Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Rabu, 30 September 2026 01:00 WIB

Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia

Selasa, 29 September 2026 21:27 WIB

Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham

Selasa, 29 September 2026 20:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor
  • Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia
  • Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham
  • Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang
  • Dulu Menangis Alam Dirusak, Kini Dukung Proyek Penguras Air? Dedi Mulyadi Blunder Fatal?
  • EMAS LAGI! Leo/Daniel Bikin Merah Putih Berjaya di Asian Games 2026
  • Oknum Guru SMP di Subang Diduga Lecehkan Mantan Murid saat Ambil Ijazah
  • Tak Bisa Bela Timnas, Pemain Persib Ini Tetap Pantau Perjuangan Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Prediksi Pakar, Kepunahan Manusia di Masa Depan Dipicu Perubahan Iklim Ekstrem

By Aga GustianaMinggu, 12 Januari 2025 16:36 WIB2 Mins Read
Ilustrasi tanah tandus. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pakar memprediksi jika kepunahan manusia di masa depan terjadi akibat perubahan iklim ekstrem.

Dalam sebuah penilitian terbaru yang dipimpin Dr. Alexander Farnsworth, peneliti senior di University of Bristol, mengungkap jika suhu ekstrem dapat memicu peristiwa kepunahan massal.

Di mana, fenomena ini kemungkinan terjadi saat terbentuknya superkontinen bernama Pangea Ultima, yang akan mengubah iklim Bumi secara drastis.

Penelitian tersebut dengan menggunakan model iklim komputer super untuk memprediksi bagaimana pembentukan superkontinen ini akan menciptakan lingkungan yang terlalu panas dan kering bagi kehidupan.

Baca Juga:  Deretan Prediksi Akurat Ilmuwan 100 Tahun Lalu Tentang yang Terjadi di 2025

“Superkontinen yang baru muncul ini pada dasarnya akan menciptakan tiga dampak buruk, yang terdiri dari efek kontinentalitas, matahari yang lebih panas, dan lebih banyak CO2 di atmosfer, yang akan meningkatkan panas di sebagian besar planet ini,” jelas Farnsworth, melansir Earth.

Baca Juga:  Prediksi Susunan Pemain Bahrain vs Timnas Indonesia: Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Debut

Selain itu, faktor utama yang memicu kenaikan suhu ekstrem adalah Matahari yang akan semakin terang dan memancarkan lebih banyak energi yang akan menghangatkan bumi.

Kemudian, aktivitas vulkanik yang meningkat akibat pergerakan lempeng tektonik akan melepaskan lebih banyak karbon dioksida (CO2) ke atmosfer, yang akan memperangkap panas dan meningkatkan suhu global.

Hasil dari kombinasi ini adalah suhu global antara 40 hingga 50 derajat Celsius. Manusia dan mamalia lain kemungkinan besar tidak akan mampu bertahan dalam kondisi ini karena tubuh mereka tidak dapat menurunkan suhu dengan efektif di lingkungan yang panas dan lembab.

Baca Juga:  Waspada Hujan Ringan, Bandung Diprediksi Sejuk dan Lembap Hari Ini

“Manusia bersama dengan banyak spesies lainnya akan mati karena ketidakmampuan mereka untuk mengeluarkan panas ini melalui keringat, yang mendinginkan tubuh mereka.” tambah Farnsworth.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

prediksi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih

Indra Kenz Bebas Bersyarat Usai 5 Tahun di Penjara, Wajib Lapor hingga 2030

HASILNYA BIKIN MELONGO! Seniman Ini Sulap Sinar Matahari Jadi ‘Kuas’ untuk Lukis Sosok Legendaris

Harga Emas Antam Hari Ini 29 September 2026 Turun Rp17 Ribu, 1 Gram Jadi Segini

penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Jadwal Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026: Rincian Nominal PKH, BPNT, dan Bantuan Beras 10 Kg

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.