bukamata.id – Sebuah kendaraan travel yang dikaitkan dengan layanan Bhisa Travel (Bhinneka Sangkuriang) kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah rekaman insiden lalu lintas beredar luas di media sosial.
Tiga peristiwa berbeda yang terjadi di lokasi dan waktu berlainan kini kembali dibahas warganet karena dinilai menunjukkan pola berkendara yang berulang dan berisiko di jalan raya.
Ketiga kejadian tersebut mencakup insiden di Tol Jakarta–Cikampek, Kawasan Pasteur Bandung, hingga Tol Cipularang KM 93, yang seluruhnya viral di berbagai platform digital.
Insiden di Tol Jakarta–Cikampek: Manuver Mendadak Hampir Serempet Kendaraan Lain
Peristiwa terbaru terjadi di Tol Jakarta–Cikampek, ketika sebuah mobil travel bernomor polisi E 7604 AA terekam melakukan perpindahan jalur dari lajur 2 ke lajur 3 atau jalur cepat secara tiba-tiba.
Dalam rekaman yang beredar, kendaraan tersebut terlihat masuk ke jalur cepat tanpa ruang aman yang cukup. Akibatnya, sebuah minibus yang berada di jalur tersebut harus melakukan pengereman mendadak untuk menghindari tabrakan.
Manuver ini memicu kepanikan sesaat di jalan tol karena jarak antar kendaraan sangat dekat.
Warganet yang mengunggah ulang video tersebut menilai tindakan itu sangat berbahaya di jalan berkecepatan tinggi.
“Di tol itu harusnya hati-hati, bukan pindah jalur mendadak seperti itu,” tulis salah satu akun di media sosial.
Insiden di Pasteur Bandung: Saling Hadang Usai Nyaris Tabrakan
Insiden kedua terjadi di kawasan Pasteur, Kota Bandung, pada akhir tahun 2025. Dalam kejadian ini, mobil travel Bhisa diduga terlibat konflik di jalan setelah hampir terjadi tabrakan dengan mobil pribadi.
Menurut keterangan yang beredar, situasi bermula ketika kendaraan travel tersebut melaju pelan di jalur kanan dan kemudian disalip oleh mobil lain dari sisi kiri. Pengemudi travel diduga tidak terima, hingga terjadi aksi saling kejar dan saling hadang di jalan.
Situasi semakin memanas ketika kendaraan travel disebut sempat menghalangi laju mobil pribadi, sehingga jarak antar kendaraan menjadi sangat dekat dan berpotensi menyebabkan kecelakaan beruntun.
Dalam kejadian tersebut, bahkan dilaporkan terdapat penumpang anak-anak di dalam mobil pribadi, sehingga situasi dinilai semakin berisiko.
Peristiwa ini kemudian berakhir dengan kedua kendaraan berhenti di pinggir jalan dan terjadi adu argumen yang terekam kamera dan viral di media sosial.
Insiden di Tol Cipularang KM 93: Dugaan Menyalip Tanpa Perhitungan
Kejadian ketiga yang kembali ramai dibahas terjadi di Tol Cipularang KM 93 arah Jakarta. Dalam video yang beredar pada tahun sebelumnya, mobil travel Bhisa diduga melakukan manuver menyalip di jalur turunan dan tikungan dengan perhitungan yang dinilai kurang aman.
Warganet yang merekam kejadian tersebut menyebut kendaraan travel sempat melaju agresif di jalur cepat sebelum melakukan perpindahan posisi yang dinilai membahayakan kendaraan lain.
Insiden ini juga kembali viral setelah kejadian terbaru di Tol Jakarta–Cikampek mencuat, sehingga memunculkan kembali perbincangan lama di media sosial.
Profil Singkat Bhisa Travel
Bhisa Travel atau Bhinneka Sangkuriang merupakan perusahaan transportasi darat yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun di Pulau Jawa. Perusahaan ini disebut memiliki jaringan layanan luas dengan lebih dari 110 rute, 36 cabang, serta melayani ratusan keberangkatan setiap hari.
Dalam pernyataan sebelumnya, perusahaan ini juga dikenal memiliki jutaan penumpang setiap tahun dan mengembangkan layanan seperti shuttle dan wisata.
Namun, sejumlah insiden yang viral di media sosial belakangan ini membuat nama layanan tersebut kembali menjadi sorotan publik, terutama terkait aspek keselamatan berkendara di jalan raya.
Warganet Soroti Keselamatan dan Konsistensi Perilaku Berkendara
Setelah video tersebut menyebar di berbagai platform, mulai dari Instagram, TikTok hingga X (Twitter), kolom komentar dipenuhi reaksi keras dari warganet. Banyak yang menilai bahwa insiden seperti ini mencerminkan masih rendahnya disiplin sebagian pengemudi di jalan tol.
Sejumlah komentar menyoroti perlunya evaluasi terhadap pengemudi kendaraan angkutan umum, khususnya travel yang kerap melintas di jalur antar kota dengan intensitas tinggi, seperti dikutip dari kolom komentar Instagram @bdg.info, Minggu (19/4/2026).
“@bhisa.id @bhisa.shuttle @bhisa.wisata supirnya membahayakan tolong di proses,, agar nama perusahaan tetap terjaga,” tulis akun @kho***
“Bisa pasteur suka memacetkan jalan….apalagi kalaubdi jalan banyak ugal” kan sangat memebhahayakan segera evaluasi perusahaan tsb,” tulis akun @fir***
“Parah kiyeu ngajalankeun na…tapi Ke teh pas tubrukan trus dipenta ganti rugi,,alasana kumaha barudak???” tulis akun @gi***
“Kemarin2 sya jga hampir2an kluar tol bubat, ga pake dashcam gda bukti jdnya, rek karitu wae driverna? @bhisa.id @bhisa.shuttle,” tulis akun @ypa***
Reaksi warganet menunjukkan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap keselamatan transportasi di jalan bebas hambatan yang seharusnya mengutamakan disiplin dan kehati-hatian.
Kesimpulan
Tiga insiden yang melibatkan kendaraan travel Bhisa di lokasi berbeda ini kembali membuka diskusi publik tentang disiplin berkendara di jalan raya.
Meski belum ada keterangan resmi terkait seluruh rangkaian kejadian tersebut, publik menilai keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dalam layanan transportasi umum.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










