Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cara War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dan Jadwal Pendaftarannya

Rabu, 5 Agustus 2026 12:01 WIB

Buruan Klaim! 15 Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Dapat Item Langka dari Garena

Rabu, 5 Agustus 2026 12:00 WIB

Final Piala Presiden 2026 Tinggal Hitungan Jam, Igor Tolic Soroti Aturan FIFA yang Dilanggar

Rabu, 5 Agustus 2026 11:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cara War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka dan Jadwal Pendaftarannya
  • Buruan Klaim! 15 Kode Redeem Free Fire Hari Ini Bisa Dapat Item Langka dari Garena
  • Final Piala Presiden 2026 Tinggal Hitungan Jam, Igor Tolic Soroti Aturan FIFA yang Dilanggar
  • Aksi Nekat di Andir Bandung, Bendera Merah Putih Dibakar, Pelaku Masih Diburu Polisi
  • Prediksi Chelsea vs Juventus: The Blues Siap Balas Kekalahan, Juve Terancam Tumbang
  • Konvoi Pendukung Persib dan Persija Nyaris Terlibat Bentrok Fisik di Sukabumi
  • Update Harga Emas 5 Agustus 2026, Emas 24 Karat Kini Dibanderol Mulai Rp2,22 Juta per Gram
  • PARAH! Rekam Jejak 4 Oknum Nakes Yang Hina Pasien BPJS: Lulusan UGM dan UI Tapi Minim Empati?!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 5 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cerita di Balik Viral Pramugari Gadungan, Khairun Nisya Kini Ditawari Sekolah Gratis!

By SusanaSelasa, 13 Januari 2026 14:20 WIB4 Mins Read
Penyamaran Khairun Nisya jadi pramugari terbongkar. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus Khairun Nisa, perempuan berusia 23 tahun yang menyamar sebagai pramugari Batik Air, mengungkap sisi gelap praktik penipuan berkedok rekrutmen kerja. Di balik aksinya, Nisa ternyata menjadi korban janji palsu oknum yang mengaku bisa meloloskannya menjadi awak kabin dengan imbalan sejumlah uang.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menjelaskan bahwa Nisa berangkat dari Palembang ke Jakarta dengan dukungan penuh ibunya.

“Yang bersangkutan orang Palembang. Dia ke Jakarta meminta izin kepada ibunya untuk mendaftar jadi pramugari. Kemudian di Jakarta dia bertemu seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan meminta sejumlah uang,” ujar Yandri.

Tergiur janji manis itu, Nisa menyerahkan uang sebesar Rp30 juta. Namun, harapan itu sirna setelah sosok yang menjanjikannya pekerjaan menghilang.

“Pada dasarnya dia korban. Dia mau masuk pramugari, menyerahkan uang Rp30 juta, ternyata gagal dan orangnya sudah tidak bisa dihubungi,” tambah Yandri.

Alih-alih menceritakan kegagalannya kepada keluarga, rasa malu membuat Nisa memilih untuk berpura-pura telah diterima bekerja sebagai pramugari.

Tidak hanya kepada keluarga, Nisa juga membangun narasi di media sosial, mengunggah konten seolah-olah ia benar-benar menjadi awak kabin demi menjaga kepercayaan orang tua.

“Di media sosial juga ia mengunggah seolah-olah pramugari supaya orang tuanya percaya,” jelas Yandri.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk waspada terhadap penipuan rekrutmen kerja, terutama profesi yang banyak diminati seperti pramugari.

Yandri menegaskan, “Jangan menggunakan jasa orang-orang tidak bertanggung jawab dengan iming-iming bisa mendapatkan pekerjaan dengan membayar sejumlah uang. Ikuti SOP dan aturan resmi yang berlaku.”

Viral Nyamar Jadi Pramugari Gadungan, Kini Ada Harapan Baru

Aksi viral Nisa sempat menghebohkan publik, tetapi di balik itu tersimpan cerita panjang tentang tekanan batin dan tanggung jawab terhadap keluarga. Rasa malu, ditambah kegagalan meraih pekerjaan impian setelah menyerahkan Rp30 juta, mendorong Nisa mengambil jalan keliru dengan menyamar sebagai pramugari.

Namun, secercah harapan muncul dari Aeronef Academy, lembaga pelatihan awak kabin di Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur. Melalui akun resmi Threads @aeronefacademy.official, Aeronef Academy menawarkan pendidikan pramugari gratis untuk Nisa, sebagai dukungan moral dan kesempatan meraih mimpi.

“Mungkin Kak Nisa saat ini sedang bersedih, namun kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari cerita baru yang lebih hebat,” tulis Aeronef Academy dalam unggahannya.

Aeronef Academy menegaskan program ini adalah bentuk dukungan agar Nisa tetap dapat mengejar mimpinya menjadi pramugari, dengan konsep World Class Cabin Crew Training yang menyiapkan profesionalisme dan kesiapan kerja di industri penerbangan.

Kronologi Penyamaran dan Penangkapan di Bandara

Peristiwa penyamaran terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026, dalam penerbangan Batik Air rute Palembang–Jakarta. KN, sapaan lain Nisa, mengenakan seragam lengkap pramugari dan berhasil naik pesawat karena memiliki tiket dan boarding pass sah.

Kecurigaan muncul dari kru maskapai yang menilai atributnya berbeda dengan seragam resmi Batik Air.

“Saat diperiksa, diketahui wanita tersebut bukan pramugari resmi. Sesampainya di Bandara Soetta, dia diserahkan ke Satreskrim Polresta Bandara,” kata Iptu Agung Pujianto, Kanit Indag Polresta Bandara Soetta.

Kompol Yandri Mono menambahkan, motif Nisa melakukan penyamaran hanya karena malu kepada keluarga dan ingin menutupi kegagalannya meraih pekerjaan sebagai awak kabin.

Keberadaan Nisa dan Dukungan Keluarga

Setelah video klarifikasi viral, keberadaan Nisa menjadi teka-teki. Kediamannya di Muara Kuang, Ogan Ilir, terlihat sepi dengan pintu dan pagar tertutup rapat. Kerabat hanya mengikuti kabar melalui media. Zarkasih, paman dari pihak ayah Nisa, mengaku tidak mengetahui motif di balik penyamaran tersebut.

“Awalnya saya nangis, apa salah dia (Nisa). Kami juga tidak menanyakan kepada orang tuanya,” ujar Zarkasih. Rumah keluarga hanya ditempati sesekali karena mereka tinggal di Palembang.

Pelajaran dari Kasus Nisa

Kasus ini menyuguhkan pelajaran penting: bahaya janji palsu rekrutmen kerja, tekanan sosial terhadap keluarga, dan dampak viral di media sosial.

Di sisi lain, keberanian Aeronef Academy menawarkan pendidikan gratis menunjukkan bahwa kesempatan kedua selalu ada bagi mereka yang tetap berusaha dan belajar dari kesalahan.

Nisa kini memiliki peluang nyata untuk mengejar mimpi menjadi pramugari secara sah dan profesional, sekaligus menebus kesalahan yang sempat viral di media sosial.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kasus pramugari palsu korban janji palsu kerja penipuan rekrutmen kerja pramugari gadungan viral pramugari gadungan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aksi Nekat di Andir Bandung, Bendera Merah Putih Dibakar, Pelaku Masih Diburu Polisi

Konvoi Pendukung Persib dan Persija Nyaris Terlibat Bentrok Fisik di Sukabumi

PARAH! Rekam Jejak 4 Oknum Nakes Yang Hina Pasien BPJS: Lulusan UGM dan UI Tapi Minim Empati?!

Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Segera Terjadi, Ini Jadwal, Lokasi, dan Dampaknya bagi Bumi

Bansos

Bansos Agustus 2026 Masih Mengalir! Kemensos Ungkap Jadwal Cair PKH dan BPNT Terbaru

Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.