Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam

Selasa, 15 September 2026 04:00 WIB

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Selasa, 15 September 2026 03:00 WIB
Game Free Fire

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis

Selasa, 15 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis
  • Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
  • Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga
  • Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib
  • Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dinilai Otokratik, Bisa Jadi ‘Pedang Bermata Dua’

By Aga GustianaRabu, 12 Maret 2025 21:00 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: Instagram @dedimulyadi71.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang kerap turun langsung ke lapangan dan mengambil keputusan secara spontan menuai perhatian. Kristian Widya Wicaksono, pakar kebijakan publik dari Universitas Parahyangan (Unpar), menilai bahwa Dedi memiliki gaya kepemimpinan otokratik, yang bisa menjadi pedang bermata dua.

“Gaya kepemimpinan Kang Dedi cenderung otokratik. Namun, otokratik bukan berarti otoriter,” ujar Kristian, Rabu (12/3/2025).

Menurut Kristian, kepemimpinan Dedi Mulyadi yang sering terjun langsung ke lapangan membuatnya merasa memiliki informasi yang cukup tanpa perlu berkonsultasi lebih lanjut. Hal ini mencerminkan kepercayaan diri tinggi, tetapi juga memiliki potensi risiko.

“Ia merasa keputusan yang diambilnya sudah tepat tanpa harus bertanya ke orang lain. Namun, jika informasi yang diperoleh tidak optimal, keputusan bisa kurang tepat dan menjadi bumerang,” jelasnya.

Baca Juga:  Bey Machmudin Harapkan WJEF 2024 Jadikan Jabar Pionir Penggunaan EBT Berkelanjutan

Dalam kondisi seperti itu, Kristian menilai bahwa bawahan sering kali harus turun tangan sebagai “pemadam kebakaran” untuk menyelesaikan dampak dari keputusan yang diambil secara cepat.

“Ini yang berbahaya. Jika terjadi masalah akibat keputusan yang kurang matang, bawahanlah yang harus menyelesaikan dampaknya, dan ini bukan situasi ideal,” jelasnya.

Selain itu, Kristian menyoroti dampak gaya kepemimpinan Dedi terhadap birokrasi di lingkungan Pemprov Jabar. Menurutnya, dengan pengambilan keputusan yang cenderung satu arah, bawahan kehilangan rasa memiliki dan inisiatif dalam menjalankan tugasnya.

“Mereka merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan, sehingga keterikatan emosional dan rasa tanggung jawab berkurang. Jika terjadi masalah, mereka cenderung menganggap itu sebagai urusan atasan,” terangnya.

Baca Juga:  Lansia Tewas Usai Penganiayaan di Minimarket Bandung, Terungkap Terkendala Biaya Operasi

Sebagai akibatnya, birokrasi hanya berperan sebagai pelaksana tanpa inisiatif, karena semua keputusan sudah ditentukan dari tingkat atas.

Untuk mengatasi potensi permasalahan ini, Kristian menyarankan agar Dedi Mulyadi lebih banyak menjalin komunikasi dengan jajaran birokrasi, bukan hanya masyarakat.

“Pemimpin yang merakyat itu baik, tetapi jika sistemnya tidak berjalan dengan baik, tetap saja akan terjadi masalah,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa bukan hanya blusukan ke got yang penting, tetapi juga “blusukan” ke dalam birokrasi untuk memahami kendala di tingkat pelaksanaan kebijakan.

“Mendengarkan keluhan birokrat, memahami kendala mereka dalam memberikan layanan kepada masyarakat, dan mencari solusi bersama akan jauh lebih efektif,” lanjutnya.

Baca Juga:  Pemdaprov Revitalisasi Program Kerja untuk Lanjutkan Kemandirian Jabar

Selain itu, Kristian menyarankan agar Dedi Mulyadi mendelegasikan lebih banyak kewenangan kepada birokrasi tingkat bawah, sehingga mereka bisa menyelesaikan layanan tanpa harus selalu menunggu keputusan dari tingkat atas.

“Jika Kang Dedi ingin lebih banyak turun langsung ke masyarakat, mungkin Kang Erwan bisa lebih berfokus pada pengelolaan birokrasi. Karena bagaimanapun, birokrasi adalah ujung tombak layanan publik,” tegasnya.

Menurutnya, birokrasi memiliki informasi strategis, memahami kendala implementasi kebijakan, dan mengetahui kelemahan dalam sistem yang ada. Oleh karena itu, peran mereka harus lebih diperhatikan.

“Justru orang-orang ini yang harus mendapatkan perhatian lebih dari Kang Dedi. Tanpa birokrasi yang efektif, keputusan sebesar apa pun tidak akan berjalan optimal,” pungkas Kristian.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur HL jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.