bukamata.id – Belakangan ini para orang kaya berbondong-bondong membeli bunker. Hal tersebut karena mereka ketakutan akan perang nuklir ataupun bencana mengerikan yang kapan saja bisa terjadi.
Sayangnya, menurut pakar hal tersebut sia-sia saja. Pasalnya, ada masalah besar mengenai bunker semacam itu.
Pakar mengatakan, bunker atau tempat perlindungan semacam itu dinilai tak lebih sekadar mekanisme pertahanan psikologis bagi orang kaya. Padahal, dalam jangka panjang, bunker pun tidak dapat melindungi mereka.
Dikabarkan, bisnis bunker mengalami peningkatan akhir dekade ini. Pada tahun lalu saja meningkat dari USD 137 juta menjadi USD 175 juta.
Pakar menyebut, tempat perlindungan ini lebih banyak mengatasi kecemasan dari realitas akbiat nuklir. Pada akhirnya, pemilik tetap harus keluar dari bunker dan menghadapi situasi mengerikan di permukaan.
“Bunker sebenarnya bukan alat untuk bertahan hidup dari perang nuklir, tetapi alat untuk memungkinkan populasi secara psikologis menanggung kemungkinan perang nuklir,” jelas Alicia Sanders-Zakre dari International Campaign to Abolish Nuclear Weapons.
Bahkan, radiasi setelah ledakan senjata nuklir sangat mengerikan. Mereka yang selamat tak akan bisa lepas dari efek kesehatan yang berlangsung lama. Seperti yang terlihat di Chernobyl setelah reaktornya meleleh hampir 40 tahun silam, dan itu belum memperhitungkan kelaparan, kehasuan, dan hancurnya tatanan sosial.
“Pada akhirnya, satu-satunya solusi untuk melindungi populasi dari perang nuklir adalah dengan menghilangkan senjata nuklir,” tambahnya.
Pakar nuklir, Sam Lair bahkan mengatakan jika upaya semacam itu kemungkinan besar sia-sia.
“Bahkan jika di bencana nuklir mereka mungkin lebih dapat bertahan hidup, saya pikir akibatnya setelahnya akan lebih buruk daripada yang dipikirkan banyak orang,” kata Lair, peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies.
Namun demikian, persiapan menghadapi kiamat kini sudah hal yang lumrah di Amerika Serikat dan juga di beberapa negara lain.
Misalnya di Swiss, di mana tiap penduduk dijamin mendapat tempat di bunker jika terjadi perang nuklir, pemerintah menginvestasikan ratusan juta dolar untuk memperbarui sejumlah besar bunker peninggalan era Perang Dingin.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











