Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Usai Bruno Fernandes, Kini Joao Neves dan Kekasihnya Jadi Sasaran Amuk Pendukung Cristiano Ronaldo

Jumat, 19 Juni 2026 21:40 WIB

Mirip Film Sci-Fi! Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa Senilai Rp125 Triliun di Tengah Gurun Pasir

Jumat, 19 Juni 2026 21:20 WIB

Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar

Jumat, 19 Juni 2026 21:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Usai Bruno Fernandes, Kini Joao Neves dan Kekasihnya Jadi Sasaran Amuk Pendukung Cristiano Ronaldo
  • Mirip Film Sci-Fi! Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa Senilai Rp125 Triliun di Tengah Gurun Pasir
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
  • Bikin Nonton Bola Makin Nyata, Gadget Unik di Kepala Wasit Piala Dunia 2026 Ini Ternyata Punya Fungsi Canggih
  • Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya
  • Solusi HP Lemot: Cara Membersihkan Penyimpanan Android Tanpa Perlu Uninstal Aplikasi
  • Heboh Arti Warna Kontak WhatsApp, Benarkah Tanda Nomor Kita Dihapus atau Diblokir? Ini Faktanya!
  • Bansos Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter Cair hingga Akhir Juni, Ini Cara Cek Nama Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Cerita di Balik Viral Pramugari Gadungan, Khairun Nisya Kini Ditawari Sekolah Gratis!

By SusanaSelasa, 13 Januari 2026 14:20 WIB4 Mins Read
Penyamaran Khairun Nisya jadi pramugari terbongkar. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus Khairun Nisa, perempuan berusia 23 tahun yang menyamar sebagai pramugari Batik Air, mengungkap sisi gelap praktik penipuan berkedok rekrutmen kerja. Di balik aksinya, Nisa ternyata menjadi korban janji palsu oknum yang mengaku bisa meloloskannya menjadi awak kabin dengan imbalan sejumlah uang.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menjelaskan bahwa Nisa berangkat dari Palembang ke Jakarta dengan dukungan penuh ibunya.

“Yang bersangkutan orang Palembang. Dia ke Jakarta meminta izin kepada ibunya untuk mendaftar jadi pramugari. Kemudian di Jakarta dia bertemu seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan meminta sejumlah uang,” ujar Yandri.

Tergiur janji manis itu, Nisa menyerahkan uang sebesar Rp30 juta. Namun, harapan itu sirna setelah sosok yang menjanjikannya pekerjaan menghilang.

“Pada dasarnya dia korban. Dia mau masuk pramugari, menyerahkan uang Rp30 juta, ternyata gagal dan orangnya sudah tidak bisa dihubungi,” tambah Yandri.

Alih-alih menceritakan kegagalannya kepada keluarga, rasa malu membuat Nisa memilih untuk berpura-pura telah diterima bekerja sebagai pramugari.

Tidak hanya kepada keluarga, Nisa juga membangun narasi di media sosial, mengunggah konten seolah-olah ia benar-benar menjadi awak kabin demi menjaga kepercayaan orang tua.

Baca Juga:  Terkuak Alasan Khairun Nisya Cosplay Jadi Pramugari, Ternyata Korban Penipuan

“Di media sosial juga ia mengunggah seolah-olah pramugari supaya orang tuanya percaya,” jelas Yandri.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk waspada terhadap penipuan rekrutmen kerja, terutama profesi yang banyak diminati seperti pramugari.

Yandri menegaskan, “Jangan menggunakan jasa orang-orang tidak bertanggung jawab dengan iming-iming bisa mendapatkan pekerjaan dengan membayar sejumlah uang. Ikuti SOP dan aturan resmi yang berlaku.”

Viral Nyamar Jadi Pramugari Gadungan, Kini Ada Harapan Baru

Aksi viral Nisa sempat menghebohkan publik, tetapi di balik itu tersimpan cerita panjang tentang tekanan batin dan tanggung jawab terhadap keluarga. Rasa malu, ditambah kegagalan meraih pekerjaan impian setelah menyerahkan Rp30 juta, mendorong Nisa mengambil jalan keliru dengan menyamar sebagai pramugari.

Namun, secercah harapan muncul dari Aeronef Academy, lembaga pelatihan awak kabin di Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur. Melalui akun resmi Threads @aeronefacademy.official, Aeronef Academy menawarkan pendidikan pramugari gratis untuk Nisa, sebagai dukungan moral dan kesempatan meraih mimpi.

Baca Juga:  Setelah Viral Kasus Pramugari Gadungan, Khairun Nisya Dapat Tawaran Tak Terduga

“Mungkin Kak Nisa saat ini sedang bersedih, namun kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari cerita baru yang lebih hebat,” tulis Aeronef Academy dalam unggahannya.

Aeronef Academy menegaskan program ini adalah bentuk dukungan agar Nisa tetap dapat mengejar mimpinya menjadi pramugari, dengan konsep World Class Cabin Crew Training yang menyiapkan profesionalisme dan kesiapan kerja di industri penerbangan.

Kronologi Penyamaran dan Penangkapan di Bandara

Peristiwa penyamaran terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026, dalam penerbangan Batik Air rute Palembang–Jakarta. KN, sapaan lain Nisa, mengenakan seragam lengkap pramugari dan berhasil naik pesawat karena memiliki tiket dan boarding pass sah.

Kecurigaan muncul dari kru maskapai yang menilai atributnya berbeda dengan seragam resmi Batik Air.

“Saat diperiksa, diketahui wanita tersebut bukan pramugari resmi. Sesampainya di Bandara Soetta, dia diserahkan ke Satreskrim Polresta Bandara,” kata Iptu Agung Pujianto, Kanit Indag Polresta Bandara Soetta.

Kompol Yandri Mono menambahkan, motif Nisa melakukan penyamaran hanya karena malu kepada keluarga dan ingin menutupi kegagalannya meraih pekerjaan sebagai awak kabin.

Baca Juga:  Pura-pura Jadi Pramugari Demi Keluarga? Kisah Khairun Nisya yang Bikin Heboh

Keberadaan Nisa dan Dukungan Keluarga

Setelah video klarifikasi viral, keberadaan Nisa menjadi teka-teki. Kediamannya di Muara Kuang, Ogan Ilir, terlihat sepi dengan pintu dan pagar tertutup rapat. Kerabat hanya mengikuti kabar melalui media. Zarkasih, paman dari pihak ayah Nisa, mengaku tidak mengetahui motif di balik penyamaran tersebut.

“Awalnya saya nangis, apa salah dia (Nisa). Kami juga tidak menanyakan kepada orang tuanya,” ujar Zarkasih. Rumah keluarga hanya ditempati sesekali karena mereka tinggal di Palembang.

Pelajaran dari Kasus Nisa

Kasus ini menyuguhkan pelajaran penting: bahaya janji palsu rekrutmen kerja, tekanan sosial terhadap keluarga, dan dampak viral di media sosial.

Di sisi lain, keberanian Aeronef Academy menawarkan pendidikan gratis menunjukkan bahwa kesempatan kedua selalu ada bagi mereka yang tetap berusaha dan belajar dari kesalahan.

Nisa kini memiliki peluang nyata untuk mengejar mimpi menjadi pramugari secara sah dan profesional, sekaligus menebus kesalahan yang sempat viral di media sosial.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kasus pramugari palsu korban janji palsu kerja penipuan rekrutmen kerja pramugari gadungan viral pramugari gadungan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo dan Dr Tifa Resmi Diamankan Polisi

Diduga Hilang Konsentrasi, Angkot Berisi Belasan Pelajar Terjungkal di Jalan Menanjak Jatinangor

Topeng Normalitas sang Buronan: Membaca Kelihaian Pelaku Penyekap Wanita Bandung yang Licin dari Kepungan Polisi

Padam Listrik

Pemadaman PLN Bikin Traffic Light Bandung Lumpuh, Ini Dampaknya

Begal

Detik-detik Mencekam Ojol Diburu Begal Bersenjata di Lengkong, Korban Luka Parah!

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.