bukamata.id – Bulan Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum emas bagi umat Muslim untuk mendulang pahala lewat amalan sunnah. Sebagai salah satu bulan yang masuk dalam kelompok Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang disucikan), memperbanyak puasa di bulan pertama kalender Islam ini sangat dianjurkan. Salah satu ibadah rutin yang paling dinanti adalah puasa sunnah pertengahan bulan atau Ayyamul Bidh.
Namun, lantaran adanya potensi perbedaan awal penanggalan, jadwal pelaksanaan puasa “hari-hari putih” ini terbagi menjadi dua versi. Yuk, simak rincian tanggal, lafal niat, hingga keutamaannya berikut ini agar tidak kelewatan.
Kalender Pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh Muharram 1448 H
Puasa Ayyamul Bidh rutin ditunaikan setiap tanggal 13, 14, dan 15 di bulan-bulan Hijriah. Untuk bulan Muharram tahun ini, berikut adalah rincian penanggalannya:
1. Versi Pemerintah (Kemenag) dan Muhammadiyah
Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia keluaran Kementerian Agama RI, awal Muharram bertepatan dengan tanggal 16 Juni 2026. Berdasarkan acuan ini, jadwal puasa Anda adalah:
- 13 Muharram 1448 H: Minggu, 28 Juni 2026
- 14 Muharram 1448 H: Senin, 29 Juni 2026
- 15 Muharram 1448 H: Selasa, 30 Juni 2026
2. Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Berdasarkan hasil istikmal dari Lembaga Falakiyah PBNU, 1 Muharram jatuh sehari lebih lambat, yaitu pada 17 Juni 2026. Otomatis, jadwalnya bergeser menjadi:
- 13 Muharram 1448 H: Senin, 29 Juni 2026
- 14 Muharram 1448 H: Selasa, 30 Juni 2026
- 15 Muharram 1448 H: Rabu, 1 Juli 2026
Agenda Sunnah Lain di Bulan Muharram: Bagi Anda yang ingin menyempurnakan ibadah, jangan lupakan juga Puasa Tasua (9 Muharram) dan Puasa Asyura (10 Muharram). Versi Pemerintah jatuh pada 24 & 25 Juni 2026, sedangkan versi NU jatuh pada 25 & 26 Juni 2026.
Lafal Niat dan Tata Cara Menjalankannya
Ibadah ini diawali dengan memantapkan tujuan di dalam hati. Niat bisa dibaca pada malam hari sebelum menjelang subuh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyaamil baidhi sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Untuk tata caranya, secara umum sama persis dengan puasa pada umumnya, yakni menyantap sahur sebelum fajar, menjaga diri dari segala pembatal puasa hingga magrib, serta memperbanyak zikir atau sedekah sepanjang hari untuk menambah bobot pahala.
Alasan Mengapa Amalan Ini Sangat Istimewa
- Pahala Setara Puasa Setahun Penuh: Mengutip salah satu hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW mengibaratkan puasa tiga hari setiap bulan seperti berpuasa sepanjang tahun karena setiap satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.
- Ibadah Utama Setelah Ramadan: Muharram adalah bulan Allah (Syarullah). Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa waktu terbaik untuk berpuasa sunnah setelah bulan suci Ramadan adalah di bulan Muharram ini.
- Manfaat Detoksifikasi Tubuh: Di samping dimensi spiritual untuk mengasah kesabaran, secara medis puasa berkala di pertengahan bulan memberikan jeda bagi organ pencernaan untuk beristirahat dan membuang racun.
Pastikan Anda mencocokkan kembali pilihan kalender yang Anda ikuti agar pelaksanaan ibadah di bulan mulia ini berjalan lancar!
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










