bukamata.id – Media sosial kini tidak lagi sekadar ruang hiburan. Lebih dari itu, platform digital ini telah menjelma menjadi jembatan komunikasi, peluang usaha, hingga sarana berbagi pengetahuan.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi X, Ledia Hanifah, saat membuka pelatihan teknik membuat konten media sosial di ASM Ariyanti, Kota Bandung, Minggu (31/8/2025).
Pelatihan Konten Media Sosial untuk Generasi Muda
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Komisi X DPR RI dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menyasar siswa SMA kelas 10, 11, 12, serta lulusan baru.
“Media sosial ini luar biasa. Tapi bagaimana menggunakannya dengan baik, itu yang harus diajarkan. Karena ada teknik, ada pengolahan, ada do and don’ts, serta implikasinya,” ujar Ledia.
Menurutnya, meski generasi muda lahir di era digital, mereka tetap membutuhkan pemahaman mendalam agar penggunaan media sosial lebih produktif dan bertanggung jawab.
Pentingnya Konten Positif dan Kerja Kolaboratif
Ledia menekankan pentingnya menghadirkan konten positif. Banyak potensi di sekitar masyarakat yang bisa diangkat menjadi ide kreatif, mulai dari pengetahuan sederhana hingga kisah inspiratif dunia usaha.
Selain itu, ia juga menyoroti budaya “cepat jempol” tanpa saring.
“Kadang kecepatan jempol melebihi kecepatan cahaya. Belum dibaca, sudah di-share. Nah, itu yang harus dipersiapkan mentalnya. Apalagi dengan AI sekarang, harus bisa menyaring sebelum berbagi,” jelasnya.
Media Sosial, AI, dan Kreativitas
Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan sejak Jumat hingga Ahad. Nantinya, seluruh peserta akan mengikuti pertemuan besar yang fokus pada digital marketing.
Dengan begitu, keterampilan yang diperoleh tidak hanya sebatas editing video atau pembuatan konten, tetapi juga pada strategi pemasaran digital.
Terkait peran AI dalam dunia kreatif, Ledia menegaskan bahwa teknologi tidak boleh menggantikan kreativitas manusia.
“AI itu jangan dianggap kaki yang berjalan sendiri. AI adalah sayap, alat bantu. Kreativitas tetap harus dari mereka. Sama halnya dengan media sosial, itu alat diseminasi. Bagaimana hal-hal baik bisa dikreasikan lalu disebarkan lewat media sosial,” tegasnya.
Bekal Soft Skill dan Lifelong Learning
Selain keterampilan teknis, peserta juga diharapkan mampu memperoleh soft skill penting, seperti kerja tim, komunikasi, dan semangat belajar sepanjang hayat.
“Perkembangan teknologi sangat cepat. Minimal kalau dasar-dasarnya sudah dipegang, mereka bisa lebih siap menghadapi perubahan dan memanfaatkannya,” pungkas Ledia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










