Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Live Brasil Vs Norwegia 2026, Full Match Gratis di Sini!

Senin, 6 Juli 2026 01:00 WIB

Gabriel Mutombo Pilih Nomor 3 di Persib, Ini Alasannya Bikin Penasaran

Minggu, 5 Juli 2026 19:34 WIB

Gempar! Siapa Basri Kajang? Sosok Konsultan Politik yang Terseret Isu Hubungan dengan Bupati Gowa

Minggu, 5 Juli 2026 18:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Live Brasil Vs Norwegia 2026, Full Match Gratis di Sini!
  • Gabriel Mutombo Pilih Nomor 3 di Persib, Ini Alasannya Bikin Penasaran
  • Gempar! Siapa Basri Kajang? Sosok Konsultan Politik yang Terseret Isu Hubungan dengan Bupati Gowa
  • Argentina vs Cape Verde: Juara Bertahan Berhadapan dengan Tim yang Paling Mengejutkan
  • Sengit! Inggris vs Meksiko, Duel Klasik yang Bisa Ubah Nasib di Piala Dunia 2026
  • Tak Terbendung! Irfan Hakim Borong 14 Penghargaan di Bogor Koi Show 2026
  • Belum Tutup Bursa Transfer, Bos Persib Bocorkan Masih Ada Kejutan Pemain Baru
  • Kisah Keyshia, Mojang Bandung yang Rela Kurang Tidur Demi Kejar Prestasi: Hasil Tak Mengkhianati Proses!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 6 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukan Heatwave, Ini Penjelasan Pakar soal Penyebab Suhu Panas di Indonesia

By Putra JuangSabtu, 4 Mei 2024 19:26 WIB3 Mins Read
Ilustrasi suhu panas. Foto: Istockphoto
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suhu panas yang terjadi di Indonesia seringkali dikaitkan dengan gelombang panas atau Heatwave. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, adanya peningkatan lima derajat di atas suhu rata-rata per Kamis (2/5/2024).

Gelombang panas menjadi perhatian masyarakat dunia akhir-akhir ini. Di antarnya, heatwave terjadi di beberapa negara Asia Tenggara dan beberapa negara lainnya seperti Vietnam, Thailand, Myanmar, Bangladesh, dan India.

Melihat fenomena itu, Pengurus Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), Ma’rufin Sudibyo mengatakan, bahwa suhu panas di Indonesia bukan disebabkan oleh heatwave. Ia menegaskan, bahwa Indonesia pada saat ini tidak mengalami gelombang panas.

Menurut Sudibyo, hal itu karena terdapat tiga hal. Pertama, tidak ada inversi atmosferik berskala regional di Indonesia dan secara teoritis sangat sulit terjadi mengingat kedudukan negara Indonesia masuk ke dalam garis khatulistiwa.

Baca Juga:  Bojan Hodak Bocorkan Strategi Bahrain: Pelatihnya Teman Saya

“Kedua, sistem angin yang berhembus ke Indonesia tetap didominasi angin muson yang relatif basah (bukan angin gurun) dan ketiga, Indonesia dikelilingi perairan samudera sehingga meminimalisir kemungkinan terbentuknya angin hangat dan kering seperti di gurun,” ucap Sudibyo dilansir laman NU Online, Jumat (3/5/2024).

Lebih lanjut, Sudibyo menjelaskan bahwa udara di Indonesia terasa panas terutama di tengah hari, di antara pukul 10.00 – 14.00 setempat yang disebabkan oleh dua faktor yang sama sekali berbeda dibanding gelombang panas.

Pertama, sedang dalam proses transisi dari musim penghujan ke musim kemarau, sehingga hemat Sudibyo letak matahari secara harfiah melintas di atas Indonesia dalam perjalanan semu-nya menuju ke garis balik utara.

Baca Juga:  Hari Raya Nyepi, 1.642 Narapidana se-Indonesia Dapat Remisi Khusus

“Sehingga suhu rata-rata paras bumi di Indonesia sedikit lebih tinggi. Kedua, kelembaban udara Indonesia cenderung tinggi (di atas 70 persen),” ungkapnya.

Untuk memahami mengapa udara Indonesia terasa panas dan gerah, Sudibyo menganjurkan harus melihat tabel Heat Index, yaitu tabel tentang suhu yang dirasakan tubuh manusia sebagai kombinasi antara suhu udara aktual dan kelembaban udara relatif.

Diketahui, bahwa suhu udara tengah hari di Indonesia pada saat ini rata-rata 32° C. Dengan kelembaban udara rata-rata 70%, maka Heat Index di Indonesia rata-rata 41°C.

“Heat Index yang tinggi inilah yang menyebabkan udara di Indonesia saat ini terasa gerah. Karena berada di zona kuning (zona harus sangat hati-hati), dimana terlalu lama di bawah sinar Matahari pada tengah hari akan berpotensi mengalami terpapar serangan panas (heat stroke) dan tidak hanya berupa kelelahan semata,” paparnya.

Baca Juga:  Prabowo Optimistis Potensi Besar Indonesia untuk Capai Target

Durasi Gelombang Panas di Indonesia

Sebelumnya, Sudibyo sudah menyatakan bahwa Indonesia tidak mengalami gelombang panas, maka durasi suhu panasnya pun juga tidak ada. Sebaliknya terkait udara gerah, hal itu selalu terjadi selama musim kemarau meteorologis.

“Secara astronomis musim kemarau Indonesia terjadi sejak 1 April hingga 31 Oktober setiap tahun. Sedangkan secara meteorologis, terjadi tidaknya kemarau dalam periode tersebut sangat bergantung kepada faktor dinamika suhu udara di paras air Samudera Pasifik (antara bagian barat dan bagian timur) serta dinamika suhu udara pula di paras air Samudera Indonesia/Indian Ocean (juga antara bagian barat dan timur),” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gelombang panas Heatwave Indonesia suhu panas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gempar! Siapa Basri Kajang? Sosok Konsultan Politik yang Terseret Isu Hubungan dengan Bupati Gowa

Padam Listrik

PLN Pastikan Tak Ada Lagi Pemadaman di Jawa, Kalbar Justru Alami Giliran Padam 7 Hari

Detik-Detik Mencekam! Pekerja 20 Tahun Tersetrum di Rigging Videotron Konser Bandung

KDM Panggil Bupati Purwakarta Usai Lagu ‘Lalaki Langit Lalanang Bejad’ Viral

Siapa Nyimas Laula? Fotografer yang Kini ‘Dirujak’ Netizen Gara-Gara Etika Gym?!

Sentimen Suku Kental dan Boros Anggaran, Wacana Provinsi Sunda Dinilai Belum Mendesak

Terpopuler
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral di TikTok, Link Fullnya Bikin Waswas
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.