar Resmi Dorong Anjar Asmara

Tabuh Bedug di Jombang, Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU

Madinah Disergap Badai Debu! Pelataran Masjid Nabawi Mendadak Mencekam

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF 22 Agustus 2026: Klaim Token, SG2, dan Skin Bundle Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.