Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 17:39 WIB

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali

Minggu, 2 Agustus 2026 16:43 WIB

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Minggu, 2 Agustus 2026 15:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
  • 3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine
  • Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini
  • Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bukti Nyata Bandung Terancam Gempa Besar Akibat Sesar Lembang

By Aga GustianaSelasa, 30 September 2025 14:02 WIB2 Mins Read
Bandung berpotensi diguncang gempa besar akibat Sesar Lembang.
Hasil trencing gerakan aktif Sesar Lembang. (Foto: Dok BRIN)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wilayah Bandung dan sekitarnya berada di bawah ancaman serius gempa bumi besar akibat aktivitas Sesar Lembang, salah satu patahan aktif paling berbahaya di Jawa Barat.

Pakar Geologi Gempa Bumi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mudrik R. Daryono, mengungkapkan bahwa Sesar Lembang merupakan patahan besar di kerak Bumi yang terus bergerak hingga kini. Pergeseran ini terjadi secara dominan ke arah mendatar ke kiri.

“Bukti nyata bisa dilihat dari pergeseran Sungai Cimeta yang telah bergeser sejauh 120 meter, bahkan di beberapa lokasi mencapai 460 meter,” kata Mudrik, dikutip dari laman resmi BRIN, Agustus lalu.

Baca Juga: Bandung Terancam Gempa Besar, Tanda Aktivitas Sesar Lembang Kian Nyata

Pergeseran yang Terus Berlangsung

Menurut Mudrik, pergerakan di Sesar Lembang hampir sepenuhnya berupa pergeseran mendatar, yakni 80–100 persen, sementara pergeseran naik-turun hanya 0–20 persen.

“Proses ini berlangsung sedikit demi sedikit selama ratusan ribu tahun, dan pergerakan kecil inilah yang menghasilkan gempa bumi,” jelasnya.

Sesar Lembang membentang sepanjang 29 kilometer, dari Padalarang hingga Cimenyan, berada tepat di kaki Gunung Tangkuban Parahu. Penelitian terbaru menemukan bahwa patahan ini bergeser sekitar 1,9–3,4 milimeter per tahun. Meski terkesan kecil, akumulasi pergerakan dalam ratusan tahun berpotensi memicu gempa besar.

Jika Sesar Lembang aktif akan mengakibatkan bencana besar yang terdampak ke beberapa wilayah.
Peta wilayah terdampak Sesar Lembang. (Foto: Dok BMKG)

Bukti Gempa Besar di Masa Lalu

Hasil penelitian paleoseismologi memperlihatkan adanya jejak gempa kuat di masa lalu. Salah satunya ditemukan pada penggalian parit di kilometer 11,5, yang menunjukkan pergeseran setinggi 40 sentimeter.

“Temuan itu membuktikan bahwa di masa lalu pernah terjadi gempa dengan kekuatan sekitar Magnitudo 6,5 hingga 7. Perkiraan ini sejalan dengan panjang Sesar Lembang yang mencapai 29 kilometer,” ujar Mudrik.

Baca Juga: Bandung Terancam Gempa Besar, Ini Daerah Paling Rawan Akibat Sesar Lembang

Kapan Sesar Lembang Akan Pecah Lagi?

Berdasarkan catatan paleoseismologi, gempa terakhir akibat pecahnya Sesar Lembang diperkirakan terjadi pada abad ke-15 (sekitar tahun 1450–1460-an).

“Gempa besar Sesar Lembang berulang dalam rentang waktu 170 hingga 670 tahun, sehingga secara teori berpotensi pecah paling lambat pada tahun 2170,” kata Mudrik.

Ia menambahkan, siklus ini berarti waktu terjadinya gempa besar sudah relatif dekat dengan masa kini, meski tetap tidak bisa diprediksi secara pasti kapan akan terjadi.

Jejak Gempa Purba

Selain gempa abad ke-15, penelitian juga menemukan bukti adanya gempa sekitar 60 tahun sebelum Masehi dengan pergeseran 40 sentimeter, serta jejak gempa purba sekitar 19 ribu tahun lalu. Semua catatan ini memperkuat bukti bahwa Sesar Lembang adalah sistem geologi aktif yang mampu menghasilkan gempa bumi besar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Raya BRIN Gempa Bandung Gempa Jawa Barat Sesar Lembang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Saldo Rp600 Ribu BPNT Mulai Muncul di KKS? Simak Fakta Pencairan Tahap 3 2026

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.