Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?

Rabu, 12 Agustus 2026 12:39 WIB

Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

Rabu, 12 Agustus 2026 12:21 WIB
zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!

Rabu, 12 Agustus 2026 12:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Paul Munster Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ada Apa Jelang Musim Baru?
  • Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram
  • Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!
  • Persib Mulai TC di Bali, 7 Pemain Timnas Menyusul! Ada Marc Klok hingga Sandy Walsh
  • 450 Ribu Warga Jabar Terdampak Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 8,7 Juta Liter
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil
  • VIRAL! Tolak Pasang Bendera dan Debat Soal Kemerdekaan Indonesia, Tukang Cukur Diintimidasi Aparat?
  • Alun-alun Bandung Kembali Dibuka 17 Agustus, Warga Bisa Ikuti Pesta Rakyat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Pakar Ungkap Alasan Kenapa Bumi Terlihat Datar Meski Berbentuk Bulat

By Aga GustianaMinggu, 29 Desember 2024 13:18 WIB2 Mins Read
Ilustrasi bentuk bumi. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pakar memberikan penjelasan mengenai alasan mengapa Bumi terlihat datar meski berbentuk bulat. Hal tersebut yang sering dipertanyakan oleh kaum penganut teori Bumi datar.

Saat ini, telah banyak foto-foto bumi yang diambil dari luar angkasa, baik dari satelit maupun astronaut.

Foto-foto itu menunjukan bahwa Bumi berbentuk bulat, namun saat berdiri terlihat tampak datar.

Menurut pakar, hal tersebut karena berkaitan dengan perspektif. Di mana, makhluk yang sangat kecil berdiri di atas bola sangat besar, pastinya kemampuan melihat melengkung dari makhluk kecil tersebut akan sangat terbatas.

Pakar menjelaskan, seorang manusia dewasa rata-rata memiliki tinggi sekitar 1,5 hingga 2 meter, sedangkan Bumi memiliki diameter sekitar 12.800 kilo meter.

Hal tersebut bisa dibandingkan dengan seekor lalat kecil berdiri di atas bola berdiameter 1 meter. Karena ukurannya yang jauh lebih kecil dari bola, lalat itu tidak bisa melihat lengkungan bola secara menyeluruh.

Sementara, pandangan mata manusia dari permukaan tanah hanya mampu menjangkau cakrawala sejauh sekitar 4,8 kilometer. Jarak ini terlalu pendek untuk memperlihatkan kelengkungan BUmi.

Bahkan lengkungan Bumi masih sulit dilihat kendati berdiri di puncak Gunung Everes yang memiliki ketinggian 8,850 meter. Namun, kelengkungan Bumi mulai tampak walau masih samar jika berdiri pada ketinggian dari 10 kilometer.

“Satu-satunya cara untuk melihat lengkungan Bumi adalah dengan terbang lebih dari 6 mil (10 kilometer) di atas permukaannya. Hal ini karena panjang cakrawala yang kita lihat bergantung pada seberapa tinggi kita berada di atas permukaan Bumi,” tulis Profesor Geologi dari Macalester College Kelly R. MacGregor di Space.com.

Untuk melihat bentuk Bumi yang bulat secara utuh, maka manusia harus pergi dahulu ke luar angkasa.

Dari jarak ini, Bumi akan tampak seperti bola besar yang dikelilingi atmosfer tipis. Namun, bentuk Bumi sebenarnya bukan bola sempurna.

Karena rotasinya, Bumi mengalami sedikit penyimpangan, sehingga berbentuk seperti ellipsoid, atau bulat dengan sedikit tonjolan di sekitar ekuator. Fenomena ini disebabkan oleh gaya sentrifugal akibat rotasi Bumi.

“Hal ini disebabkan oleh rotasi Bumi, yang menciptakan gaya sentrifugal – gaya yang sama yang akan menyebabkan Anda terlempar dari komidi putar yang berputar jika Anda tidak berpegangan. Gaya ini menghasilkan tonjolan kecil di pinggang planet,” tulis Kelly.

Faktor lain yang mempengaruhi bentuk Bumi adalah fitur topografi, seperti pegunungan dan palung laut. Elemen-elemen ini juga menyebabkan variasi kecil pada gravitasi Bumi di berbagai lokasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bulat bumi Datar Pakar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil

Garena Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya

Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Klaim Saldo DANA Gratis Ratusan Ribu Hari Ini, Rabu 12 Agustus 2026: Intip Cara Cepat Tanpa Aplikasi Tambahan!

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.