Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pencari Kerja Bandung Merapat! 6 Perusahaan Buka 359 Lowongan Secara Online

Rabu, 30 September 2026 05:00 WIB

Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu

Rabu, 30 September 2026 04:00 WIB

Bansos Beras 30 Kg Segera Disalurkan! Cek 33,24 Juta Penerima dan Cara Cek NIK

Rabu, 30 September 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pencari Kerja Bandung Merapat! 6 Perusahaan Buka 359 Lowongan Secara Online
  • Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu
  • Bansos Beras 30 Kg Segera Disalurkan! Cek 33,24 Juta Penerima dan Cara Cek NIK
  • Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg
  • Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor
  • Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia
  • Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham
  • Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Pakar Ungkap Alasan Kenapa Bumi Terlihat Datar Meski Berbentuk Bulat

By Aga GustianaMinggu, 29 Desember 2024 13:18 WIB2 Mins Read
Ilustrasi bentuk bumi. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pakar memberikan penjelasan mengenai alasan mengapa Bumi terlihat datar meski berbentuk bulat. Hal tersebut yang sering dipertanyakan oleh kaum penganut teori Bumi datar.

Saat ini, telah banyak foto-foto bumi yang diambil dari luar angkasa, baik dari satelit maupun astronaut.

Foto-foto itu menunjukan bahwa Bumi berbentuk bulat, namun saat berdiri terlihat tampak datar.

Menurut pakar, hal tersebut karena berkaitan dengan perspektif. Di mana, makhluk yang sangat kecil berdiri di atas bola sangat besar, pastinya kemampuan melihat melengkung dari makhluk kecil tersebut akan sangat terbatas.

Pakar menjelaskan, seorang manusia dewasa rata-rata memiliki tinggi sekitar 1,5 hingga 2 meter, sedangkan Bumi memiliki diameter sekitar 12.800 kilo meter.

Hal tersebut bisa dibandingkan dengan seekor lalat kecil berdiri di atas bola berdiameter 1 meter. Karena ukurannya yang jauh lebih kecil dari bola, lalat itu tidak bisa melihat lengkungan bola secara menyeluruh.

Sementara, pandangan mata manusia dari permukaan tanah hanya mampu menjangkau cakrawala sejauh sekitar 4,8 kilometer. Jarak ini terlalu pendek untuk memperlihatkan kelengkungan BUmi.

Bahkan lengkungan Bumi masih sulit dilihat kendati berdiri di puncak Gunung Everes yang memiliki ketinggian 8,850 meter. Namun, kelengkungan Bumi mulai tampak walau masih samar jika berdiri pada ketinggian dari 10 kilometer.

“Satu-satunya cara untuk melihat lengkungan Bumi adalah dengan terbang lebih dari 6 mil (10 kilometer) di atas permukaannya. Hal ini karena panjang cakrawala yang kita lihat bergantung pada seberapa tinggi kita berada di atas permukaan Bumi,” tulis Profesor Geologi dari Macalester College Kelly R. MacGregor di Space.com.

Untuk melihat bentuk Bumi yang bulat secara utuh, maka manusia harus pergi dahulu ke luar angkasa.

Dari jarak ini, Bumi akan tampak seperti bola besar yang dikelilingi atmosfer tipis. Namun, bentuk Bumi sebenarnya bukan bola sempurna.

Karena rotasinya, Bumi mengalami sedikit penyimpangan, sehingga berbentuk seperti ellipsoid, atau bulat dengan sedikit tonjolan di sekitar ekuator. Fenomena ini disebabkan oleh gaya sentrifugal akibat rotasi Bumi.

“Hal ini disebabkan oleh rotasi Bumi, yang menciptakan gaya sentrifugal – gaya yang sama yang akan menyebabkan Anda terlempar dari komidi putar yang berputar jika Anda tidak berpegangan. Gaya ini menghasilkan tonjolan kecil di pinggang planet,” tulis Kelly.

Faktor lain yang mempengaruhi bentuk Bumi adalah fitur topografi, seperti pegunungan dan palung laut. Elemen-elemen ini juga menyebabkan variasi kecil pada gravitasi Bumi di berbagai lokasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu

Ilustrasi masakan sunda.

Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih

Indra Kenz Bebas Bersyarat Usai 5 Tahun di Penjara, Wajib Lapor hingga 2030

HASILNYA BIKIN MELONGO! Seniman Ini Sulap Sinar Matahari Jadi ‘Kuas’ untuk Lukis Sosok Legendaris

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.