Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Arsenal Juara Liga Inggris 2025/26, Akhiri Penantian 22 Tahun Usai Man City Ditahan Imbang Bournemouth

Rabu, 20 Mei 2026 12:20 WIB

Link ‘Guru Bahasa Inggris Viral’ Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware

Rabu, 20 Mei 2026 11:55 WIB

Di Balik Alasan Habibie Tega Menyuntik Mati Pesawat N250 Demi Selamatkan Rupiah

Rabu, 20 Mei 2026 10:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Arsenal Juara Liga Inggris 2025/26, Akhiri Penantian 22 Tahun Usai Man City Ditahan Imbang Bournemouth
  • Link ‘Guru Bahasa Inggris Viral’ Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware
  • Di Balik Alasan Habibie Tega Menyuntik Mati Pesawat N250 Demi Selamatkan Rupiah
  • Persib Kirim Pesan Penting untuk Bobotoh Sebelum Duel Penutup Musim di GBLA
  • Banjir Hadiah! Cek Cara Dapat 100 Diamond Gratis Lewat Kolaborasi Terbaru dan Daftar Kode Redeem FF 20 Mei 2026
  • Rumor Transfer Memanas: Berburu Winger Baru, Ini 5 Penyerang Sayap yang Dikaitkan dengan Persib Bandung!
  • Harga Emas Hari Ini 20 Mei 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Naik, Cek Rinciannya!
  • Kejutan Bursa Transfer: Bintang Liga Singapura Beri Sinyal Gabung Persib Bandung, Bakal Jadi Pemain Termahal?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 20 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Heatwave, Ini Penjelasan Pakar soal Penyebab Suhu Panas di Indonesia

By Putra JuangSabtu, 4 Mei 2024 19:26 WIB3 Mins Read
Ilustrasi suhu panas. Foto: Istockphoto
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suhu panas yang terjadi di Indonesia seringkali dikaitkan dengan gelombang panas atau Heatwave. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, adanya peningkatan lima derajat di atas suhu rata-rata per Kamis (2/5/2024).

Gelombang panas menjadi perhatian masyarakat dunia akhir-akhir ini. Di antarnya, heatwave terjadi di beberapa negara Asia Tenggara dan beberapa negara lainnya seperti Vietnam, Thailand, Myanmar, Bangladesh, dan India.

Melihat fenomena itu, Pengurus Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), Ma’rufin Sudibyo mengatakan, bahwa suhu panas di Indonesia bukan disebabkan oleh heatwave. Ia menegaskan, bahwa Indonesia pada saat ini tidak mengalami gelombang panas.

Menurut Sudibyo, hal itu karena terdapat tiga hal. Pertama, tidak ada inversi atmosferik berskala regional di Indonesia dan secara teoritis sangat sulit terjadi mengingat kedudukan negara Indonesia masuk ke dalam garis khatulistiwa.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Ambil Alih Sengketa Empat Pulau Antara Aceh dan Sumut, Keputusan Segera Diumumkan

“Kedua, sistem angin yang berhembus ke Indonesia tetap didominasi angin muson yang relatif basah (bukan angin gurun) dan ketiga, Indonesia dikelilingi perairan samudera sehingga meminimalisir kemungkinan terbentuknya angin hangat dan kering seperti di gurun,” ucap Sudibyo dilansir laman NU Online, Jumat (3/5/2024).

Lebih lanjut, Sudibyo menjelaskan bahwa udara di Indonesia terasa panas terutama di tengah hari, di antara pukul 10.00 – 14.00 setempat yang disebabkan oleh dua faktor yang sama sekali berbeda dibanding gelombang panas.

Pertama, sedang dalam proses transisi dari musim penghujan ke musim kemarau, sehingga hemat Sudibyo letak matahari secara harfiah melintas di atas Indonesia dalam perjalanan semu-nya menuju ke garis balik utara.

Baca Juga:  Kolaborasi Epik Biskuat x Manchester United, Cari Bintang Sepakbola Indonesia

“Sehingga suhu rata-rata paras bumi di Indonesia sedikit lebih tinggi. Kedua, kelembaban udara Indonesia cenderung tinggi (di atas 70 persen),” ungkapnya.

Untuk memahami mengapa udara Indonesia terasa panas dan gerah, Sudibyo menganjurkan harus melihat tabel Heat Index, yaitu tabel tentang suhu yang dirasakan tubuh manusia sebagai kombinasi antara suhu udara aktual dan kelembaban udara relatif.

Diketahui, bahwa suhu udara tengah hari di Indonesia pada saat ini rata-rata 32° C. Dengan kelembaban udara rata-rata 70%, maka Heat Index di Indonesia rata-rata 41°C.

“Heat Index yang tinggi inilah yang menyebabkan udara di Indonesia saat ini terasa gerah. Karena berada di zona kuning (zona harus sangat hati-hati), dimana terlalu lama di bawah sinar Matahari pada tengah hari akan berpotensi mengalami terpapar serangan panas (heat stroke) dan tidak hanya berupa kelelahan semata,” paparnya.

Baca Juga:  Pesan Pemain Eks Inter Milan pada Timnas Indonesia Jelang Laga Lawan Panama

Durasi Gelombang Panas di Indonesia

Sebelumnya, Sudibyo sudah menyatakan bahwa Indonesia tidak mengalami gelombang panas, maka durasi suhu panasnya pun juga tidak ada. Sebaliknya terkait udara gerah, hal itu selalu terjadi selama musim kemarau meteorologis.

“Secara astronomis musim kemarau Indonesia terjadi sejak 1 April hingga 31 Oktober setiap tahun. Sedangkan secara meteorologis, terjadi tidaknya kemarau dalam periode tersebut sangat bergantung kepada faktor dinamika suhu udara di paras air Samudera Pasifik (antara bagian barat dan bagian timur) serta dinamika suhu udara pula di paras air Samudera Indonesia/Indian Ocean (juga antara bagian barat dan timur),” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gelombang panas Heatwave Indonesia suhu panas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Di Balik Alasan Habibie Tega Menyuntik Mati Pesawat N250 Demi Selamatkan Rupiah

Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diwawancara wartawan.

Rupiah dan Minyak Dunia Tertekan, Bahlil Beri Sinyal Hijau: Anggaran Subsidi BBM Tetap Aman

ilustrasi bansos

Kabar Gembira! Pencairan Bansos 2026 Dipercepat, Cek Jadwal Terbarunya

Kisah Kartika: Kuliah Kelar, Toga Terpasang, Tapi Kondisi Ayahnya Saat Ditelepon Bikin Semua Orang Terdiam

Penangkapan Jurnalis WNI Asal Bandung di Misi Kemanusiaan Gaza Tuai Kecaman

Bisnis Kios Kripto Hancur Lebur, Raksasa ATM Bitcoin Global Resmi Nyatakan Bangkrut!

Terpopuler
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Link Video Viral Tukang Cilok, Konten Prank Bikin Penasaran!
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.