bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap sejumlah faktor yang menjadi pemicu meningkatnya kasus pencurian dengan kekerasan atau begal yang belakangan marak terjadi di wilayah Bandung Raya.
Fakta tersebut disampaikan Farhan usai menghadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi, para kepala daerah se-Bandung Raya, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bandung Raya.
Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa aksi kriminalitas jalanan tidak hanya dipicu oleh satu faktor, tetapi dipengaruhi oleh berbagai persoalan sosial dan perilaku masyarakat.
Judi Online hingga Minuman Keras Jadi Faktor Pemicu Begal
Muhammad Farhan mengatakan berdasarkan data kepolisian, terdapat sejumlah faktor yang mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal, khususnya begal.
Beberapa faktor tersebut di antaranya:
- Penyalahgunaan obat-obatan terlarang
- Pengaruh minuman keras
- Tekanan ekonomi akibat utang judi online
- Lingkungan pergaulan
- Gaya hidup konsumtif
- Pengaruh konten di media sosial
Menurut Farhan, persoalan kriminalitas tidak bisa hanya dilihat dari sisi penindakan hukum, tetapi juga harus ditangani melalui pendekatan sosial dan pencegahan sejak dini.
Polda Jabar Bentuk Satgas Kamtibmas di Bandung Raya
Untuk menekan angka kriminalitas jalanan, Polda Jawa Barat telah membentuk Satuan Tugas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Satgas Kamtibmas) di seluruh jajaran Polres wilayah Bandung Raya.
Farhan menjelaskan, Satgas Kamtibmas akan mengedepankan konsep community policing atau pemolisian masyarakat.
Konsep tersebut menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan bersama aparat.
“Pendekatan keamanan tidak hanya dilakukan melalui tindakan kepolisian, tetapi juga dengan melibatkan masyarakat agar ikut menjaga wilayahnya masing-masing,” ujar Farhan.
Patroli Gabungan Fokus di Wilayah Rawan Begal
Sebagai langkah pencegahan, aparat keamanan akan meningkatkan patroli gabungan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan terjadi tindak kriminal.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian khusus adalah kawasan perbatasan Bandung Raya, seperti:
- Jalan Soekarno-Hatta
- Jalan AH Nasution
Kedua kawasan tersebut menjadi perhatian karena berbatasan langsung dengan wilayah lain seperti Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung.
Selain jalur utama, sejumlah ruang publik juga akan mendapat pengawasan lebih ketat, di antaranya:
- Taman Maluku
- Taman Lansia
- Taman Cibeunying
- Alun-alun Regol
- Alun-alun Cicendo
Farhan mengatakan, lokasi-lokasi tersebut nantinya akan dijaga oleh satuan khusus kepolisian.
“Di lokasi-lokasi tersebut nantinya akan ditempatkan satuan khusus dari kepolisian yang dipersenjatai dan bertugas selama 24 jam,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).
Bandung Command Center Diperkuat untuk Cegah Kriminalitas
Selain meningkatkan pengamanan di lapangan, Pemerintah Kota Bandung juga akan memperkuat sistem pemantauan melalui teknologi.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan fungsi Bandung Command Center sebagai pusat pemantauan dan respons cepat terhadap laporan masyarakat.
Ke depan, Bandung Command Center akan dilengkapi dengan pengeras suara atau speaker yang dapat digunakan untuk memberikan peringatan langsung di lokasi rawan kriminalitas.
Selain itu, petugas piket dari Dinas Perhubungan dan Bandung Command Center akan disiagakan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat terhadap berbagai laporan warga.
Gubernur Jabar Dorong Gerakan Warga Jaga Warga
Dalam rapat koordinasi tersebut, Gubernur Jawa Barat juga mengingatkan seluruh kepala daerah agar kembali memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat.
Salah satu langkah yang didorong adalah menghidupkan kembali semangat “Warga Jaga Warga” serta mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling.
Program tersebut dinilai penting karena keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Dengan adanya kerja sama antara warga, pemerintah daerah, dan aparat keamanan, diharapkan angka kriminalitas di Bandung Raya dapat ditekan.
Farhan Minta Kepala Daerah Tidak Reaktif terhadap Konten Viral
Di tengah maraknya pemberitaan mengenai kasus begal di media sosial, Farhan mengingatkan seluruh kepala daerah agar tidak mengambil langkah secara emosional.
Menurutnya, pemerintah harus memberikan respons yang tepat agar tidak memperbesar keresahan masyarakat.
“Kami diminta memberikan respons yang normatif dan tidak emosional agar tidak memperkeruh situasi, melainkan mampu meredam tingkat kegelisahan masyarakat,” ujar Farhan.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menciptakan suasana aman dan kondusif di Bandung Raya melalui langkah pencegahan, pengawasan, serta keterlibatan masyarakat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










